BE MY BABY

BE MY BABY
PART 76


__ADS_3

"Apaaa.. Kau gagal??? Hanya melakukan pekerjaan mudah seperti itu saja sampai gagal???" marah seorang laki-laki saat menerima telpon


 


"..."


 


"Bod**hh.." laki-laki itu segera mematikan sambungan telpon lalu melempar ponselnya ke meja dan kembali menyesap rokoknya yang masih tersisa setengah


 


"Jadi orang suruhanmu gagal?" suara seorang wanita menghampiri laki-laki tersebut.


 


"Sudahlah, biar aku saja yang melakukannya dengan caraku. Sejak awal, harusnya aku sudah menolak tawaranmu" kata wanita itu lagi


 


"Sabarlah. Aku masih punya banyak cara yang belum aku lakukan. Lagipula kita baru beberapa hari sampai disini, setelah mendengar kabar pertunangan mereka. Harusnya kita bisa menikmati sedikit waktu berdua"


 


"Sabar katamu? Sampai kapan? Sampai mereka sudah resmi menikah dan hidup bahagia?" bentak wanita itu marah


 


"Dan apa katamu? Menikmati waktu berdua? Aku kembali kesini bukan untuk menikmati waktu berdua denganmu. tapi untuk membalas dendam atas apa yang mereka lakukan pada papa dan perusahaanku. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, aku akan melakukannya sendiri" kemudian wanita itu pergi


 


"Dasar wanita tidak sabaran. Kita lihat seberapa berhasilnya rencanamu" laki-laki itu menghisap rokoknya untuk yang terakhir. Kemudian membuang puntung rokok tersebut.


*******


 


Tokk.. Tokk.. Tokk


 


"Masuk.."


 


"Tuan, saya membawa kabar penting" Bara masih terus berkutat mengecek beberapa laporan di laptopnya, walaupun Reno ada di depannya.


 


"Kabar penting apa? langsung katakan saja"


 


"Nona Grace sudah di bebaskan dan yang saya dengar, sekarang dia ada di Indonesia" seketika tangan Bara yang semula sibuk dengan tombol keyboardnya berhenti, setelah mendengar perkataan Reno


 

__ADS_1


"Bagaimana bisa ia di bebaskan? Dan berada di Indonesia? Lelucon macam apa ini Reno?"


 


"Maaf Tuan, ternyata usaha yang dilakukan Pamannya berjalan lancar, karena mereka melimpahkan semua kesalahan itu pada laki-laki yang bersamanya saat itu. Sehingga Nona Grace dibebaskan.  Namun Tuan Jackson masih mendekam di penjara, karena bukti-bukti dan saksi yang kita punya sangat memberatkannya"


 


Bara mengusap wajahnya kasar, "Lalu untuk apa ia berada di Indonesia?"


 


"Untuk hal itu, saya belum tahu Tuan"


 


"Cari tahu apa yang Grace lakukan disini, aku tidak mau dia sampai mengganggu hubunganku dengan Keyra lagi. Dan satu hal lagi, Jangan sampai Keyra tahu tentang hal ini, aku tidak ingin membuatnya gelisah"


 


"Baik Tuan"


 


"Baiklah, kau boleh pergi Reno. Terima kasih" Reno mengangguk kemudian berlalu pergi.


 


Perasaan Bara menjadi resah setelah mendengar kabar yang diberikan Reno, ia takut kedatangaan Grace disini akan berakibat buruk pada hubungannya dan Keyra yang sudah sangat baik. Ditengah lamunannya, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dan setelahnya Reno kembali memasuki ruangannya


 


 


Seketika Bara mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Kemudian berusaha tersenyum untuk menutupi keresahan hatinya dan berjalan mendekati Keyra.


 


"Hallo.. My Fiance" Bara langsung memeluk Keyra erat dan mencium bibir Keyra cepat, sebelum Keyra sempat menolak


 


Keyra memukul dada bidang Bara, membuat Bara secara tidak rela melepaskan ciumannya. "Kamu ini semenjak kita resmi tunangan, jadi lebih vulgar ya"


 


Bara tersenyum, "Aku sedang mencari ketenangan dengan ciuman itu Key, agar keresahan yang aku rasakan bisa sedikit menghilang" batin Bara


 


Bara memerhatikan wajah Keyra yang memerah yang masih dalam dekapannya, ia berusaha bersikap normal dengan mengenyahkan semua keresahannya  "Apa kamu tidak suka? Karena aku sudah menunggunya terlalu lama sayang, dan karena itu juga kenapa aku ingin pernikahan kita dipercepat"


 


"Ya aku tidak suka. Kalau ada yang melihat bagaimana?"


 

__ADS_1


"Jadi kalau tidak ada yang melihat, kita akan melakukannya lebih lama?"


 


Wajah Keyra makin memerah mendengar perkataan Bara dan dadanya makin berdebar menerima perlakuan Bara yang lebih intens dari biasanya, sedangkan Bara seakan menikmati pemandangan di depannya.


 


"Kamu makin cantik saat memerah begini" Bara menyelipkan sedikit rambut Keyra kebelakang telinga nya Bara melepas dekapannya pada Keyra, jika terlalu lama ia takut tidak bisa menahan dirinya.


 


"Maaf ya sayang, harusnya aku yang menjemputmu ke kantor. Tapi karena masih ada beberapa laporan  yang harus ku periksa, jadi kamu yang kesini" Bara mengajak Keyra duduk di sofa ruangannya


 


"Tak apa, lagipula butik yang akan kita datangi memang lebih dekat dari kantormu. Hanya saja..." keyra menggantungkan ucapannya


 


"Hanya saja???" Bara mengernyit bingung menantikan ucapan Keyra


 


"Hanya saja, aku sedikit trauma masuk ke ruangan ini. Karena terakhir kali aku kesini, aku melihat.."


 


"Sudah tidak perlu dilanjutkan, maafkan aku sayang. Harusnya aku menyadarinya. Apa karena alasan itu juga, tadi kamu gak langsung masuk ke ruanganku dan nyuruh Reno yang nganter?" Keyra pun menjawabnya dengan anggukan kepala.


 


Bara bangkit dari sofa dan mengambil telpon diatas mejanya.


 


"Reno, aku akan pergi dengan Keyra untuk mencoba gaun pernikahan. Jadi tolong reschedule semua jadwalku setelah ini. Dan aku ingin kau mencarikanku seseorang yang bisa merubah design ruanganku dengan cepat. Aku ingin semua perlengkapan di ruanganku diganti, baik itu warna dan juga modelnya. Kalau perlu walpaper dindingnya pun diganti. Aku yakin kau cukup tau seleraku kan, jadi aku percayakan semuanya padamu"


 


"....."


 


Setelah mendapat jawaban dari Reno, Bara segera menutup telponnya dan mengambil kunci mobil. Sedangkan Keyra sedari tadi sudah melotot saat mendengar Bara ingin merubah total desain ruangannya.


 


"Bara, kamu tidak perlu berlebihan dengan mengganti semua design ruanganmu. Aku hanya belum terbiasa. Lama kelamaan, aku juga pasti akan melupakan kejadian itu"


 


"Tidak ada kata berlebihan jika itu untuk calon istriku. Setelah ini, kamu akan lebih sering ke kantorku dan aku tidak ingin kamu merasa tidak nyaman sayang" Bara mengatakannya sambil membelai lembut pipi Keyra. " Ya sudah, ayo kita berangkat. Mama pasti sudah menunggu disana"


 


Keyra pun mengangguk dan menerima uluran tangan Bara, kemudian berjalan menuju dimana mobil Bara berada.

__ADS_1


*******


__ADS_2