BE MY BABY

BE MY BABY
PART 23


__ADS_3

"Mama minta maaf..." sambung wanita itu, dengan suara yang bergetar seperti menahan tangis. Dengan sang lelaki yang berusaha menenangkannya


 


Keyra berdecih, mama? apa dirinya masih pantas disebut mama? setelah meninggalkan suami dan anaknya untuk pria lain?. Keyra menoleh, memperhatikan sang mama lebih intens. Hingga matanya menangkap cincin yang tersemat di jari manis sang mama, yang sama persis seperti yang dipakai lelaki sebelahnya. Jadi mamanya sudah resmi menikah lagi? Keyra tertawa getir.


 


"Buat apa mama kesini? Belum puas mama ngeliat aku sama papa kecewa karena mama? Apa mama mau menambah kesakitan papa, dengan ngeliat kemesraan kalian berdua disini?" desis Keyra berusaha menahan gejolak emosi dan rasa sakit yang tiba-tiba muncul di dadanya.


 


"Nggak Key.. mama kesini bener-bener mau ngejenguk papa kamu. Maafin mama key." ucap Diana dengan terisak


 


"Disaat bi Minah bawa papa ke rumah sakit, bi minah udah sempet ngubungin mama. Tapi mama gak pernah angkat telpon bibi, dan sekarang setelah 2 minggu papa di rawat, mama baru kesini?" Keyra berdecih


 


"Ahh.. mama pasti sibuk sama pernikahan mama dengan laki-laki itu kan? Mama sibuk ngurus keluarga baru mama? Anak tiri mama? Pasti sekarang mama udah bahagia kan? Hidup sama keluarga baru mama, laki-laki yang mama cintai. Laki-laki yang bahkan gak lebih baik dari papa, laki-laki yang tega ninggalin istrinya sendiri sampai ngebuat istrinya meninggal dan setelah itu merusak keluarga orang lain?" hardik Keyra dengan suara bergetar yang sudah tidak dapat menahan emosinya lagi


 


Plakkk...


 


Diana membelalak, dia tidak menyangka akan lepas kendali seperti ini. Dengan menampar anak semata wayangnya, yang sangat ia sayangi. Keyra membeku, ia tidak menyangka mama nya yang selalu lembut akan tega menamparnya. Keyra memegangi pipnya yang terasa panas, dan sebulir kristal bening jatuh dari matanya.


 


Ceklek...


 


Pintu ruangan tersebut terbuka, dengan kemunculan Bara di baliknya. Bara sempat merasa bingung dengan keadaan yang ia lihat, seorang wanita paruh baya yang terisak dan berusaha di tenangkan dengan seorang lelaki, juga Keyra yang sedang memegang pipinya dengan mata merah seperti menahan marah.


 


Tanpa ingin berpikir panjang lagi, Bara segera melangkah mendekati Keyra. Mengusap lengan gadis tersebut naik turun, berusaha menenangkannya.

__ADS_1


 


"Key.. kamu kenapa?" tanya Bara sambil masih mengusap lengan Keyra. Namun Keyra masih terdiam berusaha meredam sema perasaan yang bergejolak dalam hatinya, marah, sedih, kecewa.


 


Diana berusaha maju mendekati sang anak, yang sesaat lalu ia tampar. Ia benar-benar lepas kendali saat melakukan itu, dan ia menyesal. Tapi saat Diana maju, Keyra mundur dan merentangkan tangannya kedepan, yang otomatis mengehentikan langkah Diana.


 


"Key.. Maafin mama, mama gak maksud nampar kamu. Mama lepas kendali Key." ujar Diana lirih


 


Keyra menggelengkan kepalanya, "Dari dulu mama bahkan gak pernah ngebentak aku, tapi sekarang mama nampar aku? kenapa ma?  apa karena kata-kata Keyra tentang laki-laki pujaan mama itu? tapi kata-kata Keyra bener kan ma?" tuding Keyra dengan suara bergetar yang masih menahan tangisnya, ia tidak boleh terlihat lemah


dengan menangis


 


"Stop Key. mama kesini pengen ngejenguk papa kamu dan minta maaf. Apa salah kalau mama ingin bahagia dengan orang yang mama cintai dan mencintai mama? Mama gk butuh kemewahan yang papa kamu berikan, mama butuh waktu dan perhatian. Dan semua itu cuma Rudy yang bisa memberikannya pada mama, bukan papa kamu." ujar Diana lantang


 


mama, Viona yang kehilangan mamanya karena papanya yang tidak memperdulikan mereka, dan ngebuat Viona membalaskan dendamnya sama aku melalui Bayu. Apa itu yang mama sebut cinta?"


 


Diana terkejut, begitu juga lelaki yang bernama Rudy. Diana tidak menyangka Keyra akan mengatakan semua itu. Dada Keyra semakin sakit setelah mengatakan semua itu kepada Diana. Ia sudah hampir tidak sanggup menahan tangisnya.


 


Keyra membalikkan tubuhnya, mencari sandaran pada dada bidang yang sedari tadi berusaha menenangkannya dari belakang. "Suruh mereka pergi Bar, aku gak mau ngeliat mereka dateng lagi kesini. Aku mau hidup tenang berdua sama papa" ujar Keyra lemah dalam dekapan Bara.


 


Bara mengelus sayang kepala Keyra yang bersandar di dadanya, "Om sama tante, sebaiknya pulang aja. Dan sementara sebaiknya jangan temui Keyra atau Om Pram dulu" kata Bara pelan pada Diana dan Rudy.


 


"Iya Diana, sebaiknya kita pulang. Kehadiran kamu sama sekali gak dianggap disini." ucap Rudy acuh. Dan Diana hanya menanggukkan kepalanya, mengikuti langkah Rudy yang menuntunnya meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


 


Setelah pintu tertutup, Keyra seakan tak sanggup lagi untuk menahan beban tubuhnya. Kalau saja Bara tidak mendekapnya dengan erat, sudah dipastikan tubuh Keyra akan meluruh ke lantai.


 


Keyra menangis dengan lirih dalam dekapan Bara, membuat kemeja yang dikenakan Bara basah penuh air mata. Tapi ia tidak peduli, yang ia pedulikan hanya Keyra yang saat ini sangat rapuh dalam dekapannya.


 


"Saaa...kitt Bar, saaa..kitt banget. Kenapa dada aku sakit gini Bar" lirih Keyra dengan memukul-mukul bagian dadanya yang terasa sangat sesak.


 


"Menangislah Key.. keluarin semua yang bikin dada kamu sesak. Setelah ini, kamu akan merasa lebih baik" ujar Bara lembut, sambil kedua tangannya mengelus punggung dan kepala Keyra.


 


Keyra terus terisak dalam dekapan Bara, hingga beberapa menit berlalu. Saat merasa Keyra sudah cukup tenang, Bara menarik kepala Keyra dari dekapannya. Melihat wajah gadis itu yang sembab, dan menghapus sisa-sisa air mata yang masih luruh di pipi Keyra.


 


"Kita pulang? Aku bakal anter kamu ke apartemen" kata Bara, dan dijawab anggukan lemah oleh Keyra


 


Bara menuntun Keyra keluar untuk menuju mobilnya. Saat keluar, ternyata ada bi minah yang sedari tadi memang berada di luar ruangan dan hanya memilih diam diluar. Karena ia tak ingin mencampuri urusan majikannya.


 


"Bi tolong jaga Om Pram ya, saya mau nganter Keyra dulu. kata Bara pada bi Minah.


 


"Iya den Bara, tolong jaga non Keyra ya Den. Non Keyra yang sabar ya, yang kuat." ujar Bi minah sambil mengusap tangan Keyra. Dan kembali hanya dijawab anggukan lemah oleh Keyra.


*******


Di bantu Vote, Like dan Coment nya ya :)


Kalau suka bisa di favoritkan juga.

__ADS_1


Makasi :D


__ADS_2