BE MY BABY

BE MY BABY
PART 82


__ADS_3

"Jadi ini rencana yang kau katakan Grace?" tiba tiba suara seorang laki laki membuat Grace dan Viona menoleh ke belakang.


 


"Hans??? Bagaimana kau tau aku disini?"


 


Hans tertawa, "Tentu saja aku harus tau dimana wanita yang sedang mengandung anak ku" jawab Hans santai, sambil terus berjalan mendekati Grace


 


"Jadi anak yang di kandung Grace, anak pria ini? Tapi dia mengakui itu anak Bara? Dasar wanita gila" kata Keyra dalam hati


 


"Kau membuat rencana yang terlalu gegabah dan terburu-buru honey, harusnya kau mendiskusikan ini dulu padaku. Bahkan kau hanya membawa 5 org untuk menjaga tempat ini? Dan juga wanita ini? Apa kau tidak berpikir bagaimana berkuasanya Wijaya dan Aditama?" Grace terdiam, memikirkan perkataan Hans. Apa yang Hans katakan benar, mengapa dirinya membawa sedikit orang untuk berjaga.


 


"Tenang saja, itu lah gunanya aku disini. Aku sudah membawa orang-orang tambahan kepercayaanku untuk berjaga. Kau tenang saja" ucap Hans lagi, kemudian ia semakin berjalan mendekati Keyra.


 


"Jadi ini calon menantu keluarga Wijaya? Ternyata memang sangat cantik, seperti yang orang-orang katakan. Jadi apa yang akan kau lakukan padanya?"kata Hans menatap Grace


 


"Tentu saja aku akan menyiksanya, sampai dia sendiri yang memohon kematian padaku. Dan setelah perempuan ini mati, Bara tidak akan pernah bisa hidup bahagia. Dia akan menderita dan akhirnya mati perlahan" jawab Grace dengan tatapan tajamnya pada Keyra


 


"Kau seorang psicopath, pantas saja Bara Wijaya menolakmu berkali kali. Tapi aku menyukai itu" Hans terkekeh


 


"Sepertinya ini urusan wanita, lebih baik aku berkeliling gedung tua ini untuk melihat-lihat. Kalau kau butuh sesuatu, kau bisa menghubungi ku" kemudian Hans pergi dari sana, menyisakan Grace, Viona dan Keyra beserta 2 orang lelaki yang berjaga disekitarnya.

__ADS_1


 


"Baiklah, darimana aku bisa memulainya." Grace mulai mendekati Keyra. "Bagaimana dengan ini?"


 


"Aaarrrgghh.." Teriak Keyra


 


Grace menampar pipi kiri Keyra dengan keras, hingga membuat sudut bibirnya berdarah.


 


"Mengapa dari tadi kau hanya diam? Kau tidak ingin bergabung menyiksa nya? Ini bisa membalas sakit hatimu padanya" tanya Grace pada Viona yang sedari tadi hanya terdiam menyaksikan semuanya.


 


Viona menggeleng, "Tidak, aku tidak ingin terlibat lebih jauh. Lebih baik aku pergi" setelah mengatakan itu, Viona segera pergi dari sana.


 


*******


 


Bara sudah tiba di sebuah gedung tua di pinggiran kota, lokasi yang ditunjukan dari GPS pada cincin Keyra. Bara memarkirkan mobilnya cukup jauh dari gedung itu, agar tidak ada yang mengetahui kedatangannya. Ia juga melihat mobil Keyra yang tak jauh dari mobilnya, dan ada 1 mobil berwarna merah disebelahnya.


 


Segera Bara melepaskan sabuk pengamannya, kemudian melepaskan jas dan menggulung lengan kemeja putihnya hingga siku. Namun saat ia akan keluar, ia melihat wanita yang tampak tidak asing baginya.


Berjalan menuju mobil merah itu.


 


"Bukankah itu Viona? Jadi Viona terlibat dengan semua ini? Apa sebenarnya yang wanita itu lakukan pada Keyra. Bila sesuatu terjadi pada Keyra, aku tidak akan pernah melepaskan wanita itu" gumam Bara sambil mengepalkan tangannya

__ADS_1


 


Setelah Viona tak terlihat lagi, Bara langsung keluar dari mobil dan mulai mengendap memasuki gedung tua itu. Bara bersembunyi diantara pilar, untuk melihat situasi disana. Bisa ia lihat beberapa pria mengenakan pakaian serba hitam dan berbadan tegap sedang berjaga. Saat Bara ingin masuk lebih dalam, ponselnya berbunyi dan membuat salah satu penjaga yang terdekat darisana menyadari keberadaannya.


 


"Sialll..."


 


Baku hantam pun tak terelakan. Beruntung Bara merupakan pemegang sabuk hitam Taekwondo, jadi tidak sulit baginya melumpuhkan pria itu. Namun saat pria itu mulai menggunakan senjata, Bara sedikit kewalahan sebelum akhirnya bisa melumpuhkannya.


 


Saat itu ponselnya kembali berbunyi, akhirnya Bara mengangkat panggilan itu.


 


"Halo Tuan, tolong jangan lakukan apapun dulu. Tunggu saya dan para polisi ini tiba. Sebentar lagi kami akan sampai"


 


"Baiklah" jawab Bara singkat, kemudian mematikan ponselnya dan mensilent nya.


 


Doooorrr..


 


Suara ledakan itu menyentak Bara di persembunyiannya, membuat Bara mulai tidak tenang.


 


"Aaarrrggghh.." dan suara rintihan, yang sangat ia kenal itu pun membuat Bara tidak bisa menunggu lebih lama lagi.


 

__ADS_1


Segera ia mengambil pistol, dari orang yang sudah ia kalahkan tadi.


*******


__ADS_2