
Keyra sudah berada di Indonesia sejak 2hari lalu, dan sekarang ia sedang menikmati masa istirahat yang di berikan oleh papanya. Tadi papanya sudah berangkat ke kantor, dan sekarang Keyra sedang bermalas-malasan diatas kasurnya.
"Hmm.. ternyata diem di rumah aja, ngebosenin banget. Mending aku belanja deh, udah lama banget kayaknya gak ke mall" gumam Keyra bermonolog
Kemudian segera Keyra bangkit dari tempat tidurnya, dan langsung bersiap-siap untuk pergi.
30menit kemudian, dia sudah siap dan segera menuju mobil kesayangannya untuk pergi ke salah satu mall terbesar di Jakarta.
Sudah hampir 2 jam ia berkeliling, tapi baru 2 paper bag yang ia bawa. Karena sebenarnya Keyra memang tidak terlalu suka shoping. Jika disuruh memilih antara shoping atau ke pantai, dia pasti akan lebih memilih ke pantai.
"Keyra..."
Saat Keyra akan memasuki salah satu toko, ia mendengar seseorang memanggilnya. Dengan segera Keyra mencari asal suara orang yang memanggilnya.
"Mama Reva." Keyra melihat Mama Reva yang berjalan mendekatinya dengan beberapa paper bag di tangannya.
"Ya ampun, udah berapa lama ya gak ngeliat kamu. Mama kangen banget" Mama Reva segera memeluk Keyra untuk melepas rindu dan Keyra pun membalas pelukan hangat itu.
"Iya Keyra juga kangen banget"
"Kamu udah susah banget dihubungin ya. Mama telpon gak pernah diangkat"
"Maaf ma, Keyra gak maksud gitu.."
"Udah udah, kita cari tempat ngobrol aja yuk. Gak enak berdiri kayak gini. Mama pengen ngobrol banyak sama kamu sayang"
__ADS_1
Keyra pun tidak bisa menolak dan mengikuti Reva menuju salah satu cafe yang ada di mall tersebut.
*******
Mereka telah selesai menyebutkan pesanan yang diinginkan, baik Keyra dan Reva memilih hanya memesan kopi dan beberapa kue.
"Jadi kenapa kamu gak pernah angkat telpon mama lagi Key?" Akhirnya Reva membuka suara
"Bukan maksud Keyra kayak gitu, tapi selama Key di singapura memang Key pakai nomor lain. Dan baru 2hari Keyra pulang, tapi nomornya belum sempat Keyra ganti."
"Keyra sayang, mama udah tau soal kamu dan Bara. Dan mama disini gak akan bela Bara. Tapi bagaimanapun kalian nantinya, kamu akan tetap mama anggap anak mama. Mama sedih waktu kamu gak pernah ngubungin mama" Reva mengenggam tangan Keyra yang berada di depannya.
"Maafin Keyra ya ma. Keyra juga udah anggap mama sebagai mama nya Keyra, walaupun akhirnya Keyra gak bakal sama Bara lagi" Keyra memaksakan senyumnya
"Apa kalian benar-benar gak akan bersatu lagi? Mama tahu kalian saling mencintai. Apa kamu udah bisa ngelupain Bara?"
Pesanan mereka tiba, dan mereka memilih untuk menikmati kopi mereka masing-masing sebelum kembali berbincang.
"Kamu keliatan lebih kurus dari terakhir kita ketemu Keyra" Keyra pun hanya tersenyum menanggapi ucapan Reva
"Kamu tahu Key, Bara berantakan banget setelah kamu tinggal. Dia lebih sering tidur di ruangannya di kantor daripada pulang ke rumah. Dan sekarang dia sering mabuk, karena tiap malam dia gak bisa tidur gara-gara keinget kamu. Dia juga sering ngelupain makan siang atau makan malamnya. Jadi mama yang sering nganterin dia makan siang, dan nungguin dia ngabisin makan siangnya dulu baru mama pergi. Papanya juga sekarang sering gantiin dia meeting kalau dia habis mabuk semalem"
Keyra hanya diam tak bergeming mendengar cerita dari Reva, apa benar Bara sampai begitu? Tapi kenapa? Bukankah dia yang sudah menyakitiku? Batin Keyra
"Ini aja, mama baru dari kantornya Bara buat nganterin makan siang buat dia" Dan Keyra masih terdiam.
__ADS_1
"Sayang, mama tahu kamu kecewa sama Bara. Apa lagi kamu ngeliat semuanya, tapi terkadang apa yang kita liat belum tentu kebenarannya sayang."
"Maksud mama apa? Aku ngeliat Bara ciuman sama wanita lain. Dan itu ngingetin aku sama luka lama aku ma, itu sakit banget rasanya." Keyra mengatakannya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Mama ngerti sayang. Tapi mama gak berhak ngasi tau semuanya, karena Bara yang harus ngejelasin ke kamu. Mama cuma berharap kamu mau ketemu Bara dan dengerin penjelasan dia."
Keyra menggeleng, "Keyra belum siap buat ketemu Bara lagi"
Reva menghembuskan nafas pelan "Ya sudah, mama gak mau maksa kamu. Tapi kalau waktunya sudah tepat, mama harap kamu bisa dengerin penjelasan Bara. Dan kamu harus tetep sering nemenin mama belanja atau masak di rumah ya, dan juga jangan nolak telpon mama"
Keyra tersenyum hangat, "Asalkan gak ketemu Bara, Keyra pasti mau nemenin mama masak"
"Tenang sayang, nanti kamu bisa ke rumah mama waktu makan siang. Bara kan di kantornya, jadi kamu gak akan ketemu dia"
"Iya ma, nanti Keyra kesana. Mama tinggal telpon Keyra, Keyra pasti dateng. Soalnya Keyra juga bosen di rumah"
"Oya, mama sampai lupa nanya ke kamu. Kenapa jam segini kamu ada di mall Key, bukannya di kantor?"
"Papa ngasi aku cuti ma, katanya biar aku istirahat dan menghibur diri. Tapi aku malah bosen di rumah terus, jadi aku ke mall. Dan malah ketemu mama." Keyra tersenyum lembut
"Wahhh.. kebetulan banget kalau gitu. Jadi nanti kalau mama bosen, mama bisa telpon kamu buat nemenin mama masak atau belanja. Dan nanti gantian, kalau kamu bosen tinggal telpon mama"
Keyra hanya tersenyum dan mengangguk menjawab perkataan Reva, kemudian Reva memeluk Keyra sayang dan Keyra pun membalas pelukan Reva.
Tiap orang yang melihat interaksi mereka pun dibuat iri dengan kekompakan 2 wanita berbeda generasi tersebut. Dan tak sedikit yang mengira bahwa mereka adalah sepasang ibu dan anak sungguhan.
*******
__ADS_1