
Tokk.. Tokk.. Tokk..
Bara mengerjapkan matanya pelan, badannya terasa pegal ternyata ia tertidur dengan posisi duduk di samping ranjang Keyra.
Tokk.. Tokk.. Tokk
Bara perlahan bangkit dari duduknya, dan sedikit merenggangkan tubuhnya yang pegal. Melihat arloji di pergelangan tangannya, ternyata sudah jam 8 pagi. Kemudian ia berjalan untuk membuka pintu.
"Selamat pagi Tuan. Saya membawa pakaian ganti dan juga sarapan untuk anda, atas permintaan Nyonya Reva. Dan nyonya berpesan, akan datang sedikit terlambat karena harus menemani Tuan Wijaya bertemu klien terlebih dulu"
Bara mengangguk, dan berterima kasih pada Reno. Kemudian mengambil paper bag yang Reno bawa.
"Dan ada seorang polisi yang ingin bertemu dengan anda" Reno menggeser tubuhnya dan memperlihatkan seorang polisi yang telah membantu Bara kemarin
"Selamat pagi Tuan, perkenalkan saya Bima. Polisi yang bertanggung jawab atas kasus yang menimpa Nona Keyra"ia mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan Bara. "Bisa kita bicara sebentar?"
Bara menerima uluran tangan tersebut. "Saya Bara. Tentu, kita bisa bicara disana" Bara menunjuk kursi tunggu yang terletak tidak jauh dari ruangan Keyra.
"Jadi bagaimana? Apa mereka sudah tertangkap?" tanya Bara to the point
__ADS_1
"Setelah kasus penembakan kemarin, kami segera melakukan pengejaran. Namun kedua tersangka, tetap berusaha melarikan diri. Dan saat pengejaran itu, mobil yang mereka tumpangi benar-benar melaju dengan kecepatan tinggi. Sampai pada persimpangan mobil yang tersangka kendarai hilang kendali dan menabrak truk dari arah yang berlawanan, sehingga kecelakaan tidak bisa dihindarkan"
"Kecelakaan??? Lalu apa yang terjadi dengan mereka?"
"Yang mengendarai mobil tersebut, tersangka bernama Hans dan dia meninggal di tempat. Sedangkan Nona Grace, berhasil kami selamatkan dan larikan ke rumah sakit. Saat ini ia berada di rumah sakit ini, dan dalam keadaan kritis. Dan untuk bayinya, ia kehilangan bayinya"
Bara menarik nafas panjang, tidak tahu harus berkomentar apa setelah mendengar semuanya. Bara memang ingin agar Grace mendapatkan balasan yang setimpal, apa ini semua balasan setimpal yang Tuhan berikan untuknya?
Bara berdiri dari duduknya, "Terima kasih untuk semuanya Pak Bima, tolong kabari saya lagi jika ada perkembangan terbaru"
"Tentu saja Tuan Bara, pasti saya akan mengabari anda"
"Tentu, saya akan segera menyelidikinya"
"Baiklah, saya harus kembali ke dalam. Saya tidak ingin meninggalkan Keyra terlalu lama" sebelum pergi, Bara dan polisi itu pun kembali berjabat tangan.
*******
"Sayang, mereka yang menyakitimu sudah mendapat ganjarannya. Enggak akan ada yang ganggu kita lagi, kamu cepet bangun ya sayang, temenin aku lagi. Kita hidup bahagia sampai tua, aku janji enggak akan pernah biarin hal buruk kayak gini nimpa kamu lagi." Bara mengusap sayang kepala Keyra, sambil terus memperhatikan wajah cantiknya.
__ADS_1
Seperti mimpi, Bara seakan melihat kelopak mata Keyra mulai bergerak. Kemudian Bara mulai memastikan dengan memegang tangan Keyra, dan kembali ia merasakan gerakan lemah dari jari-jari yang ia genggam.
"Sayang... Kamu udah sadar.. Sayang.. Kamu denger aku???" Perlahan Keyra berhasil membuka matanya, membuat Bara benar-benar bahagia melihatnya.
"Bbaaaa....rrraaaaa..." ucap Keyra terbata
"Iya sayang.. Ini aku. Aku akan panggil dokter, tunggu ya sayang"Bara segera berlari secepat mungkin untuk memanggil dokter yang berjaga
"Kami akan memeriksa pasien" seorang dokter dan beberapa suster sudah berada di ruangan Keyra
Bara segera menggeser tubuhnya, untuk memberi ruang pada dokter dan para suster, "Tolong pastikan keadaan calon istri saya dok" Dokter dan para suster tersebut pun segera mendekati Keyra dan mengecek semua kondisi tubuhnya.
" Nona, apa anda bisa mendengar saya dengan baik? Jika iya, anggukkan kepala anda" Keyra pun menganggukkan kepalanya pelan, kemudian dokterpun melanjutkan ke pemeriksaan lainnya.
"Keadaan pasien sudah membaik, kondisi vitalnya juga semua baik. Untuk sekarang, biarkan dulu pasien istirahat dan jangan banyak bergerak agar lukanya bisa segera sembuh. Bila ada apa-apa segera hubungi kami"
Bara pun mengangguk mantap, "Terima kasih banyak dok" dokter itu tersenyum dan meninggalkan ruangan.
Bara segera kembali mendekati Keyra, "Terima kasih sudah kembali Key, Terima kasih" Bara mencium kening Keyra.
__ADS_1
"Sekarang kamu istirahat dulu ya, aku akan ngabarin ke otang tua kita. Mereka pasti seneng banget" Keyra tersenyum samar dan mengangguk
*******