BE MY BABY

BE MY BABY
PART 89


__ADS_3

Semenjak sadar 2 hari lalu, keadaan Keyra sudah lebih membaik. Tidak ada keluhan apapun yang ditakutkan dokter, terjadi padanya. Semua orang sangat bahagia akan hal itu. Bara selalu setia menemaninya, ia bahkan sudah meminta Reno untuk membawakan beberapa pakaian ganti lagi untuk beberapa hari kedepan.


 


"Aaaaauuuuww..." Bara segera berdiri dan mendekati ranjang Keyra


 


"Kamu mau ngapain sayang? Kamu gak boleh banyak gerak dulu"


 


"Aku bosen tiduran terus, aku mau duduk"


 


"Kenapa kamu gak manggil aku? Biar aku bantuin kamu" setelah itu Bara segera membantu Keyra untuk duduk


 


"Kamu mau makan apel? Aku kupasin ya" Keyra pun menjawab dengan mengangguk


 


"Kamu gak ke kantor?"


 


"Aku gak mungkin ninggalin kamu sendirian sayang, lagipula Reno udah ngirimin beberapa kerjaan ke email. Aku tinggal ngecek aja"


 


"Tapi aku gak apa-apa kok kamu tinggal, lagipula aku udah baik-baik aja"


 


"Bara gak akan mau ninggalin kamu walaupun semenit sayang"


 


"Mama Reva, Papa, Papa Aldi? Kalian udah disini?" Keyra tersenyum senang melihat kedatangan keluarganya


 


"Kenapa kamu udah duduk? Punggung kamu udah gak apa-apa sayang?" Pram mendekati Keyra sambil mengusap kepalanya pelan


 


"Masih sedikit sakit, Tapi Keyra bosen tidur terus pa. Papa sama papa Aldi mau berangkat ke kantor ya?"


 


"Iya Keyra, kerjaan hari ini lumayan banyak dan papa harus ketemu beberapa klien. Tapi sebelum itu, papa mau liat dan mastiin keadaan kamu" jawab Aldi, dan Pram hanya mengangguk


 


"Keyra udah baik-baik aja kok pa. Harusnya Bara yang bantuin kerjaan papa kan?" Keyra menatap Bara dan Aldi bergantian


 

__ADS_1


"Keyra, Bara terlalu khawatir sama kamu. Mana mungkin dia mau ninggalin kamu untuk ketemu klien, disaat fokusnya udah ke kamu semua" Bara hanya terdiam, dan memberikan apel yang sudah ia potong untuk Keyra


 


"Iya sayang, kayak yang mama bilang tadi. Dia gak akan rela ninggalin kamu walaupun semenit. Dia mau nebus keselahannya" kata Reva menyela


 


"Tapi pa, ma kejadian itu bukan salah Bara"


 


"Aku salah karena gak bisa ngelindungin kamu, sampai kamu terluka kayak gini"


 


"Tapi..."


 


"Sudah, sudah, biarin Bara tenang dengan jagain kamu disini Keyra. Lagipula semua pekerjaan kantor, masih bisa papa tangani. Bara juga masih ngebantu papa ngecek beberapa kerjaan lewat email" ucap Aldi menengahi


 


"Papa juga lebih tenang, kalau Bara yang nemenin kamu disini sayang" kata Pram


 


"Ya sudah kalau gitu, Papa dan papa Aldi berangkat ke kantor dulu ya sayang" lanjut Pram sambil mencium kening Keyra


 


"Kalau ada apa-apa, segera hubungi papa" Pram menepuk pundak Bara


 


 


"Papa juga berangkat ke kantor ya Keyra, kamu cepet sembuh"


 


"Mama nanti di jemput sopir, enggak apa apa kan?" lanjut Aldi bertanya pada Reva.


 


"Iya pa, nanti biar mama nelpon sopir kalau mau pulang" Aldi pun mencium kening istrinya, sebelum meninggalkan ruangan dengan Pram


*******


 


Drrttt... Drrtt... Drrtt..


 


Segera Bara mengambil ponselnya, saat merasakan benda itu bergetar di dalam saku celananya. "Ada apa Ren?" Tanya Bara langsung setelah menerima panggilan itu


 

__ADS_1


"Tuan, saya sudah berada di depan ruangan Nona Keyra. Saya membawa beberapa file yang anda minta. Juga saya ingin menyampaikan sesuatu"


 


"Baiklah, tunggu aku" setelah mematikan panggilan, Bara memasukan kembali ponselnya


 


"Ma, tolong temani Keyra sebentar ya. Bara mau keluar dulu"


 


"Sayang, aku keluar sebentar ya" ucap Bara pada 2 orang wanita yang sangat berarti bagi hidupnya


 


Saat Bara sudah keluar dari ruangan Keyra, ia melihat Reno sedang duduk di salah satu kursi kosong yang ada di depan ruangan Keyra. Bara pun langsung mengambil duduk di sebelahnya.


 


"Apa yang ingin kamu sampaikan Reno?"


 


"Polisi yang menangani kasus Nona Keyra, sudah menangkap Nona Viona dan sekarang dia sudah dalam penyelidikan tentang keterlibatannya dalam kasus kemarin. Kemungkinan ia hanya mengikuti perintah dari Nona Grace untuk menjebak Nona Keyra. Dan polisi juga mengatakan, perlu meminta keterangan Nona Keyra sebagai saksi dalam kasus ini"


 


"Apapun keterlibatannya, aku tetap ingin semua orang yang terlibat dalam kasus ini mendapatkan balasan yang setimpal. Untuk kesaksian Keyra, apa itu tidak bisa ditunda? Keyra baru saja sadar, dia masih dalam pemulihan"


 


"Kalau begitu, saya akan menyampaikan hal itu pada Polsi nanti. Tapi Tuan, apa anda tidak berniat memberitahukan hal ini pada Nona Keyra?"


 


"Aku tidak tahu Ren, untuk saat ini aku belum ingin membicarakan tentang kasus itu pada Keyra. Lagipula Keyra belum ada mengungkit tentang itu, jadi mungkin aku akan menunggu waktu yang tepat"


 


"Baiklah Tuan, dan ini file yang anda minta" Reno memberikan beberapa file yang sedari tadi ia bawa


 


"Terima kasih Ren, apa ada lagi yang ingin kamu sampaikan?"


 


"Tentang Nona Grace, ia masih berada di ruang ICU rumah sakit ini dan belum sadarkan diri. Dan juga keluarganya sepertinya belum ada yang mengetahui tentang keadaannya"


 


"Baiklah. Jika terjadi sesuatu segera kabari aku lagi. Dan tolong, selama aku tidak ke kantor tangani beberapa pekerjaanku. Walaupun sudah ada bantuan papa, tapi jangan biarkan ia terlalu lelah untuk mengurus semuanya. Setelah Keyra pulang dari rumah sakit, aku akan kembali bekerja"


 


"Tentu saja Tuan" Bara segera berdiri diikuti Reno


 

__ADS_1


"Sekali lagi terima kasih. Berhati-hatilah di jalan" pesan Bara pada Reno, sebelum kembali memasuki ruangan Keyra.


*******


__ADS_2