BE MY BABY

BE MY BABY
PART 11


__ADS_3

Cukup lama Keyra duduk di sebelah papanya, sambil terus menggenggam jemarinya. Tubuh dan pikiran Keyra sangat lelah karena semua ini, sehingga ia memutuskan untuk sekedar membersihkan wajah di toilet. Keyra menatap pantulan wajahnya di cermin, mata yang sembab karena banyak menangis, danrambut yang acak-acakan sangat memprihatinkan.


 


Setelah selesai Keyra memutuskan untuk keluar sebentar dari kamar inap papa. Sampai didepan kamar inap papa, ia melihat sosok Bara yang sedang duduk sambil memejamkan mata. Sepertinya Bara sangat lelah mengingat penerbangan yang mereka lalui cukup panjang.


 


Akhirnya Keyra melangkahkan kakinya mendekati Bara, dan duduk disebelah lelaki itu. Seketika Bara membuka matanya, saat merasakan pergerakan di sebelahnya.


 


"Aku belum sempat mengucapkan terima kasih dari tadi. Terima kasih Bara, terima kasih untuk semua pertolonganmu hari ini. Aku tidak akan bisa membalas kebaikanmu hari ini"


 


"Bagaimana jika kamu membalasnya, dengan cara menjadi kekasihku?"


 


Seketika Keyra memandang tajam kearah Bara


 


"Hey, aku hanya bercanda. Aku ingin melihatmu tersenyum, karena seharian ini aku hanya melihat tangisanmu Key"


 


"Aku bahkan tidak tau, apa aku masih pantas untuk tersenyum setelah semua ini Bar? Bahkan aku merasa tidak memiliki alasan lagi untuk tersenyum"


 


"Ada Key, aku akan menjadi alasanmu untuk tersenyum. dan aku akan berusaha membuat senyuman itu kembali" ucap Bara dalam hati


 


"Dan maaf telah merepotkanmu Bar, harusnya saat ini kau masih ada di Jerman bukan? tidak seharusnya kau menemaniku"


 

__ADS_1


"Bukankah aku sudah pernah bilang padamu, bahwa aku masih di Jerman karena kamu disana. Jadi jika kamu disini, maka aku juga ada disini" Bara mengacak rambut Keyra pelan saat mengatakan itu, “Lagi pula aku juga tak merasa direpotkan, anggap saja aku sedang merindukan rumah dan ingin pulang segera” ujar Bara dibarengi dengan senyum tulusnya


 


"Ini sudah larut Bar, kenapa kamu belum pulang?"


 


"Aku tidak mungkin meninggalkanmu dengan keadaan seperti ini Key, hati dan pikiranku tidak akan tenang. Jadi aku memustuskan untuk menunggumu disini."


 


Hati Keyra berdesir karena perkataan Bara, setidaknya dari semua orang yang sudah meninggalkan Keyra, masih ada satu orang yang memikirkan keadaannya. "Sekarang aku sudah lebih tenang Bara, kau sudah tidak perlu terlalu cemas lagi"


 


Bara menggenggam tangan Keyra lembut, membawa tangan tersebut untuk ia kecup. Hati Keyra kembali berdesir, menerima perlakuan lembut yang Bara berikan padanya. Keyra menatap wajah Bara lekat, sebelumnya Keyra tidak pernah menatap wajah Bara sedekat ini. Mata hitamnya yang tajam seolah mampu menenggalamkan Keyra, dengan alis tebal yang membingkainya, juga senyuman tipisnya yang terasa sangat menyejukkan dan entah kenapa itu membuat jantung Keyra berdetak tidak beraturan. Dengan cepat Keyra menarik tangannya dari genggaman Bara dan mengalihkan tatapannya dari wajah Bara, sebelum Bara mendengar debaran jantungnya yang terasa sangat cepat.


 


"Aku yakin Om Pram akan segera pulih, beliau tidak akan mungkin membiarkan putri kesayangannya selalu bersedih seperti ini. Jadi tersenyumlah Keyra. Dan kau harus ingat, bahwa kau tidak sendiri, ada aku yang akan selalu mendukung dan menemanimu" ucap Bara penuh keyakinan


 


 


"Semoga Bara, aku harap papa akan segera pulih. Terima kasih banyak Bara"


 


“Oya, tadi bi Minah pamit pulang duluan untuk mengambil beberapa perlengkapan papamu. Tadinya dia mau pamit langsung padamu tapi tidak enak mengganggumu, jadi dia hanya titip pesan. Mungkin sebentar lagi dia akan kembali, dia tadi pergi dengan Lukas asisten papa mu”


 


"Oh... nanti aku akan mengabari bi minah untuk kembali besok saja. Hari ini aku akan menginap disini., aku ingin menjaga papa"


 


"Kalau mau mu begitu, aku akan menyuruh Reno untuk membawa kopermu yang masih di mobil ke kamar rawat papa mu"

__ADS_1


 


Setelahnya Bara langsung menghubungi Reno, untuk memindahkan koper Keyra.


 


"Bara, ini sudah sangat larut. Pulanglah, bukannya besok kau sudah harus bekerja?"


 


“Kenapa dari tadi kamu selalu menyuruhku pulang? Kau mengusirku?” Bara mendengus. “Aku bos nya, jadi tidak apa jika aku tidak masuk kan? Lagi pula aku masih ingin menemanimu disini” lanjutnya lagi


 


"Walaupun kau bos nya, tapi kau harus tetap memberi contoh yang baik untuk karyawanmu kan? Aku sudah tidak apa-apa, kau tak perlu menemaniku. Lagi pula, kau pasti lelah setelah perjalanan kita tadi. Aku tidak ingin kau sakit, jadi pulanglah."


 


Bara tersenyum lebar, "Jadi kamu menghawatirkanku? Aku suka kamu perhatian padaku Key" ucap Bara sambil mencubit gemas pipi Keyra.


 


Keyra melongo dengan apa yang Bara lakukan, dia seperti terhipnotis dengan senyuman lebar yang Bara tunjukan


 


"Baiklah aku akan pulang, agar kau juga bisa segera istirahat. Tapi besok pagi aku akan kembali kesini, dan ingat kalau ada apa-apa segera hubungi aku. Mengerti?"


 


Keyra bergeming, Bara langsung berdiri dan mengacak pelan rambut panjang Keyra. Kemudian pergi meninggalkan gadis itu, yang masih setia memandang punggung kokoh Bara yang kian menjauh.


 


"Ya Tuhan, aku tidak tau perasaan apa yang aku rasakan sekarang pada Bara. Ini terasa berbeda dari perasaan yang pernah ku rasakan dengan Bayu. Ya Tuhan, boleh kah aku egois sekali saja? Bolehkah aku meminta padaMu, agar Bara bisa selalu disisiku seperti sekarang? Dan tidak pernah meninggalkanku?" lirih Keyra dalam hati.


*******


Please dukungannya dengan Like dan Comment nya ya guysss.. :)

__ADS_1


__ADS_2