BE MY BABY

BE MY BABY
PART 77


__ADS_3

"Sayang, kamu tahu?" Bara dan Keyra sedang berada di dalam mobil untuk menuju butik tempat mamanya telah menunggu, dengan Bara yang berada di balik kemudi.


 


"Hmm???" Keyra menoleh pada Bara yang berada di sebelahnya.  Bara mengambil sebelah tangan Keyra dan menggenggamnya.


 


"Cincin yang kamu pakai ini, aku pesen khusus buat kamu."


 


"Cincin khusus? Memang kenapa?" tanya Keyra bingung sambil memperhatikan cincin yan tersemat di jari manisnya


 


Bara mengangguk, masih mengenggam tangan Keyra. "Jadi jangan pernah kamu lepas ya, walau bagaimana pun"


 


"Walaupun aku mandi?"


 


"Iya, walaupun kamu mandi. Harus tetap kamu pakai"


 


Keyra menarik tangannya dari genggaman Bara. "Kamu gak naruh kamera pengawas kan di cincin ini?"


 


Bara tertawa keras dengan pemikiran tunangannya dan berniat mengerjainya, "Iya, aku menaruh kamera pengawas yang sangat kecil di dalam cincin ini"


 


"Ya ampun Bara, aku tidak menyangka kamu akan semesum ini. Aku akan melepasnya saat mandi" tekan Keyra


 


Bara mengacak rambut Keyra gemas, sepertinya Keyra benar-benar percaya. "Bukan sayang, aku tidak akan menaruh kamera pengawas disana. Karena aku lebih menyukai jika bisa melihatnya secara langsung"


 


Bara kembali tertawa melihat warna merah pada wajah tunangannya. "Hahaha... Wajahmu sangat lucu saat memerah begitu sayang" Keyra segera memukul lengan Bara, merasa dipermainkan.


 


"Aww.. Sudah sayang, aku sedang menyetir" seketika Keyra menghentikan pukulannya


 


"Di dalam cincin itu aku sudah memasang GPS yang terhubung di ponsel ku" jelas Bara saat sudah meredakan tawanya


 


"GPS???"


 


"Ya GPS, agar aku selalu tau dimana kamu berada. Apa kamu lupa, selama ini sudah berapa kali kamu menghilang dari pengawasanku. Dan aku butuh waktu yang lama untuk menemukanmu. Dengan GPS ini, aku bisa selalu memantaumu kapan saja" Mendengar itu, Keyra tersadar sudah beberapa kali ia meninggalkan Bara karena pertengkaran mereka.


 

__ADS_1


"Tapi itu semua juga karena dirimu, yang membuat aku pergi Bara" kata Keyra membela diri


 


"Ya aku tau. Karena itu, mulai sekarang aku tak akan membiarkan hal itu terjadi lagi."


 


Keyra mengangguk dan tersenyum, "Baiklah, aku tidak akan pernah melepas cincin ini kapanpun" Bara pun mengangguk, dan kembali menarik tangan Keyra kemudian menciumnya lembut.


*******


 


"Akhirnya kalian datang juga. Kenapa lama sekali"


 


"Maaf ma, ada beberapa pekerjaan yang Bara dan Keyra harus selesaikan" sahut Bara


 


"Kan papa udah mau bantu handle pekerjaan kamu, selama kamu nyiapin pernikahan. Tapi kamu menolak"


 


"Bukan menolak ma, tapi pekerjaan ini memang tanggung jawab Bara sebelum cuti menikah"


 


"Iya ma, bukan salah Bara juga kok. Karena Kerjaan Keyra juga lumayan banyak" sela Keyra


 


 


"Nita, ini lo Bara dan calon menantu ku" Seorang wanita paruh baya seumuran mama Reva berdiri dari duduknya sambil memperbaiki kacamata yang bertengger di hidungnya.


 


"Wah Bara.. Kamu sudah besar sekali. Kamu pasti lupa sama tante ya?" Bara mengerutkan dahinya bingung, karena sepertinya ia belum pernah melihat teman mamanya ini.


 


"Tentu saja dia lupa Nit, tarakhir kamu melihatnya kan saat dia berumur 5 tahun. Sebelum kamu pergi mengikuti suami mu ke paris"


 


Wanita itu yang dipanggil nita itu pun tertawa, "Kamu benar juga Reva"


 


"Bar, Key, ini tante Nita temen kuliah mama dulu. Dia baru aja balik ke Indonesia 2 tahun lalu, karena mengikuti suaminya di Paris. Nah di Paris, dia sudah cukup terkenal dengan rancangan-rancangan pakaiannya. Jadi mama percayakan ke dia untuk pakaian pernikahan kalian" Setelah mendengar itu, Bara dan Keyra bergantian menyalami Tante Nita


 


"Kalian berdua terlihat sangat serasi, sama-sama tampan dan cantik. Kalian lebih cocok menjadi model atau pemain film daripada pebisnis, dengan wajah seperti ini?" Tante Nita tertawa diakhir kalimatnya, sedangkan Bara dan Keyra hanya tersenyum.


 


"Ya sudah, ayo ikut tante. Nanti akan ada beberapa karyawan Tante yang akan membantu memilihkan gaun dan juga jas yang cocok untuk kalian gunakan" Mereka semua pun mengikuti tante Nita menuju ruangan lain yang berada di butik itu.


*******

__ADS_1


 


Ruang ganti Bara dan Keyra letaknya berbeda, dan mama Reva lebih memilih mendampingi calon menantunya daripada Bara. Bara sendiri pun tidak keberatan dengan hal itu.


 


Setelah cukup lama memilih dan berganti gaun. Akhirnya Keyra memilih Gaun putih tanpa lengan dengan bagian dada dipenuhi berlian cantik untuk pengucapan janji suci nya di depan altar nanti. Sedangkan untuk resepsi ia memilih gaun bernuansa gold.


 


"Kamu sangat cantik sayang" ucap Mama Reva saat melihat Keyra memakai gaun pengantinnya.



"Kamu benar Reva. Calon menantu mu sangat cocok dengan gaun ini"


 


"Terima kasih mama, tante" jawab Keyra lembut


 


"Nanti kita tinggal memberikan mahkota kecil dan juga tudung penutupnya"


 


Tante Nita kembali memperhatikan Keyra dengan gaun rancangannya, "Bagaimana jika kita menambahkan tabukan berlian juga di sekitar ekor gaunnya? Itu akan menambah kesan mewah nya"


 


Mama Reva mengangguk, "Itu ide bagus Nita, aku setuju. Bagaimana pendapatmu sayang?"


 


Keyra mengangguk," Keyra juga setuju ma"


 


"Baiklah kalau begitu. Hmm... Apa kamu ingin memperlihatkan gaun ini pada Bara?" tanya tante Nita


 


"Tidak Tante, biarlah Bara melihatnya saat pemberkatan nanti. Aku ingin memberinya kejutan"


 


"Mama setuju Key, biarkan Bara penasaran" kata mama Reva terkekeh


 


Tante Nita mengangguk, "Kalau begitu, sebelum kamu berganti pakaian, boleh Tante memfoto mu untuk koleksi di butik ini?"


 


"Tentu boleh tante" Keyra pun sedikit berpose sesuai arahan tante Nita


 


"Wah.. Kamu benar-benar cocok sekali menjadi model. Hasilnya sangat bagus" puji tante Nita


 


"Kalau begitu Keyra ganti gaunnya dulu ya Tante, pasti Bara sudah menunggu" Keyra pun berjalan menuju ruang ganti, diikuti 2 karyawan yang akan membantu melepaskan gaun yang ia kenakan.

__ADS_1


*******


__ADS_2