
Hari ini Bara sudah berada di perusahaan Aditama Corp, dan sekarang ia sudah berada di ruangan meeting dengan beberapa orang tim nya juga beberapa orang tim dari Aditama Corp. Tinggal menunggu kedatangan Lukas, yang kabarnya menggantikan Keyra sementara.
Jika biasanya, Bara akan sangat bersemangat saat datang ke perusahaan Aditama karena akan bertemu pujaan hatinya. Tapi tidak hari ini, yang ia rasakan hanya perasaan sedih dan rindu karena tidak bisa melihat Keyra.
"Selamat siang semuanya"
"Om Pram???" Bara langsung berdiri untuk bersalaman dengan pram, Bara merasa sedikit terkejut. Karena ia pikir Pram masih di Singapura.
"Jika Om Pram sudah disini, berarti Keyra juga sudah di Indonesia?" Pikir Bara
"Lama tidak bertemu Bara" sapa Pram ramah, yang hanya dibalas anggukan Bara karena pikirannya yang memikirkan Keyra sudah ada di Indonesia.
"Baiklah, mari kita mulai meetingnya" ucap Pram lagi
Setelah itu selama kurang lebih 2jam, Bara dan Pram fokus pada meeting yang berlangsung. Yang membicarakan tentang proyek hotel di Bali yang telah rampung dan akan segera dilakukan peresmian.
"Baiklah, saya rasa meeting hari ini sudah cukup. Sebelumnya proyek ini dipegang oleh anak saya, karena saya yang harus fokus pada pengobatan. Dan sekarang saya yang akan kembali mengambil alih proyek-proyek lainnya. Terakhir saya ingin mengucapkan Terima kasih untuk semua kerja keras yang sudah semua tim lakukan, sehingga
pembangunan Hotel itu bisa berjalan lancar dan selesai sesuai target."
"Apa maksud kata-kata Om Pram? Apa itu artinya Keyra gak akan kembali ke perusahaan lagi?" pikir Bara melayang
Semua yang berada di ruangan itu bertepuk tangan menyambut perkataan Pram. Kemudian Pram berdiri dan menyalami satu persatu orang disana, tak lupa dengan Bara.
"Terima kasih untuk kerjasama nya Bara, sampai bertemu lagi saat peresmian akan didakan"
__ADS_1
Bara yang setengah melamun, segera mengembalikan fokusnya dan membalas salaman Pram "Sama-sama
Om, bekerja sama dengan Aditama Corp selalu mengesankan" Pram tersenyum, kemudian bersiap meninggalkan ruangan mengikuti yang lain.
"Maaf Om, apa saya boleh bertanya" langkah Pram terhenti, kemudian berbalik menghadap Bara lagi
"Pertanyaan apa?" Tanya Pram penasaran
"Tentang Keyra" singkat Bara
Sejak tadi sebenarnya Pram sudah berusaha menjaga profesionalnya pada Bara di depan para karyawan, dan mengingat Keyra yang tidak ingin ia melakukan apapun. Jika tidak, mungkin daritadi Pram sudah melepaskan pukulannya pada Bara. Tidak peduli jika Bara adalah anak sahabatnya.
"Saya tidak tahu, apa yang ingin kamu tanyakan tentang Keyra. Tapi jika itu penting, kita bicara di ruangan saya" Tidak ada lagi senyum ramah Pram pada Bara, bayangan Keyra yang menangis kembali melintas di pikirannya
*******
"Keyra sekarang baik-baik saja setelah kau hianati. Jika itu yang ingin kau tahu Bara"
Akhirnya Pram membuka suara setelah beberapa menit hanya keheningan yang terjadi di ruangannya. Sekarang Bara dan Pram sedang duduk berhadapan di sofa ruangan Pram.
"Saya tidak pernah menghianati Keyra Om, saya sangat mencintai dia. Keyra salah paham" bela Bara
Pram menarik nafas, "Itu juga yang sempat Om katakan pada Keyra bahwa dimata Om, kau sangat mencintainya. Tapi kenyataannya kau telah membuat anak kesayangan Om terluka, luka lamanya bahkan belum kering tapi kau menorehkan luka yang baru"
Bara menundukan kepalanya dalam, didalam hatinya ia mengakui kesalahan itu. Bahwa ia telah kembali melukai Keyra.
__ADS_1
"Kau tahu, jika bukan permintaan Keyra. Sudah daritadi Om ingin mengirimmu ke rumah sakit, untuk membalas setiap tetes air mata yang Keyra keluarkan karena mu"
"Saya memang salah, karena tidak jujur dari awal pada Keyra. Tapi saya tidak pernah menghianati Keyra"
Bara mendongak menatap Pram dan akhirnya menceritakan semua yang terjadi, cerita yang sama seperti yang ia ceritakan pada orang tuanya. Sampai bagaimana Keyra melihatnya di kantor, dan setelah itu pergi.
Kembali Bara menundukan kepalanya setelah menceritakan semua itu, ia sangat menyesal dengan semua yang terjadi.
Sedangkan Pram sedari tadi memperhatikan gerak gerik dan pancaran mata Bara saat bercerita, dan ia tidak menemukan kebohongan didalamnya. Melainkan rasa bersalah dan kerinduan.
"Om terima penjelasan itu, tapi bagaimanapun seharusnya kau dari awal menceritakan semuanya pada Keyra. Dalam sebuah hubungan, kejujuran adalah yang utama. Dan kau lihat yang terjadi sekarang, Keyra yang paling tersakiti."
"Saya tahu Om, untuk itu ijinkan saya bertemu Keyra. Saya ingin menjelaskan semuanya pada Keyra, saya sangat mencintai Keyra"
Pram menggeleng, "Tidak untuk saat ini Bara, Keyra sendiri yang belum siap bertemu denganmu."
Pram berdiri, berjalan menuju meja kebesarannya. "Om rasa kau sudah mengatakan semua yang ingin kau katakan, sekarang kau bisa kembali. Bukankah sebagai CEO, pekerjaanmu sangat menumpuk?"
Bara tersenyum masam dengan penolakan dan pengusiran secara halus yang Pram berikan.
"Sejujurnya saya sudah terlalu lama menunggu untuk menjelaskan pada Keyra, Om. Dan mungkin saya tidak bisa menunggu lebih lama, saya harus membuat Keyra kembali. Saya permisi Om"
Bara mengatakannya dengan tekad yang bulat, kemudian pergi meninggalkan ruangan Pram untuk menuju mobilnya.
__ADS_1
*******