BE MY BABY

BE MY BABY
PART 24


__ADS_3

Sepanjang perjalanan ke apartemen Keyra, hanya kesunyian yang memenuhi mobil Bara. Bara yang berusaha fokus dengan setirnya, walaupun sesekali ia mengalihkan pandangan pada Keyra di sampingnya. Dan Keyra yang semenjak masuk mobil, selalu mengalihkan pandangan keluar jendela dengan pikiran yang entah kemana.


 


Setelah Bara memarkirkan mobilnya di basement apartemen Keyra, ia sedikit melongok untuk memperhatikan Keyra. Ternyata gadis tersebut tengah tertidur, mungkin karena sudah lelah menangis. Tidak tega untuk membangunkan Keyra, akhirnya Bara memilih untuk menggendong Keyra ala bridal untuk memasuki apartemen. Tubuh Keyra yang cukup mungil, cukup memudahkan Bara menggendongnya.


 


Setelah memasukan sandi apartemen Keyra, Bara menutup pintu dengan kakinya. Kemudian menuju kamar Keyra untuk membaringkan gadis tersebut. Dengan hati-hati Bara membaringkan tubuh Keyra di ranjangnya, lalu membuka heels yang digunakannya, kemudian menyelimuti gadis itu.


 


Sesaat Bara terdiam sambil memandangi wajah Keyra yang damai, kemudian duduk di pinggir ranjang Keyra. Ia mengangkat tangannya, memperbaiki helaian rambut yang menutupi wajah Keyra. Cantik, sangat cantik. Batin Bara berkata


 


Bara masih terus membelai lembut wajah Keyra. Hingga bulu mata lendik itu mulai bergerak, dan memperlihatkan mata hitam yang tadi tersembunyi di baliknya.


 


"Ma...af membangunkanmu Key. Tadi kau tertidur di dalam mobil, dan aku tidak tega membangunkanmu jadi aku menggendongmu sampai di kamarmu" cerita Bara gugup karena ketahuan tengah memperhatikan wajah cantik gadis itu.


 


Keyra tersenyum, ia bangun dan bersandar pada sandaran ranjang. "Terima kasih Bara, aku tidak tau bagaimana jika tadi kau tidak ada disana"


 


Bara balas tersenyum dan menyelipkan rambut Keyra ke belakang telinga gadis itu, "Mungkin Tuhan memang sudah memilihku untuk menjadi pelindungmu" jawab Bara, "Sekarang istirahat lah lagi, aku akan pulang dulu."

__ADS_1


 


Bara bangkit dari duduknya, dan saat ia akan melangkah keluar. Sebelah tangannya telah digenggam oleh Keyra. Bara yang melihat kearah tangannya yang di genggam, kemudian menganggkat sebelah alisnya bingung dengan sikap Keyra. Apakah Keyra tidak ingin ia pergi? pikirnya dalam hati.


 


"Bara... akk... aku... hm..." ucap Keyra ragu-ragu. Bara masih diam menatap lekat Keyra, menanti Keyra melanjutkan kata-katanya.


 


"Kalau kamu gak keberatan, apa kamu mau nemenin aku malam ini? Maksudku.. aku gk mau sendiri dan kesepian malam ini Bara" sambung Keyra akhirnya.


 


"Nemenin kamu malam ini? Maksud kamu, kamu pingin aku nginap?" Tanya Bara memastikan


 


 


"Baiklah, aku akan nemenin kamu malam ini. Aku bakal tidur di sofa, kamu tidurlah" ucap Bara lagi sambil menunjuk sofa yang memang ada di dalam kamar Keyra. Sofa yang tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan tubuh Bara. Jika Bara tidur disana, pasti akan sangat menyiksa.


 


Lagi, Keyra menggenggam tangan Bara saat ia ingin melangkah menuju sofa. Dan berhasil membuat kening Bara berkerut dalam dengan sikap gadis ini.


 


"Kamu gak perlu tidur di sofa. kamu bisa tidur di samping aku Bar. Sofa itu terlalu kecil buat kamu, aku gak mau badan kamu sakit semua besok pagi" kata Keyra sambil menunduk, merasa malu dengan permintaannya sendiri.

__ADS_1


 


Kening Bara makin mengkerut dalam mendengar permintaan gadis itu. Ia tidak menyangka Keyra akan mengatakan hal itu.


 


"Kamu mau aku tidur di sampingmu? Tapi Keyyy.. kita itu..."


 


"Aku tau kita bukan sepasang kekasih dan kita berdua udah dewasa, tapi aku percaya sama kamu Bar. Kamu bakal selalu ngelindungin aku, kamu gak bakal nyakitin aku" sela Keyra sambil mendongak menatap Bara.


 


Tentu saja Bara tidak akan menyakiti Keyra, tapi dia adalah seorang pria dewasa dan tidur seranjang dengan wanita secantik Keyra, itu merupakan ujian baginya. Bara terus berperang dengan batinnya, bingung harus bagaimana. Sedangkan Keyra menggigit bibir bawahnya memikirkan jawaban Bara atas permintaan anehnya.


 


Dan setelah cukup lama berperang dengan batin dan pikirannya, akhirnya Bara menyetujui permintaan Keyra. Bara melepas jas dan kemeja kerjanya, menyampirkannya di sofa. Menyisakan kaos tipis dan celana bahan yang masih ia kenakan. Berjalan mengelilingi ranjang Keyra, dan mengambil posisi di ujung ranjang Keyra.


 


Melihat hal itu, Keyra bernafas lega karena Bara memenuhi permintaanya. Keyra pun akhirnya mengambil posisi untuk tidur.


*******


Gak lupa ya buat ngasi tau...


Mohon Vote. Like dan Komennya..

__ADS_1


makasi :)


__ADS_2