BE MY BABY

BE MY BABY
PART 15


__ADS_3

Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, selama perjalanan menuju rumahnya Keyra lebih banyak diam dan memandang keluar jendela. Disampingnya Bara hanya menghela nafas, bingung harus bagaimana. Setelah cukup lama diam, akhirnya Bara memutuskan untuk bertanya pada Keyra.


 


“Keyra… Apa yang mengganggu pikiranmu? Apa pemandangan diluar sana lebih menarik dari pada pria tampan disebelahmu?” Tanya Bara mencoba menghibur Keyra.


 


Keyra berbalik menghadap Bara dan mencoba untuk tersenyum, yang Bara tahu sangat dipaksakan,“Aku tidak memikirkan apa pun” jawab Keyra singkat


 


“Jika ada yang mengganggu pikiranmu, kau bisa menceritakannya padaku. Jangan hanya memendamnya sendiri Key" desak Bara


 


Keyra menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Bara, “Aku hanya memikirkan, apakah aku bisa menjalankan perusahaan sebaik papa. Hanya itu yang aku pikirkan"


 


Bohong. Pikiran itu hanya sebagian kecil dari semua yang menjadi beban pikiran Keyra, dan Bara tahu itu. Sepertinya masih sulit bagi Keyra untuk membagi semua masalah nhidupnya pada Bara.


 


Bara menarik nafas pelan, sepertinya ia harus mengatakannya sekarang. Bara menepikan mobilnya di sebuah taman yang kebetulan mereka lewati. Kemudian berbalik menghadap gadis di sebelahnya.


 


"Sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu Key, mungkin bagimu apa yang aku lakukan sudah menganggu privacy mu. Tapi bagiku, yang aku lakukan ini adalah bentuk cintaku padamu."


 


Keyra masih diam menatap Bara, menunggu apa yang akan Bara katakan padanya.


 


Dan mengalirlah cerita Bara tentang rasa cintanya pada Keyra semenjak SMA, tentang dirinya yang memata-matai gadis itu walaupun dia sedang di luar negeri namun terhenti saat dia tahu Keyra telah memiliki kekasih. Kemudian tentang Bara yang sudah mengetahui masalah keluarganya, begitu pula masalah penghianatan yang dilakukan kekasih dan sahabatnya. Dan terakhir tentang pertemuan mereka di Jerman


 


Keyra bergeming mencerna semua yang Bara katakan. Jadi selama ini, ia telah dimata-matai? Jika dia belum tahu siapa sebenarnya Bara, mungkin dia akan kaget dengan apa yang ia dengar sekarang. Tapi sekarang, ia tidak heran bagaimana seorang Bara Revaldi Wijaya bisa melakukan semua itu. Keyra bahkan bingung dengan apa yang dia rasakan sekarang. Haruskah ia marah pada Bara? Karena laki-laki ini telah menganggu privacy nya? Atau seharusnya dia senang? Karena selama ini ternya ada laki-laki seistimewa Bara yang ternyata mencintainya sangat dalam. Keyra benar-benar bingung.

__ADS_1


 


"Key... Keyra... kamu dengerin aku? Kamu marah Key?" tanya bara beruntun, karena sedari tadi Keyra tidak merespon apapun ucapannya.


 


"Jadi selama ini, kamu udah tau semuanya Bar? Lalu semua perhatian yang kamu lakuin ke aku sampai saat ini, apa itu karena kamu kasihan sama aku? karena semua nasib malang yang aku terima?" Keyra terisak dengan pemikirannya, entahlah dia merasakan sakit yang teramat sangat, memikirkan bahwa semua kebaikan Bara hanya bentuk rasa iba pada dirinya.


 


Bara terkejut dengan tuduhan tak mendasar yang Keyra arahkan padanya. Bagaimana mungkin gadis ini berpikir, semua yang ia lakukan hanya karena rasa kasihan? Bukankah ia sudah mengatakan, bahwa ia telah mencintai gadis ini sejak SMA.


 


Bara menarik lembut tangan Keyra, membawa gadis itu masuk dalam dekapan hangatnya dan mengusap kepalanya pelan.


 


"Bagaimana mungkin setelah aku mengatakan, aku mencintaimu lebih dari 5 tahun dan kau berpikir aku kasihan padamu? Tidak Key, itu semua tulus aku lakukan karena aku mencintaimu, sangat dalam. Aku marah, marah pada semua orang yang membuat kamu menagis. Dan aku marah pada diriku sendiri yang tidak bisa melakukan apa-apa untuk melindungimu. Untuk itu sekarang, aku tidak akan menahan diriku lagi Key. Aku ingin kamu tau kalau kamu berharga, sangat berharga. dan kamu pantas bahagia."


 


Kata-kata itu, kata-kata yang pernah papa katakan pada Keyra. dan sekarang Bara mengatakan hal yang sama. Apa benar dirinya pantas bahagia?


 


 


Keyra hanya terdiam merasapi semua kelembutan yang Bara berikan padanya. Kelembutan yang sangat ia dambakan, dan rasanya ia tidak ingin kelembutan ini berakhir.


 


Bara masih menangkup pipi Keyra dengan kedua tangan besarnya dan saling menyelami keindahan mata masing-masing, "Jadi Key, ijinkan aku menggantikan semua kesedihanmu dengan bahagia. Ijinkan aku selalu melindungi mu dengan caraku. Aku ingin menjadi alasan untuk semua senyummu. Aku sangat mencintaimu. Please Be My Baby, Keyra Alenzy Aditama"


 


Keyra menunduk, tidak mampu menatap mata Bara lebih lama, "Maaf Bara..."


 


Deg...

__ADS_1


 


"Please Key... Please... Jangan tolak aku" harap Bara dalam hati


 


"Maafin aku Bara, tapi untuk saat ini. Aku belum bisa balas cinta kamu. Aku masih mau fokus sama kesembuhan papa, dan juga masalah perusahaan yang mulai besok aku tangani. Selain itu aku belum bisa memastikan hatiku, masih ada rasa takut dihatiku untuk memulai hubungan lagi Bar"


 


Bara tersenyum setelah mendengar jawaban Keyra, awalnya dia sudah berpikir buruk saat gadis itu mengatakan maaf. Tapi setelah mendengar semua alasan Keyra, gadis itu benar, harusnya ia tidak terburu-buru.


 


"Kamu benar Key, harusnya aku enggak nambah beban pikiran kamu tentang pengakuan cintaku" Bara terkekeh pelan


 


"Tapi enggak apa-apa, seenggaknya aku udah lega setelah ngungkapin semuanya sama kamu. Aku bakal tunggu sampai kamu bilang iya Key. Dan karena kamu udah tahu semua perasaanku, kamu harus siap buat nerima semua perlakuan cintaku buat kamu. Sampai hatimu akan selalu terpenuhi oleh cinta dari seorang Bara, tanpa ada tempat untuk keraguan atau pria lain" ujar Bara dengan seringaiannya


 


Keyra mengangguk mantap mendengar ucapan Bara yang penuh keyakinan. Keyra juga lega, Bara bisa menerima jawaban yang ia berikan. Dan ia bersyukur Bara mau memperjuangkannya dan lebih meyakinkan hatinya yang masih ragu.


 


Bara kembali menarik Keyra ke dalam pelukannya, mengusap kepalanya penuh sayang dan mengecupnya berkali-kali. "Terima kasih Key, Terima kasih kamu ngasih aku kesempatan buat buktiin perasaanku. Aku lega banget. Aku bakal tunggu kamu, sampai kamu terima aku"


 


"Terima kasih juga Bar, Terima kasih untuk semua perasaan kamu buat aku selama ini. Terima kasih kamu mau nunggu aku, Aku beruntung"


 


"Ya Tuhan, jika memang Bara adalah jalan kebahagiaanku. Biarkan lah aku selalu bahagia dengannya Tuhan, jangan biarkan dia pergi lagi" mohon Keyra dalam hati


 


Untuk beberapa saat Bara dan Keyra masih saling memeluk, merasakan degupan jantung masing-masing yang berdetak 2x lebih cepat. Setelah puas, akhirnya Bara melepaskan pelukannya. Kemudian melanjutkan perjalanan untuk mengantar Keyra pulang, dan membiarkan ia beristirahat. Sisa perjalan tersebut, mereka habiskan dalam diam dengan senyuman dan kelegaan di hati masing-masing.


*******

__ADS_1


Minta Coment & Like nya dongg :*


__ADS_2