BE MY BABY

BE MY BABY
PART 7


__ADS_3

Seorang pria paruh baya, dengan setelan jas mahalnya terlihat sedang menunggu seseorang disebuah hotel Bintang Lima di Jakarta. Sesekali ia melihat pada jam yang ada di pergelangan tangannya, dia memang datang lebih cepat 10 menit dari waktu temu yang direncanakan. Karena pertemuan terakhir dengan kliennya tadi berjalan sangat lancar, sehingga ia bisa lebih cepat tiba untuk bertemu sahabatnya saat ini.


 


"Pram... Kau sudah sampai dari tadi? Maaf aku terlambat, ada beberapa berkas penting yang harus aku selesaikan segera" ucap seorang pria paruh baya sambil mengulurkan tangannya,  pria paruh baya yang juga memakai setelan jas mahal dan memiliki umur yang tidak jauh berbeda.


 


Pria yang dipanggil Pram tersebut segera berdiri lalu membalas uluran tangan dari sahabatnya itu dan tersenyum hangat, "Tidak apa-apa Al, aku mengerti bagaimana sibuknya seorang pemimpin Wijaya Group " Aldi terkekeh,


kemudian mereka kembali duduk dan memesan makanan masing-masing sebelum melanjutkan pembicaraan.


 


"Bagaimana kabarmu Pram? sudah lama kita tidak bertemu seperti ini bukan? maksudku pertemuan sebagai sahabat bukan sebagai rekan bisnis" ucap Aldi kembali terkekeh


 


Pram pun tertawa kecil mendengar ucapan Aldi, terakhir mereka bertemu memang belum lama. Mungkin sekitar 4bulan yang lalu, namun pertemuan tersebut hanya untuk membicarakan kerja sama selanjutnya yang akan mereka kerjakan. Karena mereka berdua adalah pebisnis profesional yang disegani di Indonesia, jadi saat berbicara bisnis, maka mereka tidak akan mencampur adukannya dengan pembicaraan pribadi.


 


"Aku harap keadaanku baik Aldi, tapi sepertinya cukup sulit untuk berharap begitu" Pram menarik nafas pelan, dan tersenyum lirih, "Istriku akhirnya memilih pergi untuk mengejar cinta pertamanya lagi, dan putri kesayangan ku pun memilih melarikan diri untuk menenangkan hatinya, tanpa mau membagi kesedihannya padaku. Bukan kah aku suami dan papa yang buruk?"


"Tidak Pram, kau tidak buruk. kau adalah lelaki terbaik yang pernah ku kenal. Aku sudah dengar tentang kabar


retaknya pernikahan kalian dari media cetak maupun elektronik yang cukup mengejutkan publik. Tapi yang aku tidak mengerti, kenapa semua berita itu malah membicarakan kau yang berselingkuh? padahal kenyataannya tidak seperti itu"


 


Sedikit banyak Aldi memang sudah mengetahui tentang hubungan pernikahan sahabatnya ini, tapi itu jelas tidak disebabkan karena Pram berselingkuh. Karena Aldi sangat tahu bagaimana Pram sangat menyayangi keluarganya.


 


"Aku yang menyuruh asistenku Lukas untuk menyebarkan kabar itu, setidaknya itu yang terakhir yang bisa aku lakukan untuk mantan istriku Diana. Karena jika publik tau, dia yang meninggalkanku untuk lelaki lain maka akan


banyak stigma buruk yang akan selalu menyerangnya"


 


"Tapi bukankah itu cukup berpengaruh terhadap harga saham perusahaan mu beberapa hari ini?"


 


"Itu tidak masalah, aku masih bisa menghandle nya. Yang terpenting Diana tidak mendapat lebih banyak masalah setelah berpisah denganku. Karena bagaimanapun sampai saat ini aku masih mencintainya, dan karena dia telah

__ADS_1


memberiku seorang putri yang sangat aku sayangi"


 


"Inilah yang aku katakan bahwa kau adalah lelaki terbaik yang pernah aku kenal Pram. Tapi bagaimana mungkin Diana masih berpikir untuk mengejar cinta pertamanya, disaat kau telah memberikan segalanya, Cinta dan juga


harta"


 


Pram tersenyum kecut dengan kata-kata sahabatnya Aldi. Pram memang telah memberikan cinta dan banyak harta pada Diana, tapi kenyataannya disaat Pram berusaha membahagiakannya dengan banyak harta, Pram tidak memiliki banyak waktu untuk istrinya tersebut. Dan disaat itu lah cinta pertama wanita itu kembali hadir, memberikan ia banyak waktu dan segala perhatian yang tidak diberikan Pram padanya.


 


Sesaat kemudian pelayan datang, untuk membawa pesanan mereka. Kemudian mereka memilih makan dalam hening, sebelum melanjutkan obrolan kembali.


 


Setelah menyelesaikan makannya, Aldi pun kembali bertanya, "Tadi kau katakan putri mu melarikan diri? apa maksudmu Pram?"


 


"Ya Al, putri ku sangat kecewa dan terpukul atas perceraian ini. Selain itu, yang baru aku tahu juga ternyata dia dihianati oleh Bayu kekasihnya yang sudah bersamanya selama 3tahun. Dan lebih parahnya lagi Bayu sejak awal


memang berniat untuk menyakiti putriku, dia bersama dengan Viona yang tak lain sahabat putriku, yang ternyata adalah anak dari cinta pertama istriku. Dia ingin membalas dendam karena ibunya meninggal, karena dicampakan oleh ayahnya. Mereka telah menyakiti putri ku Al, tapi aku sebagai papanya bahkan tidak tau apa-apa" tanpa terasa setetes bulir bening jatuh, membasahi pipinya karena mengingat penderitaan yang dihadapi sendiri oleh anak


 


Aldi masih setia mendengar semua keluh kesah sahabatnya tanpa niat memotong kata-katanya, karena ia tahu yang dibutuhkan Pram saat ini hanya pendengar yang baik untuk meringankan perasaannya.


 


Menarik nafas panjang, Pram kembali melanjutkan ceritanya, "Dan setelah semua itu terjadi, dia masih bisa tersenyum lalu memintaku untuk mengirimnya ke Jerman dengan alasan ingin mengurus cabang perusahaanku yang baru berkembang disana. Dia sangat pandai menyembunyikan isi hatinya dengan tersenyum, dan itu


semakin membuatku merasa bersalah"


 


"Jadi yang aku dengar Cabang perusahaanmu di Jerman semakin berkembang pesat dalam 3bulan ini, karena diambil alih putrimu Pram? Dia pasti gadis yang hebat"


 


"Betul Al, itu semua karena putriku. Dia sangat berusaha keras dan selalu menyibukan dirinya, agar bisa melupakan segala masalahnya disini. Bahkan orang-orang kepercayaan ku disana, mengatakan bahwa dia lebih sering menghabiskan waktunya di kantor daripada pulang ke apartemennya."


 

__ADS_1


"Aku sangat menghawatirkannya Al, tapi tiap kali aku tanyakan keadaannya dan ku ingatkan dia untuk tidak terlalu memforsir dirinya. Dia selalu menolak, dan berkata bahwa dia baik-baik saja. Aku benar-benar Papa yang gagal." kembali sebutir bulir bening membasahi pipinya, dan dihapus dengan kasar oleh Pram.


 


"Dia benar-benar gadis yang hebat dan tegar. Aku jadi ingin menjodohkannya dengan putra ku, bukan kah putra putri kita seumuran? Dan siapa namanya? Ara???" tanya Aldi


 


"Ya namanya Ara, Keyra Alenzy Aditama. Namun aku lebih suka memanggilnya Ara, itu merupakan nama kesayanganku untuknya" Pram tersenyum membayangkan wajah putri kecil nya jika ia memanggilnya Ara, dia pasti akan mengerucutkan bibirnya lucu. Karena Keyra tidak terlalu suka di panggil Ara, menurutnya panggilan Ara terlalu imut dan kekanak-kanakan.


 


"Jika untuk perjodohan, maaf Al aku menolaknya. Karena aku ingin Keyra menemukan cintanya sendiri, aku tak ingin jika aku menjodohkannya kemudian ia mengalami nasib pernikahan seperti orang tuanya. Aku sama sekali tidak ingin itu terjadi, aku ingin putri kecilku menjalani pernikahan yang bahagia sampai maut yang memisahkan mereka, bukan perceraian"


 


"Kau benar Pram, harusnya kita membiarkan putra putri kita menemukan cinta dan kebahagiaan mereka masing-masing. Aku hanya sedikit menghawatirkan putra ku, karena semenjak aku mengirimnya kuliah di luar negeri, dia tidak pernah menjalin hubungan serius dengan seorang gadis. Dan setiap aku menanyakan alasannya, ia selalu berkata bahwa dia sudah memiliki pujaan hati namun masih menunggu waktu untuk bisa memilikinya. Entah siapa gadis itu, dia masih menutup rapat identitasnya dari kami orang tuanya. Bahkan asistennya pun, tidak ia ijinkan untuk memberi kami informasi" Aldi menggelengkan kepala mengingat kelakuan putra semata wayangnya itu.


 


"Dan sekarang yang aku dengar dari asistennya, bahwa ia sedang mengejar cintanya ke Jerman. Meninggalkan pekerjaannya disini, sehingga aku harus turun tangan lagi mengurus Wijaya Group. Tapi untunglah disana dia juga melakukan pekerjaannya dengan baik, jadi aku tiidak terlalu khawatir"


 


"Jika mendengar ceritamu tentang anakmu itu, aku jadi mengingat saat kau mengejar Reva dulu waktu kuliah. Bagaimana kau tidak pernah menyerah mengejar cintanya dan menunggunya bertahun-tahun, hingga akhirnya ia luluh atas semua pengorbanan mu dan bisa sampai sekarang. Bukankah itu berarti Like Father Like Son?"  Aldi mengangguk dan tertawa pelan mendengar ucapan Pram, dia seakan lupa bahwa dirinya lah yang mewarisi sifat itu untuk putra semata wayangnya.


 


"Namun jika dipikir-pikir lagi, diumur kita yang sekarang. Bukan kah seharusnya kita sudah pensiun Pram? Sudah saatnya kita beristirahat dan menggendong cucu"


 


Pram hanya mengangguk membenarkan perkataan Aldi.


 


"Ahh.. mungkin nanti setelah putra ku kembali dari Jerman, aku akan langsung mengangkatnya secara resmi untuk menggantikan jabatan CEO Wijaya Group. Ya, walaupun nanti aku akan tetap membantunya dari belakang, yang


penting dia merasa punya tanggung jawab lebih atas perusahaan. Baru setelah itu, aku akan segera memaksanya untuk cepat menikah. Hahahaha"


 


Aldi tertawa diikuti dengan Pram, dan selanjutnya mereka menghabiskan waktu untuk mengenang masa-masa perkuliahan mereka.


*******

__ADS_1


Ditunggu Like & comentnya :D


__ADS_2