BE MY BABY

BE MY BABY
PART 92


__ADS_3

Setelah sadar dari kejadian kemarin, Keyra lebih banyak diam. Ia hanya bicara jika ada yang bertanya padanya, itupun hanya jawaban singkat dan tidak lebih dari itu. Semua orang pun mengerti dengan apa yang Keyra rasakan, namun tidak ada yang mereka bisa lakukan. Keyra memang butuh waktu untuk bisa menyembuhkannya.


 


Hari ini seperti biasanya, sebelum ke kantor, Pram dan orang tua Bara pasti terlebih dahulu datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan Keyra. Namun hari ini hanya Bara yang akan menemaninya, karena Mama Reva ada keperluan lain dan Keyra sama sekali tidak keberatan.


 


"Bara..." panggil Keyra pelan dari posisi tidurnya


 


Bara yang sedang memeriksa beberapa email dari sofa, segera bangkit dan mendekati Keyra. "Ada apa sayang? Kamu butuh sesuatu?"


 


"Ceritakan apa yang terjadi setelah aku tertembak"


 


"Kamu yakin ingin mendengarnya sekarang? Tapi keadaan kamu belum stabil sayang"


 


"Aku pengen denger semuanya sekarang Bara, aku udah engak apa-apa"


 


Bara menghembuskan nafas pelan, kemudian duduk di kursi sebelah ranjangnya, sepertinya Keyra tidak bisa dicegah lagi. Akhirnya Bara menceritakan semua yang terjadi setelah kejadian penembakan itu.


 


Hans yang tewas karena kecelakaan, Grace yang kehilangan bayinya dan masih dalam keadaan kritis di ruang ICU rumah sakit yang sama dengan Keyra. Juga tentang Bara yang melaporkan Viona atas keterlibatannya dalam penyekapan Keyra.


 


"Aku gak nyangka hal itu yang terjadi pada Grace, dia sudah benar-benar dibutakan dengan amarah balas dendamnya hingga melakukan semua itu"


 


"Dan soal Viona, aku pikir kamu gak akan tahu kalau Viona terlibat"


 


"Apa kalau saat itu aku gak liat Viona disana, kamu gak akan bilang ke aku kalau Viona yang jebak kamu untuk datang kesana?" Tanya Bara


 


"Mungkin" jawab Keyra singkat


 


"Tapi kenapa sayang? Dia jelas ikut terlibat udah buat kamu celaka"


 


"Aku cuma enggak mau nambah kebencian seseorang sama aku. Aku pikir kalau memang itu bisa bikin semua dendamnya ke aku hilang, itu gak apa-apa. Aku udah bertekad untuk berdamai sama semua itu Bara"


 


"Tapi kedatangan mama kemarin, bikin semua usahaku sia-sia. Luka yang udah aku paksakan untuk sembuh, dibuka lagi dan yang lebih parah, ditambahkan garam diatasnya" setetes air mata mengalir dari sudut matanya, setelah mengatakan itu.


 


"Sudahlah sayang, kamu jangan pikirin itu lagi. Aku udah ceritain semuanya, sekarang kamu istirahat lagi ya"


 

__ADS_1


Keyra menggeleng, "Aku gak apa-apa sayang" Keyra tersenyum lembut, agar tidak membuat Bara cemas.


 


"Bara, aku pingin kamu bebasin Viona"


 


"Kamu yakin sayang?"


 


Keyra mengangguk dan tersenyum, "kamu dengerkan kemarin kata-kata mama? Kalau kebebasan Viona bakal bikin mama seneng. Dan aku pengen nyenengin mama"


 


Bara terenyuh mendengar perkataan Keyra, entah kenapa ia merasa sakit dengan kata-kata itu. Padahal Keyra sendiri mengatakannya dengan senyuman.


 


"Baiklah sayang, nanti aku akan menghubungi Reno. Agar mencabut tuntutanku untuk Viona"


 


"Terima kasih sayang" Bara mengusap lembut rambut Keyra.


 


"Kamu tahu, persiapan pernikahan kita sudah hampr selesai" Bara berusaha mengalihkan pembicaraan, agar tidak membuat Keyra semakin sedih


 


"Aku hampir lupa tentang itu, pernikahan kita harusnya sebentar lagi kan? Maaf ya aku enggak banyak bantu. Mama pasti repot banget ngurus semua sendiri"


 


 


"Dan pernikahan kita bisa menunggu sampai kamu benar-benar pulih sepenuhnya" Bara mencium kening Keyra


 


"Kamu adalah laki-laki terbaik yang pernah aku kenal Bara. Aku perempuan beruntung yang bisa dapetin kamu. Terima kasih" Keyra menyentuh pipi Bara yang berada disebelahnya.


 


"Dan aku lebih beruntung, bisa dapetin perempuan paling cantik, hebat dan berhati besar kayak kamu" Bara mencium singkat bibir Keyra yang sudah terlihat tidak pucat lagi.


*******


 


"Haloo pa" sapa Keyra pada papanya yang berada di ujung telpon


 


"...."


 


"Iya papa, Keyra tahu. Lagi pula udah ada Bara yang jemput dan bantuin Keyra ngerapiin barang barang selama di Rumah sakit" jawab Keyra sambil memperhatikan Bara yang sedang melipat pakaiannya


 


"...."


 

__ADS_1


"Nanti kalau Keyra udah di rumah, Keyra pasti langsung kabarin papa kok"


 


"...."


 


"Iya papa juga jangan kecapean disana, Keyra gak mau papa sakit"


 


"...."


 


"Siapp papa ku sayang. Byeee" Keyra mematikan ponsel dan memasukannya kembali ke dalam tas


 


Hari ini adalah hari kepulangan Keyra dari rumah sakit, setelah lebih dari seminggu ia di rumah sakit. Seharusnya ia sudah bisa pulang beberapa hari lalu, tapi lagi-lagi Bara dan papa nya ingin memastikan kalau dirinya benar-benar sudah sembuh. Jadi ia harus melakukan beberapa pengecekan lagi sebelum pulang.


 


Dan hari ini semua pengecekan itu menunjukan hasil yang baik, jadi dia sudah bisa pulang hari ini. Itu benar-benar melegakan bagi Keyra, karena ia sudah sangat jenuh berada di rumah sakit.


 


Tapi papanya tidak bisa menjemputnya, karena ada masalah dengan cabang perusahaan di luar negeri. Jadi kemarin papanya sudah berada disana. Begitu juga dengan papa Aldi yang ada dinas keluar kota, dan tentunya mama Reva selalu menemani.


 


Jadi lah hari ini hanya Bara yang menjemputnya dan membantunya berkemas. Tapi itu sama sekali tidak menjadi masalah bagi Keyra, karena seminggu ini mereka semua sudah cukup sibuk bolak balik menemaninya di rumah sakit.


 


"Tadi papa bilang apa?" tanya Bara setelah selesai merapikan semua keperluan Keyra


 


"Papa kayaknya masih kesel karena harus ke luar negeri dan gak bisa jemput aku hari ini" jawab Keyra sambil tersenyum kecil


 


"Terus papa nyuruh aku buat langsung ngabarin setelah sampai rumah, dan harus langsung istirahat"


 


"Papa kamu bener. Ya udah, ayo pulang" ajak Bara sambil menggenggam tangan Keyra


 


Keyra menghentikan langkah Bara yang sudah mau berjalan keluar ruangan, "Sebelum pulang, aku mau liat Grace. Boleh kan?"


 


"Untuk apa lagi sayang? Dia yang sudah mencelakaimu"


 


"Untuk yang terakhir Bara, selama aku dirawat kamu gak pernah ijinin aku ngeliat dia. Boleh ya?" Keyra memasang wajah memelas untuk meluluhkan hati Bara


 


"Ya sudah ayo. Kita ke tempat Grace dulu" Keyra pun tersenyum senang mendengarnya.


*******

__ADS_1


__ADS_2