BE MY BABY

BE MY BABY
PART 71


__ADS_3

Pagi itu ada sedikit kesibukan di kediaman keluarga Aditama, tepatnya di bagian dapur rumah tersebut.


 


"Sayang, papa kan udah bilang untuk delivery aja. Jadi kamu gak perlu repot-repot begini" terdengar suara Pram memasuki dapur untuk melihat kegiatan yang dilakukan putrinya


 


"Gak repot kok pa, lagian Keyra seneng ngelakuinnya. Keyra pengen nanti keluarga nya Bara nyicipin masakan Key, bukan masakan restaurant"


 


Ya, hari ini rencananya keluarga Wijaya akan datang untuk makan malam. Sekaligus untuk membicarakan pernikahan Bara dan Keyra. Dan hal itu baru di sampaikan Bara tadi malam lewat telpon. Awalnya Keyra sempat kesal, karena Bara yang memberitahunya cukup mendadak. Tapi Keyra tidak bisa menolak kedatangan mereka kan.


 


Akhirnya, disini lah Keyra sekarang. Setelah selesai sarapan bersama papanya, ia langsung ke dapur untuk menyiapkan beberapa masakan untuk keluarga calon suaminya. Di bantu oleh Bi Minah dan beberapa pelayan lainnya.


 


"Ya sudah terserahmu saja. Tapi jika butuh sesuatu, segera katakan pada papa. Papa ada di ruang Baca" setelah mengatakan itu Pram akan melangkah pergi


 


"Hmm.. pa" panggil Keyra lagi, sebelum papanya benar-benar pergi.


 


"Sebenarnya Keyra butuh cuti, untuk hari ini" ucap Keyra dengan senyum lebarnya


 


"Tentu saja kamu harus cuti karena menyiapkan semua itu. Nanti papa akan menyuruh Lukas untuk menghandle perusahaan" jawab Pram


 


"Terima kasih papa" Pram hanya mengangguk dan tersenyum kearah Keyra, kemudian melanjutkan langkahnya ke ruang baca.


*******


 


"Non keyra kelihatan bahagia banget hari ini. Apa nanti Den Bara akan melamar Non?" Tanya Bi Minah setelah kepergian Pram


 


"Memang keliatan banget ya Bi, kalau aku bahagia?" Ucap Keyra sambil menotong beberapa sayuran.


 


"Iya non, dari pagi senyuman non gak pernah hilang. Bibi seneng liatnya, udah lama bibi gak liat non seceria ini semenjak orang tua non berpisah" Keyra menghentikan gerakan tangannya dan sedikit terdiam. Menyadari ucapannya yang salah, Bi Minah merasa tak enak hati


 

__ADS_1


"Maaf non, bukan..."


 


Keyra tersenyum, "Gak apa-apa kok Bi, sekarang Keyra pingin berdamai sama semuanya. Sama semua yang pernah nyakitin Keyra ataupun papa, karena Keyra rasa selama ini Keyra gak bahagia karena masih nyimpen dendam sama mereka" Keyra meletakkan sayuran yang baru selesai ia potong, kemudian memandang kearah Bi Minah.


 


"Mulai sekarang Keyra akan berusaha hidup yang lebih baik Bi, mengiklaskan semua yang sudah terjadi dan hidup bahagia sama papa. Juga dengan Bara nantinya" perkataan Keyra diakhiri dengan senyum manis di wajahnya


 


"Den Bara beruntung banget bisa punya istri yang cantik, jago masak dan berhati besar kayak Non Keyra. Bibi doain supaya Non Keyra selalu mendapat kebahagiaan dimanapun" ucap Bi Minah tulus


 


"Sebenarnya Keyra juga beruntung bisa dapetin Bara, Bi. Karena Bara yang udah banyak ngajarin Keyra buat ikhlas dan berbesar hati. Kalau enggak, mungkin sampai sekarang pun Keyra masih akan menyimpan dendam itu"


 


"Bibi yakin, nanti Non Keyra sama Den Bara akan menjadi pasangan dan orang tua yang hebat. Karena saling melengkapi satu sama lain"


 


Keyra mendekati Bi Minah, kemudian memeluknya dari samping. "Makasi ya Bi, udah nemenin Keyra dari kecil. Udah bantu Keyra jagain papa, kalau Keyra gak ada, apa lagi setelah mama dan papa pisah. Keyra harap Bibi terus betah disini, mau jagain Keyra dan papa terus"


 


Bi Minah mengusap lengan majikan, yang sudah ia anggap anak sendiri. "Iya non, bibi pasti bakal terus jagain non dan Tuan Pram. Apa lagi non, udah bibi anggap anak sendiri. Bibi juga gak bakal tega ninggalin rumah ini."


 


 


Keyra melepaakan pelukannya, kemudian melanjutkan kegiatannya yang tertunda begitu juga Bi Minah. Tanpa Keyra sadari, sedari tadi papanya mendengar semua obrolan Keyra dengan Bi Minah di balik tembok. Padahal awalnya ia hanya ingin dibuatkan kopi untuk menemaninya di ruang baca.


 


"Papa harap kamu selalu bahagia Key, dan saat nanti papa menyerahkanmu pada Bara. Dia tidak akan pernah menyakitimu lagi" gumam Pram. Ia memutuskan kembali ke ruang baca, dan akan meminta pelayannya yang lain untuk membawakannya kopi nanti


*******


 


Tokk.. tokk.. tokk


 


"Non Keyra.. di bawah sudah ada keluarga Den Bara"


 


"Iya Bi, sebentar lagi Keyra turun"

__ADS_1


 


"Apa ada yang bisa bibi bantu, Non?" Tawar Bi minah dari balik pintu


 


"Boleh Bi, Keyra mau minta pendapat Bibi. Bibi masuk aja"


 


Tadi Keyra baru menyelesaikan  seluruh masakannya pukul 4, walaupun sudah dibantu beberapa pelayan tapi menyelesaikan semua itu tetep memakan banyak waktu. Karena memang masakan yang Keyra siapkan cukup banyak, mulai dari makanan pembuka sampai penutup. Tak lupa ia menyajikan beberapa makanan kesukaan papanya dan juga Bara. Dan ia sudah sangat puas dengan hasilnya.


 


"Gimana Bi, penampilan Keyra?" Tanya Keyra setelah melihat Bi Minah berada di belakangnya melalui cermin


 


"Cantik Non, Non Keyra memang selalu cantik kok" jawab Bi Minah sambil merapikan sedikit rambut Keyra


 


"Make up keyra gak ketebelan kan Bi?" Tanya Keyra lagi


 


"Enggak non, pokoknya udah cantik banget. Non Keyra grogi ya?"


 


"Iya Bi, gak tau kenapa saya jadi deg deg an gini. Padahal saya kan udah biasa ketemu Bara dan juga orang tuanya" kata Keyra jujur


 


"Itu wajar non, kan Non mau di lamar" goda bi Minah sambil tersenyum


 


"Ahh bibi... Ya udah Keyra turun sekarang ya. Makanannya sudah ditata di meja makan semua kan bi?"


 


"Udah non, sama pelayan yang lain. Pokoknya semua udah siap"


 


"Kalau gitu Keyra minta tolong ya Bi, tolong rapiin beberapa gaun Keyra yang tadi sempet Keyra coba"


 


"Iya non, udah tugas Bibi. Non Keyra turun aja. Biar bibi yang rapiin"


 

__ADS_1


"Makasi banyak Bi. Maaf Keyra ngerepotin" kata Keyra sambil tersenyum dan setengah memeluk Bi minah, kemudian berjalan keluar menuju ruang tengah


*******


__ADS_2