BE MY BABY

BE MY BABY
PART 40


__ADS_3

Sekarang Bara dan Keyra sudah ada di salah satu restaurant italia favorit mereka. Keadaan restaurant cukup ramai, walaupun tidak seramai akhir pekan.


 


Akhirnya Bara dan Keyra telah duduk di meja yang mereka inginkan, mereka pun duduk dengan saling berhadapan. Kemudian mereka segera memanggil pelayan untuk memesan.


 


"Sayang, kamu capek banget ya? Lagi banyak kerjaan?" Tanya Bara saat melihat wajah kekasihnya tampak lelah


 


"Gak juga, cuma karena kemarin-kemarin tangan aku belum terlalu pulih jadi gak banyak yang aku bisa kerjain. Tapi sekarang kan udah pulih, jadi kerjaan agak numpuk" jawab Keyra dengan tersenyum tipis memandang Bara lekat


 


Bara mengelus lembut tangan Keyra yang berada diatas meja, "Jangan terlalu capek, kamu kan baru pulih"


 


Keyra pun mengangguk mengiyakan, "Oya, tante Reva bilang 2 hari lagi kamu ke Jerman?"


 


Bara menarik nafas pelan, dan wajahnya berubah lesu. Keyra mengangkat sebelah alisnya, bingung dengan perubahan wajah Bara.


 


"Kenapa Bara? Kok jadi lemes gitu?"


 


"Iya, tadi pagi aku dapet kabar perusahaan disana ada masalah. Jadi papa minta aku buat ngecek langsung, karena terakhir memang aku yang menyelesaikan masalah disana."


 


Keyra menganggukkan kepalanya, "Terus, yang bikin kamu lemes gitu apa?"


 


"Entahlah Key, aku berat ngebayangin bakal lama gak bisa liat wajah kamu. Pasti aku bakal kangen banget" jawab Bara pelan


 


Keyra tersenyum manis mendengar jawaban Bara, ternyata benar apa yang dikatakan tante Reva. Jika dipikir-pikir lagi, semenjak Keyra dan Bara berpacaran, ini adalah perpisahan pertama mereka. Mungkin karena itu Bara


merasa berat, dan jujur saja Keyra juga merasakan hal yang sama. Tapi ini sudah tanggung jawab mereka sebagai pemimpin perusahaan bukan?


 


Keyra membalas mengelus tangan Bara, "Bara, itu kan udah tanggung jawab kamu sebagai CEO untuk memastikan semua cabang perusahaan Wijaya Group berjalan lancar? Lagipula sekarang semua sudah canggih, kita bisa video call saat kamu dan aku gak ada kerjaan. Iya kan?"


 


"Iya aku tau Key, tapi rasanya akan berbeda bila melihat wajahmu langsung. Atau gimana kalau kamu ikut aku aja ke Jerman? Kamu mau?" Tanya Bara dan menunjukan pancaran matanya yang penuh harap


 


Keyra menggeleng, "Gak bisa gitu dong sayang, aku kan disini juga punya tanggung jawab. Lagipula beberapa hari lagi aku ada meeting untuk proyek baru, jadi aku gak bisa ikut kamu"


 


"Selain itu aku juga ada misi latihan masak untuk ulang tahun kamu Bara." Batin Keyra tersenyum


 


Bara kembali menarik nafas pelan. Ia sungguh tidak ingin ke Jerman saat ini, perasaannya tidak enak meninggalkan Keyra disini. Entah karena apa, Bara pun tidak mengerti.


 


Di tengah-tengah pembicaraan mereka, akhirnya pesanan mereka pun sudah tertata rapi di atas meja. Mereka pun memilih untuk menyantap makanan yang telah tersaji sembari melanjutkan obrolan.

__ADS_1


 


"Memang berapa lama kira-kira kami di Jerman?" Tanya Keyra setelah menelan suapan pertamanya


 


"Mungkin 1 minggu atau lebih dari itu.. Karena masalahnya cukup rumit, ada dugaan penggelapan uang perusahaan. Jadi aku harus mengecek semua orang yang mungkin terlibat"


 


"Hmm.. sepertinya itu memang masalah yang cukup rumit"


 


"Ya, karena itu harus aku yang kesana. Padahal awalnya aku pikir cukup Reno yang kesana. Tapi akhirnya harus aku yang kesana sendiri" jawab Bara


 


"Kalau begitu pergilah, selesaikan dengan cepat dan segera kembali kesini. Kita bisa sering berkomunikasi, tidak ada yang perlu di khawatirkan disini" Keyra mencoba menenangkan Bara dengan memberikan senyuman lebarnya dan menggenggam lembut tangan Bara


 


"Jujur saja, persaanku tidak enak Key. Seakan tidak mengijinkan aku pergi, seperti akan terjadi sesuatu denganmu atau hubungan kita" Kata Bara dengan nada lemah


 


Keyra menggeleng, " Itu cuma perasaanmu aja sayang, mungkin karena selama ini kita belum pernah berjauhan. Lagi pula apa yang akan terjadi? Kita berdua saling mencintai dan juga saling percaya, jadi tidak akan terjadi


apa-apa. Dan kamu jangan lupa sama pesen papa aku, kita harus profesional" ujar Keyra mengingatkan


 


"Iya kamu benar, kita saling mencintai. Aku harap ini memang cuma perasaan aku aja. Makasi ya sayang, kamu udah semangatin aku" kata Bara lembut sambil mencium punggung tangan Keyra.


 


"Tentu, bukan kah memang itu tugas kekasih?" Tanya Keyra dengan terkekeh, "Ya udah, sekarang kita makan aja dulu. Ini Fettucini nya enak banget"


 


*******


Disinilah Keyra berada sekarang, di mansion keluarga Wijaya. Tadi pagi Keyra baru mengantarkan Bara ke bandara bersama kedua orang tua Bara dan juga papanya, karena hari ini Bara akan berangkat ke Jerman.


 


Tidak bisa dibohongi, kalau tadi Keyra sempat berkaca-kaca saat di bandara. Seperti remaja saja memang, padahal cuma untuk seminggu. Sampai-sampai Keyra mendapat cibiran dari sang papa


 


"Keyra, Bara hanya seminggu di Jerman dan dia disana untuk bisnis. Bukan untuk perang, kenapa kamu seperti sangat sedih?"


 


Itulah kata papanya tadi pagi, dan membuat orang tua Bara tertawa mendengarnya. Padahal ia yakin sudah berusaha menahan dirinya agar tidak terlalu sedih. Tapi apakah masih terlihat jelas?


 


Padahal siapa yang 2 hari lalu menyemangati Bara untuk tidak terlalu menghawatirkannya? Tapi sekarang malah terlihat sekali jika Keyra tidak ingin Bara pergi.


 


"Kalau kamu gak mau aku pergi, aku bener-bener bisa membatalkan kepergianku Key"


 


Ucapan Bara pagi itu langsung mendapat gelengen dari Keyra. Keyra merasa menjadi remaja labil dengan sikapnya tadi pagi.


 


Akhirnya setelah drama perpisahan di bandara yang seperti remaja labil itu, Keyra memasang senyum tipisnya untuk Bara yang akan segera menuju pesawat pribadi Wijaya Group.

__ADS_1


 


Setelah keberangkatan Bara, papanya dan Om Aldi memilih untuk pergi yang katanya ingin bertemu teman lama mereka. Sedangkan ia dan tante Reva pergi untuk membeli bahan-bahan masakan yang diperlukan.


 


Lebih dari 2jam waktu yang diperlukan untk Keyra dan Tante Reva membeli bahan-bahan itu, setelah menyelesaikan berbelanja yang cukup lama itu akhirnya mereka kembali ke mansion keluarga Wijaya.


 


"Keyra kamu ngelamun sayang? Baru juga beberapa jam Bara pergi, udah kangen aja ni?"


 


Keyra tersadar dari lamunannya karena suara Tante Reva, astaga ia lupa jika sedang bersama tante Reva untuk belajar masak makanan kesukaan Bara.


 


"Ahh..emm.. maaf tante Keyra malah melamun"


 


Keyra terlihat salah tingkah,sedangkan tante Reva hanya terkekeh melihat ke arah Keyra.


 


"Sini tante biar Keyra bantu ngaduk adonannya"


 


Reva mengangguk dan membiarkan Keyra mengambil alih adonan chessecake yang sedang ia buat.


 


"Kamu udah biasa masak sayang? Bara bilang masakan kamu enak enak"


 


"Gak terlalu sih tante. Tapi dulu, mama sering ngajak Keyra bantu-bantu di dapur. Mama sering ngajak Keyra buat kue juga, mama juga..."


 


Tiba-tiba Keyra terdiam, saat mengingat bagaimana kenangannya dulu dengan sang mama saat mereka memasak bersama. Dan hal itu tidak bisa ia rasakan lagi. Reva menoleh kesamping saat Keyra menghentikan kata-katanya. Bisa reva lihat pancaran kesedihan di mata Keyra, Reva kemudian mendekat dan menyentuh pundak Keyra lembut.


 


"Sayang kamu jangan sedih. Mulai sekarang, kamu bisa manggil tante dengan sebutan mama. Kayak Bara manggil tante, tante malah seneng jadi punya anak perempuan cantik kayak kamu. Dan kamu juga bisa sering-sering kesini, kita bisa masak bareng buat Kue bareng. Kamu mau kan sayang?"


 


Keyra segera memeluk tubuh ramping Reva, kemudian mengangguk pelan. "Makasi tan.."


 


"Mama sayang. Bukan tante" sela Reva


 


Keyra terkekeh di pelukan Reva, "Iya makasi ma, Keyra seneng banget." Reva tersenyum dan mengelus lembut rambut Keyra


 


Reva pun melepas pelukan mereka, "Ya udah kita lanjut masak lagi yuk. Mama seneng banget akhirnya ada yang nemenin masak selain pelayan disini"


 


"Iya Keyra juga seneng Ma" Keyra tersenyum tulus


 


"Oya, kamu sekalian makan malam disini ya sayang. Tadi juga Mama udah ngabarin Om Aldi, supaya ngajak Papa kamu sekalian makan malam disini" Keyra pun hanya mengangguk membalas ucapan Reva, lalu mereka mulai

__ADS_1


berkutat dengan semua bahan masakan yang sudah siap diolah.


*******


__ADS_2