
Bara sudah tiba di rumah sakit, sebelumnya dia sudah membelikan sarapan untuk Keyra. Saat Bara masuk ke dalam ruang rawat papa Keyra, ternyata ruangan kosong tidak ada Keyra di dalam. Tapi sesaat, terdengar suara air dari toilet dan tidak lama muncul wajah cantik Keyra walaupun mata Keyra masihterlihat sembab dan lelah. Tapi di mata Bara, Keyra selalu terlihat cantik.
"Hai" sapa Bara saat melihat Keyra masih sibuk merapikan pakaiannya tanpa menyadari kehadiran Bara.
"Ha-i.." jawab Keyra terbata sedikit terkejut karena tidak menyadari keberadaan Bara. "Kau sudah lama?"
"Belum, aku baru sampai. Ini aku bawakan sarapan untukmu." Bara menyerahkan sebungkus bubur ayam kehadapan Keyra.
"Terima Kasih, tapi aku belum lapar. Kau sudah sarapan?" Keyra menerima bungkusan bubur ayam itu dan meletakkannya di atas meja.
"Aku sudah sarapan di rumah. Sebaiknya kau makan dulu Key, bukankah semalam kau belum makan?"
"Ak... " ucapan Keyra terpotong karena suara ketukan pintu. Dan ternyata yang datang adalah Lukas asisten pribadi papanya dan seorang perempuan cantik, yang sepertinya lebih tua beberapa tahun dari Keyra.
“Selamat pagi nona Keyra, perkenalkan perempuan ini adalah Bella. Sekretaris pribadi Tuan Pram. Ada yang ingin Bella sampaikan pada nona” ucap Lukas
"Selamat pagi, Saya Keyra, mbak" ucap Keyra sambil menjabat tangan Bella
__ADS_1
"Ada sesuatu yang penting, yang perlu saya sampaikan pada Nona Keyra tentang perusahaan"
“Baiklah mbak, kalau begitu kita bicara di kantin saja. Sebentar lagi juga bi Minah akan kemari untuk menggantikan ku menjaga papa. Sekalian aku menghabiskan sarapan yang sudah dibawakan Bara” Keyra mengambil bubur ayam yang sebelumnya ia letakkan diatas meja, kemudian menatap Bara, “Kau bagaimana Bar?”
“Aku akan menemanimu Key, kebetulan hari ini aku masih libur”
“Baiklah kalau begitu..” Sebelum Keyra pergi, dia mendekati ranjang papanya menggenggam tangannya sebentar, “Pa, Keyra pergi dulu ya. Sebentar lagi bi Minah yang akan menemani papa disini. Papa cepat sembuh ya pa, Cuma papa yang Keyra punya sekarang” Keyra mengecup dahi sang papa lembut dantanpa sadar sebulir air mata lolos dari matanya, kemudian ada tangan kekar yang merangkulnya seolah menguatkan.
“Om Pram pasti akan cepat sembuh Key, aku yakin itu. Dan kamu jangan pernah merasa sendiri, ada aku.” Kata Bara menenangkan “Ayo, Mbak Bella sudah menunggu”
Sesampainya dikantin rumah sakit, Keyra duduk berhadapan dengan Bella dan Bara duduk disebelanya. Bella datang menemui Keyra untuk membicarakan beberapa masalah yang sedang terjadi di perusahaan papanya, karena papanya yang sekarang masih dalam keadaan koma maka Keyra diharapkan agar bisa menggantikan posisi papanya. Awalnya Keyra ragu untuk mengambil tanggung jawab sebesar itu. Memang selama ia di Jerman, cukup banyak masalah perusahaan yang mampu ia tangani dengan baik.
Namun perusahaannya yang di Jerman masih tergolong baru dan permasalahannya pun masih dalam lingkup yang wajar, sedangkan perusahaan yang dipimpin langsung oleh papanya adalah perusahaan pusat yang mampu mempengaruhi perusahaan cabangmya yang lain.
Karena hal itu lah, Keyra masih merasa bahwa dirinya belum mampu. Namun disaat ia sendiri tidak yakin dengan kemampuannya, Bara meyakinkannya bahwa ia pasti bisa mengatasi semuanya dengan baik dan Bara berjanji akan membantunya jika ada sesuatu yang tidak dia pahami. Hal itu dapat memberi sedikit keyakinan pada diri Keyra dan akhirnya menyanggupi untuk menggantikan posisi papanya.
__ADS_1
Setelah menghabiskan waktu hampir 2 jam untuk membicarakan perusahaan, akhirnya Bella pamit pulang dan Keyra pun memutuskan untuk kembali ke kamar inap Papanya yang masih ditemani Bara. Ternyata sudah ada biMinah yang menunggui papanya.
“Eh, non Keyra.. Non Keyra tidak pulang? Non Keyra kan sudah semalaman disini. Lebih baik non pulang dan istirahat sebentar, biar bibi yang menjaga Tuan disini.”ucap Bi minah
“Benar Keyra, sebaiknya kamu pulang dan istirahat sebentar. Wajahmu terlihat sangat lelah. Aku tidak mau kau sampai sakit dan aku yakin Om Pram juga pasti tidak ingin itu terjadi. Biar aku yang mengantarmu pulang” Bara menimpali ucapan biMinah sambil menggenggam lembut tangan Keyra.
Keyra melihat tangannya yang digenggam Bara, kemudian beralih menatap mata Bara yang meneduhkan. Keyra mengangguk sebagai jawabannya pada Bara, kemudian berpamitan pada bi Minah dengan memeluknya.
"Tolong jaga papa ya bi, saya akan istrirahat sebentar. Jangan lupa kabari saya kalau ada apa-apa. Nanti malam saya kesini lagi."
"Baik non, bibi akan menjaga Tuan, Non Keyra gak perlu khawatir"
"Makasi Bi"
Kemudian Keyra mencium pipi papanya yang masih setia menutup matanya. Setelah itu ia mengikuti Bara menuju mobilnya.
*******
__ADS_1
Like & coment guyss