
"Papa seneng kamu sudah boleh pulang, dan papa harap kamu bisa cepat mulai ke kantor"baru juga Bara memasuki ruang tengah keluarganya, namun sambutan itulah yang ia terima dari Papa nya yang baru turun dari ruang kerja. Aldi memang tidak bisa ikut menjemput Bara, karena ada beberapa pekerjaan yang harus segera ia selesaikan.
"Pa, anak kita baru aja sampai rumah. Tapi papa udah nyuruh Bara ke kantor aja"
Reva memandang tajam suaminya, yang langsung ingin Bara masuk kantor. Padahal mereka baru saja sampai di rumah.
Namun reaksi yang Bara tunjukan hanya mengangguk, "Bara langsung ke kamar ya Ma Pa, mau istirahat" Tanpa mengatakan apa pun lagi, Bara langsung menuju lantai atas. Sedangkan Aldi memandang heran sikap Bara itu.
"Ada apa dengan anak itu? Kenapa pulang dari rumah sakit malah murung gitu?"
Reva mengedikan bahu, "Kayaknya dia sedih gara-gara Keyra gak ikut jemput tadi"
Aldi hanya menggelengkan kepalanya tak percaya, ia tak menyangka kalau Keyra benar-benar berpengaruh besar bagi Bara.
*******
Bara hanya memandang kosong langit-langit kamarnya. Ia benar-benar berharap bisa bertemu Keyra hari ini. Apa karena sekarang dirinya sudah sembuh, ia tak memiliki alasan untuk bertemu Keyra lagi.
"Aku harus segera memiliki Keyra lagi" Bara mengambil posisi duduk di ranjangnya, kemudian mengambil ponselnya yang berada di meja dan mencari kontak seseorang disana.
"Halo Reno, kenapa kamu tidak pernah mengabariku soal Grace? Apa semua sudah selesai?"
"Maaf Tuan, tapi Tuan Aldi melarang saya untuk mengabari anda. Agar anda bisa fokus dengan kesembuhan anda"
__ADS_1
"Harusnya kau tetap bisa memberi tahu ku diam-diam tanpa diketahui papa. Lalu bagaimana kelanjutan soal Grace?"
"Setelah hari nona Grace datang ke kediaman Wijaya, Tuan Aldi meminta saya untuk memberitahu semua yang kita ketahui tentang nona Grace dan keluarganya. Dan selanjutnya Tuan Aldi mengerahkan beberapa orang-orangnya untuk menyelesaikan semuanya"
Ya, tentu saja papanya pasti tidak akan pernah membiarkan ada orang yang mengancam keluarganya. Apa lagi dengan fitnah kotor yang Grace lakukan, itu pasti cukup membuat marah Tuan Besar Wijaya
"Lalu apa yang terjadi dengan Grace?"
"Beberapa hari yang lalu, nona Grace sudah kembali ke negaranya. Setelah mengetahui ayahnya masuk penjara, karena kecurangan yang telah kita ungkap ke polisi. Dan saat ini nona Grace sedang menjalani pemeriksaan, karena tuntutan kita atas penjebakan yang ia lakukan di Jerman"
"Tentang kehamilan nya bagaimana?"
"Tentang itu, nona Grace benar-benar hamil tuan"
"Tentu saja itu bukan keturunan keluarga Wijaya. Karena dari pemeriksaan yang saya lakukan, kandungan itu baru berusia 4minggu. Sedangkan Anda sudah kembali dari Jerman lebih dari 6 minggu. Sepertinya nona Grace tidak memperhitungkan soal itu. Dugaan saya, itu anak dari lelaki yang membantu nona Grace saat menjebak anda"
"Bagaimana mungkin, dia berani mengakui anak itu darah daging keluarga Wijaya. Benar-benar gila" geram Bara
"Karena itu juga lah, yang membuat Tuan Aldi sangat marah dan meminta mempercepat penangkapan nona Grace"
"Tentu saja, karena aku juga akan melakukan hal yang sama jika mengetahui semua ini, aku harap Grace bisa menyadari kesalahannya dengan berada di penjara"
__ADS_1
"Tapi Tuan...
"Ada apa?"
"Paman dari nona Grace sedang mengupayakan agar status nona Grace hanya sebagai saksi, sedangkan semua kesalahan dijatuhkan pada laki-laki yang membantunya waktu itu."
"Bagaimana bisa begitu? Aku tidak mau tahu, pastikan agar Grace tidak bisa lagi kembali ke Indonesia" ucap Bara geram
"Baik Tuan" Bara langsung mematikan ponselnya. Bara cukup puas sudah bisa membuat Grace pergi, berarti hubungannya dengan Keyra tidak akan diganggu lagi
*******
"Pa, soal Grace. Terima kasih" kata Bara singkat Aldi menghentikan suapannya saat mendengar perkataan Bara.
"Sudah lah. Lagi pula Papa gak mungkin bisa diam aja, saat ada orang yang mau merusak nama keluarga Wijaya"
"Iya pa, Bara ngerti. Seharusnya Bara bertindak lebih cepat dulu, pasti semuanya tidak akan jadi begini"
"Apa yang akhirnya terjadi dengan wanita itu?" Tanya Reva ingin tahu
"Dia sudah kembali ke negara asalnya, dan sedang dalam pemeriksaan polisi" jawab Bara
"Baguslah, mama harap dia tidak pernah kembali lagi dan mengganggu keluarga kita" kesal Reva, ia masih sangat kesal mengingat Grace telah menyebabkan masalah pada keluarganya. Bagaimana bisa wanita seperti itu bermimpi ingin menjadi menantunya? Pikir Reva.
__ADS_1
Setelahnya mereka melanjutkan makan malam dalam diam, hanya denting sendok beradu dengan piring yang sesekali terdengar.
*******