
Tokk.. Tokk.. Tokk..
"Keyra sayang... Boleh papa masuk???"
"Iya pa, masuk aja. Pintunya gak dikunci"
Pram pun masuk perlahan ke dalam kamar putrinya. Dilihatnya Keyra Sedang mengeringkan rambutnya di depan meja rias, sepertinya Keyra baru selesai mandi. Pram pun memilih duduk di atas ranjang, sambil memperhatikan putrinya.
"Ada apa pa?" tanya Keyra yang masih asik mengeringkan rambutnya yang masih sedikit basah
"Tidak, papa hanya ingin melihat putri kesayangan papa yang sebentar lagi akan menjadi istri orang"
Mendengar perkataan sang papa, mengingatkan Keyra bahwa telah lama ia tidak berbincang santai dengan papanya. Keyra mempercepat mengeringkan rambutnya, setelah selesai ia langsung menaruh kembali hairdryer nya di atas nakas. Kemudian ia mengambil duduk di sebelah Pram.
"Walaupun nanti Keyra sudah menikah, Keyra akan sering mengunjungi papa, dan akan sering menginap disini. Agar papa tidak merasa sepi." Keyra memeluk papanya dari samping. Pram pun merangkul pundak Keyra sambil mengelus puncak kepalanya, dan mengangguk setuju dengan ucapan Keyra.
"Setidaknya papa lega melepas putri kesayangan papa untuk Bara"
"Jadi kalau calon suami Keyra bukan Bara, papa gak akan setuju Keyra nikah?"
Pram tersenyum, "Tentu saja Papa akan setuju, asalkan orang itu bisa membuat kamu selalu bahagia. Dan yang paling penting kalian saling mencintai. Karena papa tahu, bagaimana rasanya pernikahan tanpa cinta itu"
Tanpa sadar Keyra mengeratkan pelukannya pada Pram,"Papa..."
"Sudah sudah, papa sudah baik-baik saja sekarang. Setidaknya semua sudah berjalan dengan semestinya" Pram menghembuskan nafas pelan
"Lalu bagaimana persiapan pernikahan mu? Apa ada yang perlu papa bantu?"kata Pram mencoba mengalihkan pembicaraan
Keyra menggeleng, " Semuanya sudah diurus WO dan Mama Reva, Keyra beruntung memiliki mertua seperti mama Reva karena sudah menganggap Keyra sebagai putri nya sendiri. Papa hanya perlu mengantarkan Keyra ke Altar nanti" kata Keyra diakhiri senyuman
Pram ikut tersenyum, merasa lega. "Reva memang sangat menyayangimu sayang, begitu juga Aldi"
"Bukan kah seharusnya Mama kandung Keyra juga harusnya sedang sibuk, mempersiapkan pernikahan putri semata wayang nya pa?" Keyra kembali mengingat tentang mama nya, yang belum ia dengar kabarnya semenjak mereka bertemu saat papanya dirawat.
__ADS_1
"Mungkin mama mu memang sedang sibuk sayang" hibur Pram pada putrinya
"Apa menurut papa, nanti mama akan datang menyaksikan pernikahan Keyra?" tanya Keyra dengan nada sendu
"Tentu saja, kamu putri kesayangannya"
"Benarkah? Bahkan panggilan Keyra saja tidak pernah mama terima" kembali Keyra merasakan kesedihan yang mendalam, padahal ia sudah berusaha untuk berdamai dengan keadaan. Tapi mengapa sesulit ini.
"Apa mungkin, jika Keyra mati. Baru mama akan hadir kepemakaman Keyra pa?" ucap Keyra tanpa sadar
Pram menarik Keyra menjauh, lalu memandang lekat wajah putrinya. "Apa yang kamu katakan Key? Jangan pernah berbicara yang tidak-tidak"
"Maaf pa, Keyra hanya asal bicara" Keyra kembali memeluk tubuh papanya, laki-laki pertama yang akan selalu mencintainya. Pram pun tidak melanjutkan pembicaraan itu lagi.
"Pa..." panggil Keyra pelan, setelah hening cukup lama
"Ya sayang?"
"Malam ini, Keyra pengen tidur di peluk sama papa. Boleh?" tanya Keyra penuh harap
"Keyra cuma pengen jadi anak manja papa, untuk yang terakhir..."
"Keyraaa.. Kenapa kamu bicara aneh begini" bentak Pram tanpa sadar
Keyra menjauh dari dekapan sang papa, "Maksud Keyra, pengen manja sama papa untuk yang terakhir sebelum Keyra nikah sama Bara. Makanya papa motong omongan Keyra yang belum selesai sih" kesal Keyra.
"Siapa suruh, kamu duluan ngomong yang aneh-aneh ke papa" bela Pram. "Ya sudah, ayo Tuan Putri Aditama. Kita tidur"
Keyra pun mengangguk senang, dan mengambil posisi tidur bersebelahan dengan papanya. Keyra pun merasa aneh, kenapa ingin tidur ditemani papanya, seperti saat ia masih kecil dulu.
Karena kelelahan, Keyra dengan cepat jatuh tertidur dengan pulas. Sedangkan Pram, masih memandang langit-langit kamar putri nya. Tiba- tiba ada perasaan aneh menelusup dalam dadanya. Kemudian pandangannya beralih pada sang putri, memangdang lekat wajah Keyra yang sudah terlelap.
"Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini, apa akan terjadi sesuatu?" Ucap Pram bermonolog
__ADS_1
Tidak ingin memikirkan lebih jauh, pram menarik nafas panjang membuangnya dan mengulanginya beberapa kali. Berharap perasaannya sedikit membaik. Kemudian mulai menyusul putrinya yang sudah terlelap.
*******
Pagi ini, seperti pagi biasanya. Keyra sedang sarapan bersama papanya sambil menunggu Bara menjemputnya.
Drrtt... Drrtt..
Bara calling..
"Ya Bara.." sapa Keyra setelah menggeser tombol hijau pada ponselnya
"Sayang, maaf hari ini aku tidak bisa menjemputmu. Mendadak manajer ku yang sedang bertugas di lapangan, memintaku kesana karena ada beberapa kendala. Kamu tidak apa-apa kan? Apa perlu aku panggilkan sopir untuk mengantarmu?"
"Oke.. Aku gak apa-apa kok. Aku bisa berangkat sendiri, kamu gak perlu khawatir"
"Maaf ya sayang, nanti aku akan mengabari mu lagi. Sekarang aku akan meninjau ke lapangan dengan Reno. Kamu hati-hati di jalan ya sayang"
"Iya, kamu juga hati-hati di jalan. Byee.."
"Bara gak bisa nganter kamu?" tanya Pram setelah melihat Keyra menaruh ponselnya kembali di meja makan.
"Iya, katanya dia mau ngecek proyek di lapangan sama Reno"
"Minta pak Ahmad aja yang anter kalau gitu"
"Gak perlu pa, Keyra nyetir sendiri aja. Kangen juga nyetir sendiri, kan selama ini Bara yang selalu anter jemput kemana-mana" jawab Keyra terkekeh sambil memasukan suapan terakhir ke mulutnya.
"Kamu yakin?" Pram kembali memastikan
Keyra mengangguk "Kalau gitu, Keyra berangkat dulu ya pa" Keyra segera bangkit dan mencium pipi kiri dan kanan papanya, kemudian berlalu menuju mobilnya.
*******
Haloooo.. maaf untuk beberapa hari ke depan mungkin gak bisa update. Karena ada kesibukan di rumah.
__ADS_1
Tapi kalau luang, pasti diusahain langsung update. :D
Terima kasih :*