
Reva menutup mulutnya setelah mendengar semua cerita Bara.
"Astaga Bara, kenapa kamu tidak pernah menceritakan hal itu pada kami? Tapi apa benar kamu tidak tidur dengan Grace itu?"
"Awalnya aku memang sempat ragu ma, karena aku tidak mengingat apa-apa malam itu. Karena itu aku minta Reno untuk segera mencari tahu semua kebenarannya, dan aku sudah dapat bukti berupa CCTV kalau memang aku di jebak malam itu."
"Siapa sebenarnya Grace yang kamu maksud ini Bara? Kenapa dia bisa sangat berani menjebak dan mengancam pewaris keluarga Wijaya?" Tanya Aldi geram, dia tidak menyangka ada seorang wanita yang berani menjebak putranya seperti itu
"Dia Grace Jakcson Pa, putri dari Peter Jakson. Kurasa papa mengenalnya, dia salah satu pengusaha besar di Ausie."
"Peter Jakcson? Ya papa kenal dia, dulu perusahaan itu sempat menawarkan kerjasama dengan perusahaan kita. Tapi papa menolaknya karena papa tahu kalau perusahaannya tidak sehat. Dan juga Peter Jakson yang terkenal akan perbuatan curangnya saat berbisnis. Kau harus berhati-hati Bara, karena bukan tidak mungkin putrinya
akan mewarisi sifat curang ayahnya"
"Bara tahu pa, karena itu sekarang Bara sedang merencanakan untuk menjatuhkan perusahaan itu pelan-pelan. Bara gak akan lepasin dia setelah apa yang dia lakukan."
Aldi menganggukkan kepalanya, "Kalau kamu butuh bantuan, kamu tinggal bilang sama papa"
"Iya pa, Bara tahu"
"Lalu apa yg kamu lakukan sampai Keyra memilih pergi ke Singapura?" Tanya Reva kemudian
"Semalam Grace datang ke kantor, dia ngancam Bara lagi. Dan dengan gak tahu dirinya, dia nyium bibir Bara bertepatan dengan Keyra masuk ke ruangan Bara. Keyra salah paham ma, bahkan Reno ada di ruangan itu dan tahu apa yang terjadi sejak awal"
"Ya Tuhan Bara, tentu saja Keyra sangat kecewa dengan apa yang ia lihat. Bahkan disaat ia ingin memberi kejutan istimewa untukmu"
__ADS_1
"Tapi ma.."
"Apa pun pembelaanmu Bara, mama tidak akan membelamu. Kamu tahu Keyra sudah mama anggap, putri mama sendiri. Jadi apapun keputusannya nanti, bila dia tidak bisa memaafkanmu maka jangan memaksanya. Kamu juga harus ingat bagaimana dulu Keyra dihianati, dan sekarang kamu melakukan hal yang sama."
"Mama mu benar Bara, akan sangat sulit bagi Keyra untuk memaafkanmu. Apa lagi sekarang ditambah Pram pasti akan lebih melindungi Keyra, dia tidak akan rela putri kesayangannya terus tersakiti. Bahkan bisa saja Pram tidak akan mengijinkanmu bertemu Keyra lagi, papa sangat tahu bagaimana sifat sahabat papa itu."
"Bara ngerti pa, tapi gimana pun Bara harus jelasin ke Keyra semuanya. Dan Keyra harus tahu kalau Bara gak pernah hianatin dia, dan Bara cuma cinta sama dia. Bara juga bakal yakinin Om Pram, Bara gak bakal nyerah"
Aldi menganggukkan kepalanya, ia bangga dengan sikap putranya yang pantang menyerah. Ia menepuk pelan pundak Bara, kemudian berdiri dari duduknya.
"Ya sudah, lebih baik sekarang kita makan malam. Obrolan ini membuat papa sangat lapar"
Aldi berjalan duluan menuju meja makan, kemudian diikuti oleh Reva dan Bara di belakangnya.
Tokk.. tokk.. tokk
"Masuk" kata Bara sambil terus fokus membaca laporan perusahaannya, sambil sesekali memijit pangkal hidungnya
"Selamat siang tuan, saya ingin memberi tahu. Kalau besok kita ada meeting dengan Aditama Corp, untuk membahas proyek di Bali yang sudah hampir selesai"
Mendengar nama Aditama Corp, Bara langsung mengangkat kepalanya menatap Reno. Sudah seminggu sejak kepergian Keyra, dan Bara sama sekali tidak bisa menghubunginya. Bahkan ia tidak bisa menyusul gadis itu, karena perkataan papa nya yang menyuruhnya untuk menunggu gadis itu pulang.
Selama seminggu ini juga, pola kehidupan Bara sangat berantakan. Ia lebih seringmenghabiskan waktunya di kantor, dan tidur di kamar pribadi yang ada di ruangannya. Sering melupakan makan siang dan makan malamnya, jika tidak mama nya yang membawakan makan siang. Bisa dipastikan ia tidak akan makan siang, dan lebih memilih
__ADS_1
berkutat dengan laporan-laporan di mejanya.
Juga kebiasaan minum minuman keras nya belakangan ini, karena ia sering tidak bisa tidur akibat selalu memikirkan Keyra. Akhirnya ia memilih minum-minum semalaman, dan paginya ia akan sulit bangun untuk bekerja.
Bahkan Aldi pernah sampai turun tangan untuk menghadiri meeting penting, karena Bara yamg harusnya hadir masih mabuk parah hingga pagi sehingga Aldi yang harus menggantikan. Aldi dan Reva sampai tidak tahu harus bagaimana menghadapi Bara yang jadi seperti ini.
"Tuan... Apa anda mendengar saya?" Seru Reno mengagetkan Bara. Ternyata daritadi Bara melamun.
"Ya.. jam berapa meeting akan diadakan? Dimana? Apa Keyra yang akan datang?" Tanya Bara beruntun dan seakan tidak sabaran
"Meeting diadakan jam 10, di perusahaan Aditama. Untuk kehadiran nona Keyra, saya tidak tahu Tuan. Tapi sepertinya Lukas yang masih menggantikan nona Keyra"
Bara menghembuskan nafas gusar, padahal ia kira besok ia bisa bertemu dengan gadis yang sangat ia rindukan itu.
"Baiklah, apa ada lagi?"
"Saya juga ingin menyampaikan, kalau kita sudah berhasil mendapatkan sebagian besar saham perusahaan Nona Grace. Bahkan kita dapat membelinya dengan harga murah. Setelah saya memberi tahu tentang semua kebusukan perusahaan itu, para investor lama dengan segera menjual saham yang mereka miliki pada kita"
Bara menyeringai, "Bagus, itu yang aku tunggu-tunggu. Sekarang kita tinggal menunggu pergerakan Grace, jika ia masih berani macam-macam denganku. Maka segera lakukan yang harus kau lakukan"
"Baik Tuan, saya mengerti. Kalau begitu saya permisi"
Bara mengangguk pelan, kemudian Reno segera meninggalkan ruangan Bara.
__ADS_1
"Saat kamu berani mengusik Bara Revaldi Wijaya, harusnya kamu tahu resiko yang akan kamu dapatkan Grace" gumam Bara dengan tatapan tajamnya.
******