
Jam sudah menunjukan pukul 5 sore waktu Jakarta, semua pekerjaan Bara hari ini telah selesai. Meeting hari ini
pun berjalan cukup lancar, beruntung ia memiliki otak yang cukup cerdas jadi walaupun pikirannya tengah bercabang, ia masih mampu menyelesaikan semua pekerjaannya dengan baik.
Bara meraih ponselnya diatas meja, ingin mencoba kembali menghubungi Keyra. Namun ia mengernyitkan dahinya
saat melihat banyak panggilan tak terjawab dari sang mama.
"Ada apa mama menelpon sampai sebanyak ini? Tumben sekali." Gumam Bara
Tokk.. tokk.. tokk
Saat ingin menelpon mamanya, suara ketukan pintu mengalihkan Bara.
"Masuk"
"Saya membawa informasi tentang nona Keyra yang anda minta Tuan"
Mendengar itu Bara langsung memusatkan pandangannya pada Reno
"Katakan, dimana Keyra?
"Nona Keyra sekarang berada di Singapura bersama dengan Tuan Pram. Tuan Pram sendiri sudah berada di Singapura semenjak 3hari yang lalu"
Bara menganggukkan kepalanya, kenapa sampai ia lupa dengan hal itu. Padahal papanya sempat memberitahukan dia tentang itu.
"Ren, apa menurutmu aku harus langsung menyusul Keyra kesana?"
"Menurut saya sebaiknya biarkan dulu Nona Keyra menenangkan dirinya disana, karena biasanya hal itu yang paling dibutuhkan seorang perempuan"
Bara mengangguk setuju, "Ya itu benar, kalau begitu aku akan membiarkan ia menenangkan dirinya. Tapi hanya
untuk seminggu, jika lebih dari itu aku akan segera menyusulnya"
"Baiklah, kau boleh pulang. Terima kasih"
"Baik Tuan"
Bara mengusap wajahnya kasar, sejujurnya ia tidak ingin membiarkan masalah ini berlarut-larut. Tapi apa yang dikatakan Reno benar, ia harus memberikan Keyra waktu.
__ADS_1
Drrtt.. drrtt..
Bara meraih ponselnya, dan melihat siapa yang menelponnya. Ternyata sang mama, ia segera menerima panggilan tersebut
"Ya ma? Ada apa?"
"Darimana saja kamu tidak mengangkat panggilan mama?"
"Bara banyak kerjaan ma, ada meeting dan Bara gak tau mama nelpon"
"Apa sekarang semua pekerjaanmu sudah selesai? Kalau sudah, cepat pulang. Ada yang papa dan mama mau bicarakan"
Bara mengernyitkan keningnya bingung,tumben sekali mamanya sampai menelpon untuk menyuruhnya pulang. "Membicarakan tentang apa ma?" Tanya Bara kemudian
"Pulang saja, nanti juga kamu tahu"
Mamanya langsung mematikan panggilan begitu saja, membuat Bara menatap ponselnya bingung. Dan juga nada suara mamanya yang terdengar sedikit marah. Ada apa sebenarnya? Pikir Bara
sopir perusahaan yang akan mengantarnya, mengingat tadi pagi ia tidak membawa mobilnya.
*******
Bara sudah sampai di mansion keluarga Wijaya, segera ia berjalan menuju ruang tengah. Disana sudah ada mama dan papa nya, sepertinya orang tua nya memang sengaja menunggunya.
Bara segera mengambil duduk di salah satu sofa yang kosong menghadap sang mama, sedangkan papanya berada di sofa single yang ada di sebelah kirinya.
"Jadi ada apa ini ma pa?" Tanya Bara to the point menatap mama dan papa nya bergantian.
"Kamu sudah makan malam? Apa sebaiknya kita makan malam dulu?" Tanya balik mamanya
"Tidak perlu Bara belum lapar, jadi langsung saja"
"Baiklah kalau begitu. Mama mau tanya sama kamu, apa yang terjadi kemarin malam?"
Bara mengangkat alisnya, sedikit bingung dengan perkataan mama nya. "Maksud mama?"
__ADS_1
"Kemarin mama tahu kalau Keyra menyiapkan kejutan ulang tahun untuk mu di apartemen. Keyra bahkan meminta mama dan papa untuk tidak mengucapkan selamat padamu, agar rencananya berjalan mulus. Dan pagi tadi mama menelpon Keyra ingin tahu apakah semua berjalan baik, tapi ponsel Keyra sama sekali tidak bisa dihubungi"
"Darimana mama tahu soal itu?"
"Tentu saja mama tahu, papamu juga tahu tentang itu. Karena selama kamu di Jerman, Keyra setiap hari datang kemari untuk belajar memasak makanan kesukaan kamu dan juga chesse cake kesukaan kamu. Awalnya mama mau bantu untuk menyiapkan semuanya, tapi Keyra bilang dia mau menyiapkan sendiri karena ingin memberikan sesuatu yang spesial dari hasil tangannya sendiri"
Hati Bara mencelos dengan penuturan mama nya. Dia tidak menyangka Keyra sampai melakukan semua itu untuknya, tapi dia malah menghancurkan semuanya.
Bara mengusap wajahnya kasar "Bara udah nyakitin Keyra ma, tapi Bara benar-benar gak ada maksud untuk itu" Bara menundukan kepalanya dalam, merasa sangat bersalah atas semuanya
Reva menarik nafas pelan, "Mama dan papa tahu itu, dan mama kecewa sama kamu Bara. Tapi yang mama ingin tahu bagaimana kamu bisa menyakiti Keyra?"
Bara mengangkat wajahnya, "Mama tahu? Bagaimana mama bisa tahu?"
"Pa..." Reva mengalihkan tatapannya pada sang suami untuk menjawab pertanyaan Bara, setelah daritadi
Aldi hanya diam mendengarkan pembicaraan istri dan anaknya, akhirnya Aldi membuka suara.
"Tadi papa menelpon Pram untuk menanyakan keadaannya di Singapura, dan yang papa dapatkan ternyata Keyra
sedang berada disana. Pram bilang kemarin subuh Keyra datang tanpa mengabarinya, dengan keadaan mata sembab dan hanya membawa 1 tas tangan tanpa membawa koper"
Aldi menarik nafas pelan, sedangkan Bara masih menyimak dengan seksama perkataan papanya.
"Dan pagi tadi Pram baru tahu alasannya, saat Keyra menceritakan semuanya. Keyra bilang hubungan kalian
telah berakhir"
Bara menggeleng cepat, "Enggak pa, Bara bahkan belum menjelaskan semuanya sama Keyra. Bara memang
salah karena gak jujur dari awal sama Keyra, tapi Keyra salah paham. Mama sama papa pasti tahu gimana Bara sangat mencintai Keyra, Bara gak mungkin rela pisah sama Keyra karena ini"
"Kamu tahu Bara, Pram sangat menyayangi Keyra. Dan saat melihat Keyra menangis menceritakan itu, dia sangat
marah. Tapi untungnya dia cukup bijak untuk tidak mencampurkan masalah kalian dengan hubungan perusahaan juga persahabatan kami"
"Bara dijebak pa, ma. Bara sama sekali gak niat nyakitin Keyra. Bara sangat mencintai Keyra"
"Apa maksudmu di jebak? Ceritakan semuanya Bara" titah sang papa
*******
Udah part 50 nih. Gimana ceritanya sejauh ini?
__ADS_1
semoga gak ngebosenin ya :*