BE MY BABY

BE MY BABY
PART 73


__ADS_3

"Key, kenapa kamu gak setuju sama usulanku untuk nikah bulan depan sih?" kata Bara cemberut


 


Mereka sudah sampai di halaman belakang kediaman Aditama yang terdapat gazebo yang langsung menghadap taman bunga dan juga kolam ikan.


 


"Bara, kita sama-sama anak tunggal. Jadi wajar kalau mama dan papa ingin menyiapkan pernikahan kita dengan baik kan. Sebenernya aku juga gak perlu pernikahan yang mewah, karena bagiku yang penting adalah bagaimana kita memaknai pernikahan itu. Dan bagaimana kita menjalani hidup pernikahan ke depannya. Tapi disisi lain aku juga gak mau ngecewain papa dan orang tua kamu. Karena aku yakin setiap orang tua pasti punya pernikahan impian untuk anak-anaknya, dan tidak terkecuali orang tua kita" Keyra berusaha memberi pengertian pada Bara dengan menggenggam tangannya.


 


Bara cukup terenyuh dengan penjelasan Keyra, karena sejujurnya ia tak memikirkan tentang hal itu "Tapi sayang itu..."


 


"Bara, lagi pula cepat atau lambat acara pernikahan itu. Akhirnya kita akan tetap menikah kan, itu hanya masalah waktu" Keyra menyela perkataan Bara


 


"Key, kamu tahu kenapa aku ingin pernikahan kita di percepat?" Keyra hanya menggeleng dengan pertanyaan Bara.


 


Tanpa diduga Bara telah menyatukan bibirnya dengan bibir merah Keyra\, Bibir merah\, yang sudah lama ia rindukan\, untuk kembali ia cicipi. Keyra yang awalnya terkejut mulai mengimbagi gerakan bibir Bara. Mereka saling melum*t dan mengh**ap tidak sampai disitu Bara mulai menggigit kecil bibir Keyra\, membuat bibir itu terbuka dan dengan leluasa lidah Bara mulai membelit lidah Keyra dengan rakus.


 


Saat mulai merasa pasokan oksigen makin menipis, dengan tidak rela Bara melepas bibir merah itu. Masih terengah Bara menyatukan keningnya dengan Keyra, menatap dalam mata indah Keyra. Kemudian tangannya mengusap lembut bibir Keyra yang terlihat sedikit bengkak karena ulahnya.


 


Bara tersenyum, "Karena aku ingin bisa secepatnya memiliki bibir ini seutuhnya, bisa menikmatinya kapan saja dan tanpa takut lepas kendali" Bara terkekeh di akhir kalimatnya, sedangkan Keyra sudah merasakan wajahnya panas karena ucapan vulgar Bara.


 

__ADS_1


"Jadi jangan biarkan aku menunggu sampai 6 bulan, itu terlalu lama sayang. Kalau memang tidak bisa bulan depan, bagaimana dengan 3 bulan? Aku rasa itu sudah cukup untuk persiapannya" Keyra hanya mengangguk sebagai jawaban


 


"Lalu untuk pertunangan, apa kamu mau kita mengadakan pertunangan?"


 


Masih dengan menunduk Keyra menjawab, "Aku terserah padamu saja Bara"


 


"Hey, kenapa masih menunduk. Aku ingin melihat wajah cantik calon istriku" Bara mengangkat dagu Keyra sehingga dapat terlihat wajah Keyra yang masih memerah.


 


"Bahkan dengan wajah memerah seperti ini, kamu terlihat semakin cantik sayang" goda Bara


 


 


"Auuuuww..." Bara pura pura mengaduh atas serangan Keyra


 


"Oke oke, aku tidak akan melakukan itu lagi" Bara memegang kedua tangan Keyra dan membawanya untuk ia kecup, sehingga kembali membuat Keyra merona sedangkan Bara hanya terkekeh kecil


 


"Baiklah, kita sudah sepakat kan? Sekarang kita kembali ke dalam untuk mengatakannya pada orang tua kita"


*******


 

__ADS_1


"Pa, ma, Bara dan Keyra sudah sepakat untuk menikah 3 bulan lagi" kata Bara to the point


 


"Tapi Bara itu..."


 


"Sudah lah ma, papa rasa 3 bulan sudah cukup untuk semua persiapan. Lagi pula papa mengerti kenapa Bara sungguh tidak sabar" Aldi tertawa saat mengatakannya dan Bara menggaruk tengkuknya salah tingkah


 


"Baiklah kalau begitu, mama setuju. Tapi pertunangan harus tetap diadakan. Bagaimana jika minggu depan?"


 


Seakan tau sang putra akan menolak, Reva segera menyela, "Tidak ada penolakan Bara, pertunanganmu dan Keyra akan tetap diadakan minggu depan. Cukup acara sederhana dan mengundang teman juga kerabat dekat saja"


 


"Bara bukannya mau menolak ma. Tapi kali ini Bara setuju banget sama usulan mama" kata Bara terkekeh, yang membuat semua orang pun tertawa


 


"Bagaimana Pram, kau setuju kan? Dan acaranya kita adakan disini saja." Setelah menghentikan tawanya, pandangan Reva beralih menanyakan persetujuan calon besannya.


 


"Baiklah aku ikut saja, nanti aku akan mempersiapkan semuanya"


 


"Kalau begitu, mulai besok kita akan sangat sibuk" Reva terlihat sangat bersemangat, begitu juga Bara yang cukup senang dengan pertunangan itu. Setidaknya pertunangan itu, cukup untuk mengklaim bahwa Keyra akan segera menjadi milik Bara Wijaya seutuhnya.


*******

__ADS_1


Maaf Part ini dikittt... semoga suka ya.. Makasi buat yang udah baca sampai part ini :*


__ADS_2