
Setelah beberapa lama, seorang dokter dengan pakaian operasi lengkap keluar dari ruangan operasi. Bara langsung berdiri dan menghampiri dokter tersebut diikuti yang lainnya, Pram pun berusaha berdiri dengan bantuan Aldi.
"Bagaimana keadaan Keyra dok? Dia baik baik aja kan? Calon istri saya baik-baik aja kan?" cecar Bara
"Apa dari keluarga ada yang memiliki golongan darah yang sama dengan pasien? Saat ini pasien sedang kritis karena kehilangan banyak darah, sedangkan persediaan darah yang cocok dengan pasien sedang tidak ada di rumah sakit ini"
"Apa maksud mu?" Bara emosi, ia bahkan mencengkram kuat pakaian dokter itu
"Tenang Bara, ini rumah sakit" kata Reva menenangkan putranya
Namun Bara seakan tak peduli, dan terus mencengkram dokter itu kuat. Reno pun ikut berusaha melepaskan cengkraman Bara.
"Bagaimana bisa rumah sakit sebesar ini kehabisan stok darah? Apa kau ingin rumah sakit ini aku tutup!!"
teriak Bara, membuat banyak pasang mata mengarah padanya
"Saat ini kami sedang berusaha untuk mendapatkan darah yang cocok, dan sebaiknya keluarga juga melakukan hal yang sama" jawab dokter itu berusaha tenang
"Dokter benar Bara, sebaiknya kita membantu dokter untuk menemukan darah yang cocok bagi Keyra" akhirnya Bara melepaskan cengkramannya dan dokter tersebut segera pergi dari sana
"Pram kau..."
"Dia sedang berusaha menghubungi Diana, karena Diana lah yang darahnya sama dengan Keyra" jawab Aldi memotong ucapan Reva
Saat mendengar Keyra kritis dan memerlukan darah secepatnya, pram langsung mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi mantan istrinya itu.
__ADS_1
"Sekarang kita semua harus berusaha menemukan darah yang cocok untuk Keyra" setelah Aldi mengatakan itu, seakan tersadar Bara dan Reva pun berusaha menghubungi orang orang atau siapa pun yang bisa membantu mereka, tak terkecuali Reno yang juga sibuk mencari bantuan.
*******
Entah sudah berapa banyak Pram berusaha menghubungi Diana, tapi satupun panggilan itu tak terjawab. Pram duduk menunduk sambil meremas ponselnya kuat, ia mengingat semua keanehan putrinya kemarin malam yang menjadi sangat manja padanya.
"Apa mama, baru akan datang saat pemakaman ku pa?" dan kalimat itu, kalimat yang Keyra ucapkan semalam terus berputar di kepala Pram
"Enggak Keyra, kamu akan baik-baik saja. Kamu gak boleh ninggalin papa kayak gini" batin Pram dengan kepala menunduk dalam
"Pa, maafin Bara. Bara gak bisa ngejaga Keyra, harusnya Bara yang terkena tembakan itu"
Pram mengangkat kepalanya pelan, ia melihat Bara yang berlutut di hadapannya dengan kepala yang tertunduk.
"Ini gak sepenuhnya salah kamu Bara. Papa tahu, kamu juga udah berusaha nyelamatin Keyra" jawab Pram berusaha tenang
"Pram, Bara, kata dokter, mereka sudah berhasil mendapatkan darah untuk Keyra. Dan orang suruhan ku juga sudah berhasil mendapatkan beberapa kantong darah, sebentar lagi darah itu akan sampai disini. Keyra pasti selamat" tiba-tiba Aldi datang membawa kabar yang sedikit membuat Pram dan Bara bernafas lega
"Sekarang kita harus berdoa untuk keselamatan Keyra" kata Reva menambahkan
*******
Setelah hampir 2 jam, akhirnya seorang dokter keluar dari ruang operasi. Pram, Bara dan yang lainnya segera berdiri.
"Operasinya sudah berjalan lancar, beruntung kita mendapatkan darah tepat waktu. Sekarang kondisi pasien sudah stabil, ia sudah berhasil melewati masa kritis nya"
__ADS_1
"Namun pasien masih harus mendapat pengawasan yang ketat"
Setelah mendapat kabar itu, setidaknya Ptam, Bara, Aldi dan Reva bisa sedikit bernafas lega setelah kepanikan yang sempat terjadi tadi.
"Lalu kapan saya bisa melihat putri saya, dok?"
"Sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang perawatan, setelah itu pasien bisa dijenguk. Tapi jumlahnya dibatasi. Saya permisi" selesai mengatakan itu, dokter tersebut pun pergi meninggalkan mereka.
Bara tak henti-hentinya mengucap syukur, ia tidak akan pernah membayangkan bila harus hidup tanpa Keyra dan rasa bersalah yang akan terus menghantuinya.
"Bara, sekarang Keyra sudah tidak apa-apa. Sebaiknya kamu membersihkan dirimu dan mengobati luka-luka mu itu"
"Enggak ma, aku harus liat Keyra dulu. Aku mau mastiin dengan mata kepalaku. Kalau Keyra benar sudah baik-baik saja"
"Tapi sayang, lihat penampilanmu sekarang pakaian yang penuh darah. Apa kamu tidak risih menjadi tontonan orang-orang sejak tadi?"
"Tapi Ma..."
"Ucapan mama mu benar Bara. Sebaiknya kamu pulang dan menbersihkan dirimu, setelah itu kamu bisa kembali kesini. Disini sudah ada Papa, Mama dan papanya Keyra yang menjaga Keyra"
Bara bernafas berat, "Baiklah pa, aku akan pulang untuk membersihkan diri. Kalau ada apa-apa tolong segera kabari aku"
Aldi mengangguk, "Tentu saja, Reno tolong antar Bara pulang dengan selamat. Dan juga tolong jaga, jangan sampai peristiwa ini diketahui media"
Reno pun mengangguk mantap, "Baik Tuan" kemudian Bara dan Reno berjalan beriringan menuju mobilnya.
__ADS_1
*******