BE MY BABY

BE MY BABY
PART 22


__ADS_3

Setelah kejadian di apartemen Keyra, hubungan Bara dan Keyra tetap berjalan baik dan semakin baik. Hanya saja Bara benar-benar lebih banyak menahan dirinya, untuk tidak lagi melakukan sesuatu yang bisa menciptakan kecanggungan antara mereka.


 


Setiap ada kesempatan, Bara selalau mengajak Keyra sekedar makan siang atau makan malam. Tak jarang Bara juga mengantar jemput keyra ke kantor, walaupun Keyra sudah sering kali menolak. Tapi akhirnya Keyra hanya bisa pasrah menerima segala perhatian Bara padanya.


 


Lelaki itu juga cukup sering menemaninya di apartemen, sekedar untuk makan malam ataupun menonton DVD. Bara menepati janjinya, saat mengatakan akan selalu berusaha membuat Keyra tersenyum. Dan kenyataannya sekarang, Keyra selalu bisa tersenyum karena Bara. Bara pun sangat mensyukuri hal itu.


 


Keyra juga sudah banyak merenung tentang perasaannya, dia tidak ingin terus terperangkap oleh kenangan pahit itu. Dan dia ingin benar-benar mempercayakan hatinya pada Bara, dia tidak ingin membuat Bara menunggunya lebih lama lagi. Jadi saat nanti Bara menanyakan soal perasaannya lagi, maka dengan yakin Keyra akan menerima pernyataan cintanya.


 


Sedangkan untuk papa Keyra, semuanya masih sama. Sudah 2minggu papanya di rumah sakit, dan belum menunjukan bahwa papanya akan segera sadar. Dokter mengatakan, semua alat vital pada tubuh papanya normal dan tidak menunjukan adanya kelainan. Jadi penyebab papanya belum juga sadar, mungkin karena papanya lebih nyaman dengan dunia bawah sadarnya daripada dunia nyatanya.


 


Selama itu pula, Keyra selalu bolak balik antara perusahaan dan rumah sakit. Setiap hari ia selalu menyempatkan dirinya ke rumah sakit, kemudian bercerita pada sang papa tentang apapun yang terjadi padanya hari itu. Dan sebisa mungkin Bara selalu menemani gadis itu, jika dia memang tidak sibuk.


 


Seperti hari ini, Keyra baru saja selesai meeting di salah satu restaurant besar yang jaraknya cukup dekat dengan rumah sakit. Jadi ia memutuskan untuk langsung ke rumah sakit tanpa kembali lagi ke kantor, karena pekerjaannya di kantor pun sudah selesai. Ia segera mengambil hpnya dan mengetik pesan singkat untuk mbak Bella, bahwa ia tidak akan kembali ke kantor.


 


Saat ingin memasukan kembali hpnya, benda itu bergetar dan menampilkan sebuah nama yang mampu membuat senyuman Keyra terbit. Keyra pun segera mengangkat panggilan itu.

__ADS_1


 


Bara Calling...


 


"Halo Key.. kamu dimana? Masih di Kantor?" tanya Bara saat telpon tersambung


 


"Halo Bara.. Aku baru selesai meeting, di Resto deket rumah sakit. Jadi aku mau langsung ke rumah sakit, nggak ke kantor lagi"


 


"Kebetulan banget kalau gitu, aku juga baru selesai meeting. Aku susul kamu ke rumah sakit ya. Kita ketemu disana. Bye Keyra" tanpa menunggu balasan Keyra, Bara mematikan panggilan tersebut.


 


 


Keyra melajukan mobilnya meninggalkan parkiran Resto dan menuju ke Rumah sakit. Beberapa menit kemudian, mobil yang dikendarai Keyra telah sampai pada tujuannya. Keyra segera turun dan berjalan pelan memasuki lorong rumah sakit untuk menuju ruang rawat papanya.


 


Sesampainya di depan ruang rawat sang papa, tanpa pikir panjang Keyra langsung membuka pintu di depannya.


 


Ceklek...

__ADS_1


 


Keyra belum menyadari bahwa ada 2 pasang mata yang tengah memperhatikan pergerakannya. Sampai ia menutup pintu dan berbalik. Keyra membeku, tubuhnya seakan terpaku di tempat melihat seseorang yang berada dihadapannya. Seorang wanita yang sangat ia rindukan, seseorang yang berarti bagi hidupnya, namun seseorang yang juga telah menorehkan luka pada hatinya.


 


Dengan seorang lelaki paruh baya yang dengan setia melingkarkan lengannya pada sang wanita. Keyra tidak pernah mengenal wajah lelaki itu, tapi dengan sikapnya kepada sang wanita mungkin lelaki itu lah alasan Keyra di tinggalkan. Keyra tersenyum getir.


 


Keyra berusaha membekukan hatinya, bergerak maju mendekati ranjang sang papa. tanpa berniat menyapa 2 pasang mata yang masih memperhatikannya.


 


"Key..." ucap sang wanita memecah keheningan ruangan itu


 


Keyra bergeming, dia tidak menoleh ataupun menjawab ucapan tersebut.


*******


Mohon dukungannya Guysss..


Vote..


Like..


Coment..

__ADS_1


Favorit kan..


Terima kasih :D


__ADS_2