
Waktu sudah menunjukan pukul 11 siang, tapi Bara belum juga mengabari Keyra setelah telponnya tadi pagi.
"Mungkin Bara memang masih sibuk" gumam Keyra sendiri
Drrtt.. Drrtt..
Tak berapa lama ponsel yang Keyra letakkan disebelahnya berbunyi. Keyra pikir itu dari Bara. Namun ternyata sebuah nomer baru, yang Keyra tidak tahu dari siapa. Perlu beberapa lama untuk Keyra akhirnya menerima panggilan itu.
"Haloo.." sapa Keyra
"Haloo Keyra"
"Viona???" Keyra tidak salah mengenal, walaupun sudah lama ia tidak berbicara dengan Viona. Tapi dia masih cukup mengingat suara dari mantan sahabatnya itu.
"Iya, ini aku Viona"
"Ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba menghubungi ku?"tanya Keyra bingung
"Ini soal mama Diana, Key"
"Mama? Ada apa dengan mama? Mama ku baik-baik aja kan?" perasaan khawatir langsung mendominasi Keyra, belum lagi sudah lama ia tidak mendengar kabar soal mama nya. Dan sekarang tiba-tiba Viona mengatakan soal mama nya.
__ADS_1
"Aku gak bisa jelasin di telpon. Sebaiknya kamu langsung dateng kesini. Aku akan kirim lokasinya" setelah mengatakan itu Viona langsung mematikan sambungan telpon begitu saja.
Sedangkan Keyra sudah mulai gelisah di tempat duduknya, memikirkan apa yang terjadi dengan mamanya. Apa mungkin ini alasan kenapa mamanya tak pernah menjawab panggilannya? Pikir Keyra. Tak berapa lama sebuah pesan masuk yang menunjukan sebuah lokasi di pinggiran kota.
Sebelum pergi, Keyra berniat untuk memberi kabar pada Bara terlebih dulu agar Bara tidak khawatir padanya. Namun sampai panggilan ketiga, Bara tidak juga mengangkat panggilannya.
"Apa Bara benar-benar sangat sibuk, sampai tidak bisa menerima panggilanku?" gumam Keyra
"Aku sangat khawatir dengan keadaan mama, sebenarnya apa yang terjadi padanya."
Tanpa pikir panjang lagi, Keyra segera bangkit dari kursinya. Memasukan ponselnya ke dalam tas, dan segera keluar dari ruangannya.
*******
Di tempat lain, Bara masih sibuk memeriksa beberapa masalah yang sedang terjadi di tempat pembangunan Resort nya yang Baru. Bersama dengan Reno dan juga Pak Candra yang pagi tadi menelpon nya.
"Kenapa beton penyangga ini bisa retak, padahal belum lama di pasang? Ini bisa sangat membahayakan para pekerja, juga para Tamu yang nantinya datang saat resort ini dibuka"
"Itu lah yang saya kurang mengerti tuan Bara, tapi saya menduga suplier kita yang mengirim beton beton ini
mencampur kan bahan yang kurang bagus dan berbada dari sebelumnya. Sehingga menyebabkannya kurang kuat" jelas Pak Candra sambil menunduk
__ADS_1
"Bukannya suplier beton ini sudah beberapa kali kita ajak kerjasama, dan semuanya baik-baik saja kan?" Pak Chandra mengangguk
"Segera hubungi suplier itu, adakan pertemuan secepatnya. Minta dia menjelaskan semuanya dan bertanggung jawab. Bila dia tidak bisa memberikan kita beton dengan kualitas terbaik, batalkan kontrak dengannya. Dan cari yang lebih baik"
"Baik Tuan, akan segera saya lakukan"
Saat merasakan panas matahari yang semakin terik, membuat Bara tersadar. Ia segera memeriksa jam yang bertengger di tangan nya.
Ternyata sudah lebih dari jam 12, pantas saja panasnya sangat menyengat. Saat itu juga ia mengingat, bahwa ia belum memberi kabar lagi pada Keyra. Segera Bara mencari ponselnya, mulai dari saku celananya namun dia tidak menemukan ponsel itu.
"Reno, apa kau ada membawa ponsel ku?" tanya Bara
"Tidak Tuan" Bara kembali mencoba mencari di saku jas nya, namun nihil.
"Sepertinya tertinggal di mobil" gumam Bara
"Baiklah Pak Candra, saya rasa semuanya sudah cukup. Untuk masalah hari ini, saya ingin segera di follow up dan diselesaikan secepatnya. Lain kali, saya tidak ingin mendengar ada masalah seperti ini lagi, semuanya harus segera bisa diselesaikan" ucap Bara tegas
Pak Candra pun hanya mengangguk patuh. Bara memang lebih muda dari Pak Candra namun tidak mengurangi rasa hormatnya kepada Bara karena ketegasan Bara dalam memimpin perusahaan. Seluruh karyawan dan para klien nya pun tidak pernah meragukan kepemimpinan Wijaya group dibawah tanggung jawabnya walaupun usianya masih cukup muda. Dia memang sangat mengambil sifat tegas dari papanya Aldi.
__ADS_1
"Kalau begitu, saya akan kembali ke kantor" Bara segera berjalan menuju mobilnya, diikuti Reno di belakang.
*******