
Semalam mungkin menjadi malam terindah bagi Bara, bagaimana tidak semalam ia tertidur pulas dengan mendekap gadisnya yang sudah ia cintai lebih dari 5 tahun. Gadisnya? Bara tersenyum lebar karena 1kata itu, ya gadis manis dalam dekapannya ini adalah Gadisnya, Kekasihnya, Pujaan hatinya.
Bara sudah terbangun 30menit yang lalu, namun enggan beranjak sedikitpun dari ranjang. Ia masih setia mendekap tubuh Keyra, tak ingin mengusik tidur nyenyaknya. Walaupun tangannya sudah terasa kebas karena semalaman menjadi bantalan untuk Keyra, tapi Bara tidak mempedulikannya. Dia masih setia memandangi wajah manis kekasihnya.
"Eeeuunnghhh..." lenguh Keyra seraya membuka mata lentiknya perlahan. Lalu merengangkan otot-ototnya yang cukup kaku.
"Selamat pagi sayang" sapa Bara saat mata Keyra telah terbuka sempurna dan memandang Bara yang berada di sampingnya
Keyra merona dengan panggilan yang Bara berikan padanya, dan rona merah itu sangat kontras pada wajahnya yang putih.
"Paa...gi.." jawab Keyra terbata
Bara tersenyum dan mencubit gemas pipi merona Keyra, "Kau tau Key, aku berharap suatu saat nanti, pagiku akan selalu seperti ini. Setiap aku membuka mata, akan ada kamu di dalam dekapan ku. Dan melihat pipimu yang merona karena panggilanku" kata Bara sambil terkekeh
Keyra tak menjawab perkataan Bara, karena sejujurnya ia juga berharap hal yang sama seperti Bara. Namun bukan kah itu terlalu cepat bila dipikirkan sekarang? Keyra hanya ingin mengikuti dan menikmati semuanya secara perlahan.
"Jam berapa ini Bara? Kenapa kamu tidak membangunkanku?" Tanya Keyra menghiraukan ucapan Bara sebelumnya
"Entahlah, mungkin jam 8?" jawab Bara acuh, karena sesungguhnya ia masih ingin menikmati kebersamaannya dengan Keyra.
"Ya Tuhan Bara... Aku ada meeting hari ini" ucap Keyra seraya bangun terburu-buru dan segera menuju kamar mandi, tanpa menghiraukan Bara yang masuih terdiam diatas kasur dan memperhatikan pergerakannya.
__ADS_1
20 menit kemudian Keyra keluar dari kamar mandi dengan Bathrobe handuk yang menutupi dirinya. Bara yang masih terdiam di atas ranjang sambil memainkan ponselnya, langsung teralihkan karena wangi strobery yang menguar dari dalam kamar mandi. Bara menelan saliva nya kasar memerhatikan Keyra yang terbalut Bathrobe handuk.
"Astaga Bara, kau masih disini?" Keyra cukup kaget melihat Bara yang masih berada diatas kasurnya. Kemudian ia berbalik memunggungi Bara
"Kau tidak mandi dan bersiap-siap? apa kau tidak bekerja? Kau bisa menggunakan kamar mandi yang ada diluar, dan handuknya ada di dalam lemari di depan kamar mandi itu. Aku akan bersiap sekarang, kemudian
memasak sarapan untuk kita" kata Keyra lagi masih dalam posisi membelakangi Bara
Bara tidak menjawab perkataan panjang Keyra, ia langsung keluar dari kamar Keyra menuju kamar mandi. Ia takut tidak bisa menahan dirinya lebih lama jika melihat penampilan Keyra seperti itu.
Beberapa menit kemudian, Keyra sudah selesai bersiap. Ia menggunakan kemeja putih, dan rok spam berwarna hijau, serta high heels. Rambut hitam panjangnya ia biarkan tergerai juga make up yang natural.
Kemudian ia segera menuju dapur, memeriksa dalam lemari es untuk melihat apa yang bisa ia masak. Ternyata hanya ada bahan-bahan nasi goreng. "Semoga Bara tidak keberatan jika hanya sarapan dengan nasi goreng" gumam Keyra.. Setelah menyiapkan semua bahan masakan, ia pun segera berkutat dengan alat-alat dapur untuk memasak.
Saat Keyra tengah menata masakannya, tiba-tiba terdengar bunyi bel apartemennya berbunyi. Keyra mengernyit, siapa yang bertamu pagi-pagi ke apartemennya? Ketika Keyra akan berjalan membuka pintu, tiba-tiba Bara sudah berjalan menuju pintu apartemennya.
"Biar aku yang buka, itu pasti orang suruhanku yang aku minta membawakan pakaianku untuk ke kantor" ucap bara sambil berlalu
Keyra hanya mengangguk, dan mulai duduk untuk memakan sarapannya. Beberapa menit kemudian Bara bergabung sudah lengkap dengan pakaian kantornya. Ia langsung menarik piring yang sudah Keyra siapkan untuknya, kemudian mulai menikmati sarapan tersebut.
"Maaf, hanya menyajikanmu nasi goreng. Karena hanya bahan-bahan ini yang masih tersisa, mungkin nanti aku harus berbelanja lagi" kata Keyra
__ADS_1
"Tidak apa sayang, ini enak. Semua masakanmu selalu enak, apapun yang kau masak. aku menyukainya" kata Bara dengan tersenyum lebar. Dan Keyra kembali merona mendengar panggilan Bara untuknya.
"Kenapa kau selalu merona, saat aku memanggilmu sayang? itu sangat menggemaskan" sambung Bara dengan terkekeh
"Hmm... aku hanya belum terbiasa Bara" jawab Keyra malu
"Mulai sekarang biasakan lah, karena aku akan lebih sering memanggimu begitu. Dan kamu juga harus membiasakan memanggilku 'sayang' bisa kan?" tanya Bara
Keyra hanya menggangguk, dan kembali fokus dengan sarapannya
Drrt.. Drrtt
Tiba-tiba ponsel Keyra yang berada di sampingnya bergetar. Ternyata telpon dari bi Minah, Keyra segera mengangkatnya.
"Halo Bi, ada apa?"
"....."
"Apa Bi?? Iya bi, saya akan langsung ke rumah sakit sekarang" Keyra langsung berdiri dari duduknya, dan berlari menuju kamar untuk mengambil tasnya.
Bara dengan segera mengambil kunci mobilnya, "Ayo aku antar" ucapnya saat Keyra sudah keluar dari kamarnya. Kemudain mereka berjalan bersama menuju mobil Bara.
*******
__ADS_1
Vote, Like dan comentnya donggg..
makasi :*