
Pagi ini Keyra sedang berkutat di dapur bersama Bi Minah, Keyra ingin mempersiapkan sarapan untuk papanya.
Beberapa menit kemudian sarapan tersebut sudah terhidang di meja makan. Dan tak berselang lama, papanya turun menuju meja makan.
"Wahh.. aroma nya wangi sekali" seru sang papa sambil mengambil duduk diujung meja
"Selamat pagi papa"
"Selamat pagi sayang. Sarapan ini, kamu yang masak?"
"Iya pa, di bantu Bi Minah"
Pram hanya mengangguk, kemudian mulai menyendokkan makanan ke dalam mulutnya. Pram terdiam, rasa masakan ini mengingatkannya dengan sang istri. Membuat sedikit perasaan disudut hatinya seakan bergejolak, dan seakan berkata 'Rindu'
"Pa kok diam? Gk enak ya?"
"Enak kok sayang, ini enak banget. Papa yakin, suami kamu nanti akan seneng di rumah kalau dimasakin gini
terus" ucap Pram, berusaha mengalihkan perasaan anehnya
Sekarang giliran Keyra yang terdiam. Suami? Siapa yang akan menjadi suaminya nanti? Jika dulu, tentu Bara yang
paling dia inginkan untuk jd suaminya. Tapi...
"Sayang, apa kamu benar-benar tidak ingin bertemu Bara lagi? Mungkin kamu perlu mendengarkan penjelasannya?"
Keyra menoleh, "Maksud papa?"
"Kemarin papa bertemu Bara, dan dia..."
"Keyra belum siap ketemu Bara pa, jika bertemu Bara bukan tidak mungkin bayangan itu hadir lagi diingatan
Keyra" sela Keyra sebelum papanya menyelesaikan omongannya.
__ADS_1
Setelah itu hanya hening yang menemani waktu sarapan mereka. Hingga Pram menyelesaikan sarapannya dan bersiap untuk berangkat ke kantor.
Sebelum pergi, ia kembali berkata "Keyra, ingat pergunakan waktu istirahatmu dengan baik. Kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau, papa tau kamu bosan di rumah. Tapi kalau kamu sudah mau bekerja, itu juga terserahmu."
"Iya pa, Keyra tahu. Tapi Keyra masih ingin istirahat. Mungkin seminggu lagi?" Keyra terkekeh saat mengatakannya
"Tentu sayang" Pram mengacak rambut Keyra pelan, dan mencium kening putrinya sayang
"Papa berangkat"
"Hati-hati pa" yang hanya dijawab anggukan oleh Pram
*******
Siang harinya Keyra sedang berada di salah satu Restaurant Italia, Restaurant favoritnya dengan Bara.
Entah kenapa tiba-tiba ia ingin sepiring fettucini, atau karena ia rindu dengen seseorang yang sering mengajaknya
kemari.
"Tidak kusangka, aku akan bertemu bidadari disini. Bukankah ini kebetulan yang menyenangkan?"
Baru setengah Keyra menikmati makanannya, namun ada seseorang yang mengusiknya.
Sepertinya Keyra terlalu menikmati makanan itu, sampai tidak menyadari ada seseorang yang menghampirinya. Keyra menghela nafas, saat melihat siapa yang mengusik makan siangnya. Dan tetap melanjutkan makannya, tanpa mengatakan apapun.
"Kamu masih ingat aku kan Key?"
Merasa diabaikan, orang tersebut hanya tersenyum kaku. Dan tanpa dipersilahkan, langsung mengambil duduk disebelah Keyra.
Keyra memandang orang itu tajam, kenapa harus duduk di sebelahnya?
__ADS_1
Seakan tau apa arti tatapan itu, orang itu menjawab "Bukankah terakhir kita bertemu, aku udah bilang kalau gak
suka makan sendiri? Jadi aku duduk disini ya, lagi pula kamu juga sendiri kan?"
"Terserahmu saja Jerry" jawab Keyra ketus
Sejujurnya Keyra sangat ingin menikmati waktu makan siangnya dengan tenang, namun sekarang ketrenangan itu tidak bisa lagi ia dapatkan.
"Wahh.. aku senang, kau masih mengingatku"
Keyra tidak menanggapi, dan memilih menikmati makanannya kembali. Sedangkan Jerry memilih memanggil pelayan untuk memesan makanannya.
"Kenapa kamu sendirian Key? Tidak bersama Bara?" Tanya Jerry memecah keheningan setelah selesai memesan.
Keyra hanya diam, tidak berniat menjawab. Sejujurnya Keyra sedang dalam mood yang tidak baik untuk membahas
tentang Bara.
"Apakah rumor yang aku dengar benar? Kalau kalian sudah putus? Pantas saja aku sering melihat Bara mabuk-mabukan di club. Jadi itu karena patah hati?" Jerry tertawa
Keyra terdiam mendengar itu. Jadi yang dikatakan Mama Reva benar, soal Bara yang sering mabuk? Padahal dulu, saat mereka bersama Bara tidak pernah ke club atau minum beralkohol yang berlebihan.
"Tapi itu bagus untukku, aku jadi punya kesempatan untuk mendekatimu. Boleh kan Key?"
Keyra menaruh sendok dan garpunya, bertepatan dengan tibanya pesanan Jerry.
"Makananmu sudah datang, bisa kau makan dengan tenang tanpa banyak bicara? Atau kau bisa pindah dari mejaku"
"Oke aku akan makan dengan tenang. Jangan suruh aku pindah"
Kemudian Jerry mulai memakan pesanannya, namun Keyra sudah kehilangan nafsu makannya dan kini malah
memikirkan Bara. Kenapa Bara jadi sering mabuk-mabukan? Apa benar itu semua karena hubungan mereka yang sudah berakhir? Tapi itu semua, juga terjadi karena Bara yang berkhianat.
__ADS_1
Aaaahhh... Keyra benar-benar bingung dengan semua ini.
*******