
KEYRA POV
Aku memeluk papa yang sudah meluangkan waktunya dengan mengantarkanku kebandara, aku memutuskan
untuk mengelola cabang perusahaan papa yang sedang berkembang di Jerman. Selain di Indonesia, perusahaan papa juga cukup terkenal di beberapa negara. Walaupun belum sebesar perusahaan Wijaya Group, yang merupakan perusahaan terbesar di Indonesia dan sudah memiliki banyak cabang di berbagai negara. Pergi ke Jerman memang tidak pernah terpikirkan olehku, tapi setelah semua yang terjadi mungkin aku butuh waktu untuk memperbaiki hatiku yang hancur.
“Kau tidak semestinya sampai melarikan diri seperti ini” desah papa sambil membelai rambutku. “Ini semua salah papa, ibumu sakit karena papa, dan dirimu juga”
“Papa, berhenti menyalahkan dirimu sendiri, aku kuat sepertimu, aku hanya ingin bekerja lebih rajin sekarang. Bukankah itu yang papa inginkan dari dulu?” ucapku sambil memeluk papa dan berusaha menampilkan senyum terbaik ku agar papa tidak khawatir
“Apa karena masalah ini sehingga membuat mu mau bekerja diperusahaan keluarga? Bukannya dulu kamu sangat menolaknya?” tanya papa sambil menatapku lekat
“Aku rasa, aku sudah cukup dewasa sekarang, bukankah cepat atau lambat pasti aku akan menjalankannya, jadi kenapa aku harus menunda lagi? Aku harus belajar dari sekarang kan?”
“Kamu mendoakan papa mu lekas mati?”
“Astaga papa, papa bilang apa? Mana mungkin Key rela kehilanganmu? Papaakan hidup 100tahun lagi, melihatku menikah, dan mempunyai anak-anak yang lucu”
“Hei anak bodoh, bagaimana mau menikah kalau kamu tidak memiliki pacar sama sekali? Apa papa harus menjodohkanmu dengan salah satu anak kolega papa? Mungkin saja, salah satunya ada yg cocok denganmu” kata papa tersenyum jahil
Aku tersenyum kecut mendengar ucapan papa. Papa memang tidak pernah tahu jika aku berpacaran dengan Bayu, bahkan setelah tiga tahun kami bersama. Entah lah, Bayu tidak pernah ingin aku mengenalkannya pada papa sebagai kekasihku. Jadi papa hanya tahu bahwa dia adalah sahabatku sama seperti Viona.
Namun jika dipikirkan sekarang, mungkin alasan Bayu tidak ingin aku perkenalkan sebagai kekasih pada papa, karena memang sejak awal hubungan kami semuanya hanya kebohongan yang dibuat Viona dan Bayu untuk balas dendam padaku.Aku tertawa getir mengingatnya.
“Aiiish, ini bukan jaman siti nurbaya pa. Papa ku sayang, aku hanya memilih yang terbaik, apa papa mau aku segera mendapatkan pacar tapi malah tak baik untukku? Papa mau putrimu ini disakiti?” kataku pura-pura merengek. “Aku ingin menikah karena saling mencintai pa, bukan karena perjodohan atau alasan lainnya. Aku harap papa mengerti”
“Baiklah, maafkan papa. Papa tidak akan melakukan hal yang tidak disukai putri kesayangan papa ini”
“Dan kamu harus ingat tidak akan ada yang bisa menyakiti putri kecilku Keyra Alenzy Aditama, tak akan ada yang bisa menyakiti keluarga Aditama selama papamu ini masih hidup” katanya tegas.
“Tentu saja Tuan Pramudya Aditama…” kataku sambil tersenyum jahil pada papa, dan membuat papa terkekeh pelan. “Tapi aku sudah dewasa pa, bahkan aku sudah hampir 25tahun. Bukan anak kecil lagi. Ya sudah, Jaga diri papa baik-baik. Bila papa membutuhkanku, aku akan terbang pulang menjemput papa”
“Bagi papa, kamu akan selalu menjadi putri kecil papa, dan selamanya akan seperti itu" jawab papa lembut. "Bagaimana jadinya papa tanpamu?”papa mengeratkan pelukan kami dan menatapku sendu
“Baiklah pa, aku akan selalu jadi putri kecil kesayangan papa. Hmm... kalau papa mau membuatku membatalkan
penerbangan, aku akan dengan senang hati membatalkannya”kataku sambil pura-pura berpikir
Tok… papa menjitak keningku pelan tapi aku sengaja mengaduh dengan kerasnya.
“Kau menyakiti putri keluarga Aditama, Tuan” gerutuku sambil mengelus-elus keningku
“Oh ya? Maafkan aku tuan putri” kata papa lalu tertawa. Aku segera memeluk papa kembali.
Diantara papa dan mama, memang aku lebih dekat dengan papa. Karena menurutku papa yang selalu bisa mengerti aku dibanding mama dan bagi semua anak perempuan seorang ayah merupakan cinta pertamanya yang tidak akan pernah menyakiti dirinya. Pasti berat bagi papa untuk melepaskanku setelah ia menceraikan mama yang ingin hidup dengan cinta pertamanya, tapi apa boleh buat, aku melakukan ini juga untuk menata hatiku kembali.
“Aku menyayangimu, pa. sangat menyayangimu”mataku mulai berkaca kaca saat mengatakannya
__ADS_1
“Aku lebih menyayangimu, tuan putri. Berbahagialah, jangan pernah menangis demi seseorang yang buruk. dirimu berharga, kau tahu itu…” dan kata-kata itu berhasil membuat setetes air mataku lolos, kata-kata papa terngiang terus ditelingaku.
Ya, aku harus berbahagia.Ini ceritaku, ini jalan hidupku, aku tak mungkin menyerah semudah itu.
Nanti tokoh utama akan menemukan cinta sejatinya, sama seperti kisah drama yang sering aku tonton, semua akan membaik. Aku percaya itu...
*******
Author POV
Saat ini Keyra sedang membaca sebuah novel didalam pesawat, ia merasakan ada seseorang yang memerhatikannya sedari tadi tapi sengaja ia mengacuhkannya. Tapi kali ini saat Keyra meletakkan novel romansanya dan mengarahkan pandangannya kepada seorang lelaki yang duduk disebelahnya.
“Apa aku mengenalmu?” tanya Keyra mencoba ramah pada laki-laki itu, membuat Laki-laki itu tersenyum sekilas dan senyuman itu seakan mengingatkannya pada seseorang
“Kau melupakanku, Keyra?” tanya lelaki itu dengan tatapan tajamnya
“Bara? Bara Revaldi?” pekikku dan spontan aku langsung memeluknya.
“Jadi setelah lebih dari lima tahun kau bahkan melupakanku?”
“Maaf, bukan maksudku begitu tapi kau sangat berubah, aku sampai tak bisa mengingatmu lagi." Kata Keyra
merasa bersalah karena sempat melupakan laki-laki tersebut
"Tak apa, penampilan ku memang banyak berubah setelah lebih dari lima tahun." ucap Bara sambil tersenyum tipis, " Namun hatiku tidak pernah berubah Key" tambahnya dalam hati
"Ya kau banyak berubah, dari yang terakhir ku ingat" jawab Keyra sambil tersenyum. "Kebetulan sekali kita bisa bertemu didalam pesawat seperti ini, bahkan duduk bersebelahan"
"Bisa disebut kebetulan, bisa juga tidak" batin Bara
1 minggu sebelum keberangkatan Keyra ke Jerman
Tokk.. Tokk..Tokk
"Masuk" ucap seorang pria tampan yang sedang berkutat dengan berkas berkas penting dari balik meja kebesarannya
"Selamat Siang Tuan, saya membawa informasi tentang Nona Keyra Aditama."
Satu nama itu cukup membuat gerakan tangan pria tampan itu berhenti, kemudian menatap tajam asistennya untuk melanjutkan ucapannya yang terpotong.
"Dari informasi yang saya dapat, Nona Keyra mengajukan resign di perusahaannya. Itu karena penghianatan yang dilakukan kekasih dan juga sahabat Nona Keyra, ditambah perceraian yang akan dilakukan kedua orang tua nya"
Informasi itu cukup membuat Bara terkejut. Karena dari informasi yang terakhir dia dapat, hubungan Keyra sangat mesra dengan kekasihnya dan keluarganya pun harmonis.
Ya, pria tampan itu adalah Bara Revaldi Wijaya. Putra satu-satunya keluarga Wijaya, namun tidak banyak yang tau tentang itu. Karena Bara jarang memperkenalkan nama keluarganya. Orang-orang hanya mengetahuinya sebagai Bara Revaldi, bahkan teman-teman sekolahnya pun hanya sedikit yang mengetahuinya.
"Lalu informasi apa lagi yang kau dapatkan?" tanya Bara pada asistennya yang bernama Reno.
"Kabarnya minggu depan Nona Keyra akan berangkat ke Jerman, untuk mengurus perusahaan papanya yang mulai berkembang di Jerman. Namun saya pikir itu juga sebagai pelarian Nona Keyra dari masalah yang sedang ia hadapi sekarang" tutup Reno setelah memberitahu Bara tentang semua informasi yang dirinya ketahui.
"Carikan aku tiket yang sama dengan jadwal penerbangan Keyra, bahkan bila perlu yang bersebelahan dengannya. Aku akan ke Jerman untuk beberapa waktu, bukan kah terakhir kau bilang ada masalah pada perusahaan cabang di Jerman? Jadi aku akan mengeceknya langsung, juga untuk undangan pernikahan anak Mr. Alex di Jerman,
__ADS_1
aku yang akan datang" ucap Bara yakin dengan senyuman bahagia yang sudah lama tidak ia tunjukan
"Baik Tuan, saya akan mempersiapkan semuanya. Permisi" jawab Reno, kemudian pergi meninggalkan ruangan Bara untuk mempersiapkan semua yang Bara butuhkan
Keyra adalah teman semasa SMA Bara, gadis cantik dengan mata hitam pekatl rambut hitam panjang dan
senyuman manisnya. Gadis yang ia cintai, namun belum bisa ia dapatkan. Keyra seakan menjauh setiap ia ingin berdekatan dengan gadis itu, bahkan disaat-saat terakhir SMA nya pun Bara tak dapat mengatakan perasaannya. Karena tuntutan sang papa yang memaksanya untuk melanjutkan Kuliahnya diluar negeri, sekaligus untuk menemani sang nenek yang sedang sakit. sehingga dia pun harus merelakan Keyra. Namun sayangnya sang nenek meninggal setahun setelah ia berkuliah disana.
Tetapi entah apa yang Keyra lakukan terhadapnya, Bara sama sekali tak mampu melupakannya. Sehingga ia meminta orang kepercayaannya untuk selalu mengawasi Keyra dan memberi kabar tentang Keyra. Mungkin Bara sudah pantas dikatakan penguntit, tapi dia tidak peduli karena mengetahui kabar Keyra adalah hal yang sangat menyenangkan baginya.
Namun semenjak tiga tahun lalu, semenjak asistennya mengabarkan bahwa Keyra telah memiliki kekasih. Bara tidak pernah bersemangat lagi mengetahui kabar Keyra. Dan mulai memutuskan untuk melupakannya, juga mencari wanita lain untuk dia kencani. Tapi tidak ada yang benar-benar bisa mendebarkan hatinya seperti Keyra.
Dan sekarang kabar putusnya Keyra dengan kekasihnya, seperti menjadi pintu untuk Bara kembali menemukan debaran hatinya yang dulu. Kali ini ia harus berhasil mendapatkan Keyra, tekadnya dalam hati.
FLASHBACK OFF
"Bara... Bara... kau melamun?" tanya Keyra sambil mengguncang pelan lengan Bara
"Ahh.. tidak, aku hanya teringat sesuatu" jawab Bara tersenyum canggung karena ketahuan sedang melamun. "Jadi ada perlu apa kamu ke Jerman Key?" tanya Bara untuk menutupi kecanggunngannya
“Aku akan mengelola bisnis papa disana, hitung-hitung belajar sedari sekarang” jawab Keyra dengan senyum manisnya, senyuman yang sudah lama dirindukan Bara. "Kalau kamu sendiri, untuk apa ke Jerman?"
"Oh, aku menggantikan papa untuk datang ke acara pernikahan anak kolega nya, selain itu juga ada beberapa pekerjaan" dan dijawab anggukan kepala oleh Keyra
Bara Revaldi adalah teman Keyra dimasa SMA dulu, sebelum Keyra mengenal Viona dan Bayu. Dia merupakan siswa terpopuler di SMA nya karena ketampanannya, apa lagi dia merupakan Ketua Karate di sekolah dan pernah beberapa kali mengikuti kejuaraan Nasional. Bisa dibayangkan seberapa banyak perempuan yang menyukainya, termasuk Keyra sendiri.
Keyra pun pernah cukup dekat dengan Bara, dan kedekatan itu menyebabkan banyak perempuan sekolahnya tidak menyukai Keyra. Bahkan pernah ada yang sampai ingin mencelakainya, karena itu Keyra mulai menjauhi Bara tanpa Bara tahu apa alasannya. Sampai diakhir masa SMA nya, Keyra mendapat kabar bahwa Bara melanjutkan kuliahnya di luar negeri. Dan semenjak itu Keyra tidak pernah lagi mendengar kabar tentang Bara.
"Jadi, bagaimana kabarmu selama lebih dari 5 tahun ini Key? apa semuanya baik?" tanya Bara memecah keheningan yang sempat tercipta diantara mereka.
Keyra menarik nafas pelan sebelum menjawab, "Hmm... aku baik dan semoga semua bisa selalu baik" ada kesedihan yang Bara tangkap dari mata gadis disebelahnya, kesedihan yang berusaha gadis itu tutupi.
“Bagaimana denganmu Bara? terakhir yang aku dengar kamu melanjutkan kuliah di luar negeri bukan. Apa semuanya lancar?"
"Tentu saja semua lancar, aku langsung mengambil double degree pada perkuliahan ku. dan aku bisa menyelesaikannya dengan segera." ujar Bara dengan senyum bangga
Akhirnya mengalirlah cerita mereka selama lebih dari lima tahun tidak bertemu. Kecuali cerita tentang Viona dan Bayu, Keyra seakan ingin menghapus nama mereka dari kenangannya. Beberapa kali Bara maupun Keyra tertawa karena cerita mereka masing-masing. Dan tanpa Keyra sadari, karena Bara dirinya dapat sejenak melupakan kesedihan hatinya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 18jam, akhirnya mereka tiba di Frankfurt Airport.
“Keyra, Bila ada waktu bisakan kita bertemu lagi?”
“Tentu saja, bila kita sama-sama tak sibuk”
"Kalau begitu beri aku nomor ponselmu,agar aku bisa menghubungimu nanti" ucap Bara sambil menyodorkan ponselnya pada Keyra
Keyra tersenyum dan memberikan nomor ponselnya pada Bara. Setelah itu mereka berpisah, Bara mengukir senyumaan manisnya sambil memperhatikan punggung Keyra yang semakin menjauh dari pandangannya.
__ADS_1
*******
Jangan Lupa Like & Comentnya ya.. :*