
"Kalian benar-benar pasangan yang serasi, tampan dan juga cantik. Pasti banyak hati yang terluka karena pertunangan kalian ini" kata salah satu pria paruh baya setelah Bara dan Keyra menghampiri mereka.
"Iya kau benar. Tapi aku agak sedikit menyesal baru mengetahui fakta ini. Kalau saja aku tahu lebih dulu kalau Tuan Pramudya memiliki putri secantik ini, pasti aku akan duluan menjodohkannya dengan putraku." kata pria paruh baya yang lain sambil tertawa
"Atau mungkin Tuan Pramudya memiliki putri yang lain, yang ia sembunyikan juga?" sahut yang
lainnya dengan tertawa, membuat mereka semua tertawa
"Hahaha... tentu tidak, Keyra adalah putri semata wayangku" Pram hampir terbiasa menjawab pertanyaan seperti itu, semenjak banyak kolega bisnisnya mengenal Keyra. Perempuan cantik, pintar dan mandiri, tentu saja banyak yang ingin menjadikannya menantu.
Namun sayangnya mereka semua sudah kalah sebelum berperang, saat mengetahui Keyra sudah memiliki hubungan dengan putra keluarga Wijaya.
Sebenarnya Pram tidak pernah menyembunyikan identitas putrinya, namun karena dahulu Keyra memang mengatakan tidak tertarik dengan bisnis papanya dan lebih memilih bekerja di kantor yang berbeda. Sehingga banyak kolega papanya yang tidak tahu tentang Keyra.
"Dan aku beruntung, putra ku yang telah menemukan gadis cantik dan cerdas ini untuk menjadikannya menantu kami" Aldi yang akhirnya menjawab perkataan itu
Mendengar jawaban Aldi membuat semua yang berada disana tertawa. Bara dan Keyra pun ikut tertawa mendengar perbincangan mereka. Benar-benar berbeda saat sedang membicarakan bisnis.
"Maaf nona, ini minuman untuk anda" tiba-tiba ada seorang pelayan yang menghampiri Keyra dan menawarkannya segelas minuman.
Keyra melirik pada Bara yang berada disebelahnya. Karena diatas nampan yang pelayan itu bawa, hanya ada 1 gelas. "Kamu tidak minum Bara?"
"Kamu minumlah sayang, kamu terlihat lelah daritadi. Aku akan meminta minuman pada pelayan lain"
Keyra juga melihat semua keluarga dan kolega bisnisnya sudah memegang gelas mereka masing-masing. Karena sejujurnya Keyra memang sedikit haus, ia pun mengambil minuman itu.
"Terima kasih" ucap Keyra pada pelayan, dan pelayan itu pun segera meninggalkan Bara dan Keyra
*******
__ADS_1
Bruukk..
Saat Keyra akan meminum minumannya, tiba-tiba ada seorang anak kecil yang berlari dan menabraknya. Membuat minuman yang Keyra pegang tumpah. Dan anak kecil yang tadi menabraknya terduduk jatuh di tanah.
Keyra lalu berjongkok, mensejajarkan dirinya dengan anak laki-laik itu. "Kamu gak apa-apa sayang? Kamu kenapa lari-lari kan bahaya, kamu jadi jatuh gini" yang hanya dijawab gelengan oleh anak kecil itu
Keyra membersihkan baju anak itu yang sedikit kotor, kemudian membantunya untuk berdiri.
"Justinnn..."
Tiba-tiba ada seorang ibu muda menghampiri mereka, mungkin usianya sedikit lebih tua dari Keyra.
"Ya Tuhan.. Mom daritadi nyariin kamu. Kamu gak buat nakal kan?" ibu muda itu mengambil alih sang anak agar berdiri didekatnya
"Mom, kan sudah bilang jangan suka lari-lari gitu. Maafkan saya kurang waspada mengawasi anak saya, Nona." Ucap sang ibu tak enak hati, "Minta maaf sama tante" pinta sang ibu pada anaknya
"Maaf tante" ucap anak itu sambil menunduk takut
Keyra kembali tersenyum dan sedikit membungkukkan tubuhnya, "Gak apa apa, tapi lain kali jangan suka lari-larian lagi ya. Kan kasian mommy nyariin kamu" Yang dijawab anggukan dari anak kecil itu, Keyra sedikit mengelus rambut hitam anak itu.
"Astaga.. kalian disini rupanya. Daddy mencari kalian kemana-mana"
"Ahh.. Tuan Dion, ini putra anda?" tanya Bara mendekat
"Benar Tuan Bara,apakah putra saya sudah merepotkan? Mohon maafkan dia"
__ADS_1
"Tidak, Justin sama sekali tidak merepotkan. Dia anak yang manis" jawab Keyra ramah
"Syukurlah kalau begitu, sekali lagi saya mohon maaf. Dan juga selamat untuk pertunangan kalian berdua"
"Terima kasih" jawab Bara dan Keyra hampir bersamaan
"Kalau begitu kami permisi dulu Tuan, Nona" Bara dan Keyra pun hanya membalas dengan anggukan kepala.
"Kamu udah cocok banget jadi mommy" suara itu menyadarkan Keyra, yang sedari tadi tengah melamun melihat Justin menggandeng ibu nya dan mulai menjauh. Sedari tadi Bara hanya terdiam melihat interaksi Keyra dengan anak kecil itu. Karena hal itu membuat Bara membayangkan Keyra sedang merawat anak-anak mereka nanti.
"Iya, kamu udah cocok banget jadi mommy. Mama jadi tambah gak sabar kamu jadi menantu mama dan ngasi mama banyak cucu nantinya"
Dan Keyra juga melupakan bahwa dirinya masih berada di dekat orang tua mereka dan beberapa kolega bisnis, yang mungkin memperhatikan Keyra juga.
Keyra tersenyum malu "Anak itu sangat manis dan tampan"
"Nanti anak-anak kita juga tidak akan kalah lucu dan tampannya dari anak itu sayang" Bara menjawab dengan melingkarkan sebelah tangannya pada pinggang Keyra.
"Aku akan ke toilet sebentar untuk membersihkan gaunku yang terkena tumpahan"
"Perlu aku antar?" tawar Bara
"Tidak perlu, aku hanya sebentar" setelah mengatakan itu, Keyra segera berjalan meninggalkan Bara
Dan pelayan yang memberikan minuman itu pada Keyra, hanya mampu mendesah kecewa karena rencananya gagal.
__ADS_1
"Aku harus memberi kabar pada Bos" kemudian dia mencari tempat yang cukup sepi untuk menelpon
*******