BE MY BABY

BE MY BABY
PART 87


__ADS_3

"Tuan apa tidak sebaiknya anda beristirahat sebentar?"


 


Setelah sampai di rumahnya, Bara dengan cepat membersihkan diri dan berganti pakaian. Bahkan itu semua dia lakukan kurang dari 1jam. Karena dia ingin secepatnya kembali ke rumah sakit, ia merasa tidak tenang bila terlalu lama tidak mengetahui keadaan Keyra.Walaupun disana sudah ada kedua orang tuanya dan juga papa Keyra, dia tetap ingin memastikan keadaan Keyra sendiri.


 


Dan saat ini, Bara sudah berada di dalam mobilnya untuk kembali ke rumah sakit yang diantarkan Reno.


 


"Apa menurutmu, aku akan bisa beristirahat? Setelah semua yang terjadi hari ini?" Bara masih terus memerhatikan jalanan yang tidak terlalu ramai, karena hari sudah cukup larut


 


"Tapi anda bahkan belum menyentuh makanan apapun hampir seharian ini" kata Reno lagi dari balik kemudi


 


"Kamu tidak perlu menghawatirkan hal itu Ren, karena aku sendiri tak ingin peduli dengan diriku. Hanya Keyra yang


aku pikirkan saat ini dan hanya dia yang terpenting" Mendengar jawaban itu, Reno pun tak lagi mengatakan apa-apa. Dan nerusaha fokus pada kemudinya


 


"Apa sudah ada kabar dari kepolisian?" Tanya Bara tiba-tiba


 


"Belum Tuan"


 


Bara menghembuskan nafas panjang. Ia tak akan bisa berhenti menyesali kejadian hari ini, jika sampai terjadi apa-apa pada Keyra.Kejadian penembakan yang terjadi pada Keyra hari ini, terus terbayang dipikirannya, bagaimana Keyra tergeletak dengan bersimbah darah di pelukannya.


 


"Ini semua karena Grace, harusnya tembakan itu mengenai ku. Grace harus berhasil ditangkap, dia harus membayar semua perbuatannya" ucap Bara sambil mengepalkan tangannya kuat

__ADS_1


 


Beberapa saat kemudian, mobil yang Reno kendarai sudah sampai di rumah sakit. "Terima kasih untuk hari ini. Kamu bisa langsung pulang Ren, aku akan menginap disini. Dan juga aku tidak akan ke kantor dalam beberapa hari, jadi semua urusan perusahaan ku serahkan padamu" tanpa menunggu jawaban, Bara segera berlalu. Reno pun segera pergi dari rumah sakit


*******


 


"Pa, gimana keadaan Keyra?"


 


Pram menoleh mendengar suara Bara, "Kamu sudah kembali Bara? Keyra masih belum sadar"


 


Bara menarik nafas pelan, berjalan semakin mendekat. Terlihat Keyra masih setia menutup matanya, dengan wajah pucat dan beberapa luka memar di wajah dan kepala yang diperban. Juga beberapa alat medis yang terpasang di tubuhnya.


 


Tanpa terasa Bara kembali meneteskan air matanya, dan tak henti-henti ia mengutuk dirinya sendiri. Karena semua yang terjadi.


 


 


"Maafkan Bara, Pa. Bara gak becus jaga Keyra, semua ini kesalahan Bara"


 


"Gak ada yang harus disalahin. Sekarang kita cuma perlu berdoa, agar Keyra segera sadar" Bara mengangguk, dan mulai menghapus air matanya pelan.


 


"Papa kenapa sendirian?" tanya Bara setelah lebih tenang


 


"Baru saja papa menyuruh Aldi dan Reva untuk pulang. Mereka pasti lelah setelah semua yang terjadi hari ini"

__ADS_1


 


"Kalau begitu, papa juga sebaiknya pulang. Biar Bara yang jaga Keyra malam ini. Papa juga gak boleh kecapean,


Keyra bakal marah kalau waktu sadar ngeliat orang yang paling dia sayang sampai sakit"


 


Pram mengalihkan pandangannya pada Keyra," Kamu benar, Keyra bisa marah dan ngambek nanti. Tapi kamu benar gak apa-apa kalau papa tinggal?"


 


"Iya pa, Bara gak apa-apa. Papa pulang aja. Nanti kalau ada apa-apa, Bara bakal langsung kabarin papa"


 


"Ya sudah kalau begitu. Papa pulang dulu, besok pagi papa akan kembali dan bawa beberapa perlengkapan Keyra" Bara pun hanya mengangguk dan Pram segera keluar dari ruangan VIP itu.


*******


 


Sudah 30 menit berlalu, Bara masih terus menggenggam tangan Keyra sambil terus memandangi wajah Keyra yang damai. Hanya suara pendeteksi jantung yang terdengar mengisi kesunyian ruang inap itu.


 


"Ya Tuhan, aku bahkan belum sempat membahagiakannya. Beri aku kesempatan untuk bisa membuatnya bahagia di sepanjang hidupku"


 


"Aku akan tersiksa seumur hidup dengan rasa bersalah, bila terjadi sesuatu dengannya. Sembuhkan lah dia, aku ingin melihat senyuman itu lagi di wajahnya"


 


"Bila aku mati, apa kamu akan menemukan penggantiku dengan cepat?" kata-kata yang pernah Keyra ucapkan, tiba-tiba terlintas di pikirannya


 


"Enggak sayang, hal itu nggak akan pernah terjadi. Kamu akan selalu bersamaku, aku bahkan tidak pernah memikirkan bagaimana hidupku tanpa kamu Key. Jadi aku mohon sayang, segera lah sadar" Bara terus bermonolog sambil terus memandangi Keyra.

__ADS_1


*******


__ADS_2