
Setelah mereka selesai makan malam, akhirnya Aldi, Reva dan Bara beranjak ke ruang tengah untuk sekedar mengobrol. Sebelumnya Reva telah menyuruh pelayannya untuk menyiapkan teh dan cemilan ringan untuk dibawa ke ruang tengah.
"Jadi... gimana? Papa pengen denger cerita kamu, ini pasti gak jauh-jauh dari pujaan hati kamu itu kan?" tebak Aldi sambil menatap Bara yang duduk dihadapannya, sedangkan Reva berada disebelahnya
"Hm... oke oke. Memang udah saatnya Bara cerita ke mama sama papa tentang pujaan hati Bara, yang udah Bara taksir dari SMA. Tapi papa sama mama jangan motong omongan Bara ya. sampai Bara selesai" ucap Bara dan dijawab dengan anggukan kepala oleh orang tuanya.
"Jadi namanya Keyra, Keyra Alenzy Aditama. Putri tunggal keluarga Aditama, dia temen SMA Bara."
Setelah itu mengalirlah cerita bagaimana Bara mengagumi sosok Keyra namun tertunda karena Bara melanjutkan kuliah di luar negeri, bagaimana Bara yang memata-matai Keyra, sampai ia mengikut gadis itu ke Jerman. Juga tidak lupa tentang masalah yang sedang dihadapi Keyra, yang membuat Bara ingin untuk selalu ada di sebelah gadis itu.
Termasuk saat sekarang, saat papa Keyra masuk rumah sakit. Juga tak lupa Bara bercerita tentang dia yang akhirnya sudah mengungkapkan persaan nya pada gadis itu. Walaupun Keyra belum setuju untuk menjadi kekasihnya, setidaknya gadis itu sudah mulai membuka hatinya untuk Bara. dan itu cukup membuat hari-hari Bara dipenuhi senyuman.
Selesai menceritakan semuanya, Bara masih memperhatikan reaksi dari kedua orang tua nya. Mungkin reaksi terkejut atau antusias dari sang mama, atau mungkin reaksi penolakan atau sejenisnya dari sang papa. Tapi yang Bara dapati, hanya senyuman manis yang mamanya tunjukan padanya. Dan reaksi papanya yang tetap tenang sambil menyesap teh yang ada dimeja.
"Jadi...???" ucap Bara menggantungkan kalimatnya, berharap mendapat reaksi lain. Tapi sepertinya tidak ada. "Kenapa papa sama mama diem aja?" lanjutnya
"Mama sama papa udah tau tentang semua cerita itu. Dan mama setuju kamu sama Keyra, kamu harus selalu jagai Keyra ya. Mama suka sama gadis itu" ujar Reva sumringah
"Tunggu..Tunggu.. maksud mama? Mama udah tahu? Kan Bara belum pernah cerita, kok mama udah tahu?" tanya Bara bingung
__ADS_1
"Papa yang udah ngasi tahu mama soal itu. Dan papa tahu dari asisten kamu, Reno. Tapi kamu jangan marah sama dia, karena papa yang maksa dia buat ngomong." jawab Aldi tenang.
"Huhh.. dasar Reno, harusnya dia bilang ke aku kalau diancam papa" gumam Bara dalam hati
"Trus mama kok tiba-tiba udah suka aja sama Keyra? kan mama belum tahu Keyra kayak gimana?" tanya Bara curiga
Reva tersenyum lembut, "Sayang, tadi kan mama bilang kalau mama dan papa abis dari rumah sakit jenguk sahabat kami?" Bara mengangguk, "Sahabat kami yang mama maksud itu, papa nya Keyra. Om Pram" lanjut Reva, yang membuat Bara cukup terkejut
"Jadi Om Pram sahabat papa mama? Astaga.. ternyata dunia ini kecil banget ya. Bara tau kalau Wijaya Group ada beberapa kerjasama dengan Aditama Corp, tapi kalau soal kalian yang sahabatan Bara baru tau sekarang."
"Iya Om Pram itu sahabat papa dan mama saat kuliah dulu. Dia orang yang giat dan pekerja keras, dan saat tahu dia masuk rumah sakit. Papa langsung ngajak mama buat jenguk Pram" kata Aldi menjawab kebingungan anaknya
Bara menggangguk, "Mama benar, karena itu mulai sekarang Bara akan selalu buat Keyra tersenyum dan melupakan kesedihannya. Apa lagi sekarang Keyra sudah mulai membuka hatinya untuk Bara" ujar Bara bangga
"Iya sayang, kamu gak boleh sampe nyakitin dia. Kalau sampai kamu nyakitin dia, mama yang bakal marah sama kamu." ancam Reva.
"Siap ma. Berarti mama setuju kan Bara sama Keyra?"
"Tentu mama setuju. Mama malah udah gak sabar pengen Keyra cepet-cepet jadi menantu mama" kata Reva terkekeh pelan, membuat Bara ikut tertawa
__ADS_1
"Sabar dong ma. Hmm.. kalau papa gimana? setuju juga kan? Kok papa diem aja?" tanya Bara pada Aldi yang sedari tadi hanya memperhatikan obrolan tersebut
"Kamu gak perlu nanyain papa kamu lagi, asal kamu tahu aja. Sebelum papa kamu tahu kalau gadis yang kamu deketin itu Keyra. Papa kamu pernah niat jodohin kamu sama Keyra. Tapi karena kata Pram, anaknya gak mau dijodohkan dan juga karena dia gak pingin kesalahan pada pernikahannya, terjadi pada pernikahan anak kesayangannya. Makanya rencana perjodohan itu gak pernah terlaksana" ujar Reva, "Tapi ternyata Tuhan menciptakan cerita lain untuk kalian" sambungnya
"Apa yang dibilang mama kamu itu benar, papa pasti setuju. Kamu memang pinter pilih calon istri, awalnya papa takut kamu dipengaruhi temen-temen kamu yang suka ke club itu" ucap Aldi akhirnya
"Aku gak mungkin sembarangan pilih calon menantu untuk keluarga Wijaya pa. Papa tenang aja" kata Bara yakin
"Itu baru seorang Wijaya, selalu penuh keyakinan" ucap Aldi bangga, menanggapi perkataan Bara, "Tapi satu pesan papa sama kamu, Keyra itu udah cukup banyak mengalami kesedihan di hidupnya. Jadi papa minta, kamu jangan sampai sakitin dia lagi. Karena seorang Wijaya pantang menyakiti hati orang yang ia sayang. Paham Bara?" sambung Aldi tegas
"Siap Tuan Wijaya, perintah dilaksanakan" kata Bara dengan gerakan tangan memberi homat pada papanya, kemudian mereka semua tertawa.
"Oya pa, kayaknya cuti Bara udah cukup. Besok Bara akan mulai kerja lagi. Jadi papa udah bisa istirahat dan berduaan lagi sama mama"
"Nah, bagus itu. Jadi papa bisa sering berduaan sama mama kamu" ucap Aldi sambil memeluk Reva dan membawanya kedalam dekapannya
"Ihhh.. apa sih pa, kok gak tau umur sih. Malu tuh sama anak" kata Reva sambil mendorong pelan tubuh Aldi
Bara memutar bola matanya malas, melihat kelakuan Papanya yang memang sering lupa dengan umurnya. "Inget Pa, Bara udah gak pantes punya adik. Dan harusnya Bara yang kasi papa cucu sekarang" ucap Bara sambil berdiri, "Kalau gitu Bara ke kamar dulu, malem Ma malem Pa" sambung Bara kemudian berjalan menaiki tangga, menuju ke kamarnya.
__ADS_1
*******
Yukk Yukkk... Di Vote, Like dan Coment nya :*