
Sudah 2 hari sejak Bara masuk rumah sakit. Namun Keyra masih merasa malu bila bertemu dengan orang tua Bara. Bagaimana tidak, karena ia tertangkap basah tidur dalam pelukan Bara saat itu.
Hal itu membuat Keyra tidak pernah menemani Bara lagi. Tapi hari ini Keyra harus datang ke rumah sakit karena Reva menelponnya, dan ia tidak punya alasan untuk menghindar.
"Kamu kenapa jadi jarang jenguk Bara? Kamu tau gak gimana rewelnya dia nanyain kamu terus? Keyra mana ma? Keyra gak jenguk Bara hari ini? Kenapa Keyra gak dateng?" Itulah ucapan pertama Reva saat Keyra tiba di ruang rawat Bara.
"Mama sampai pusing mau jawabin pertanyaan dia" lanjut Reva
"Aku cuma agak sibuk belakangan ini Ma, jadi baru bisa datang"
"Kamu sibuk? Atau karrna masih malu karena mama mergokin kalian?" Reva tersenyum, sedangkan Keyra menundukan kepalanya untuk menutupi wajahnya yang memerah.
"Kamu gak perlu malu sayang, mama malah senang karena kalian udah baikan. Jadi harapan mama buat jadiin kamu mantu, masih ada" Reva tertawa dan Keyra masih tidak tahu harus berkata apa.
"Masih jauh Ma, Keyra belum mau nerima cinta Bara lagi" sahut Bara saat mengetahui kehadiran Keyra
"Ya gak apa-apa, namanya juga usaha. Makanya kamu usaha juga buat dapetin Keyra lagi. Ya udah, mama mau minta tolong untuk nemenin Bara hari ini ya Key. Karena mama ada urusan. Kamu mau kan?" Bara tidak menyahuti omongan mamanya lagi. Tanpa mamanya suruh pun, ia akan berusaha mendapatkan Keyra lagi. Batin Bara
Akhirnya Keyra mendongak dan menatap Reva di depannya, kemudian mengangguk pelan. Setelah itu Reva tidak mengatakan apapun lagi, dan berlalu dari ruangan Bara. Sedangkan Keyra langsung mengambil duduk di sebelah Bara.
"Apa bener kamu masih malu ketemu mama karena hari itu?"
"Kamu udah selesai sarapan? Mau aku kupasin apel? Kamu harus banyak makan buah biar cepet pulih" Keyra memilih mengabaikan pertanyaan Bara dan mengambil apel untuk ia berikan pada Bara.
"Selamat pagi"
Sapaan itu membuat Bara dan Keyra menoleh. Ternyata dokter yang menangani Bara saat pertama datang ke rumah sakit dan seorang suster datang untuk memerikas keadaan Bara.
__ADS_1
"Keadaan anda sudah cukup baik, hanya butuh pemulihan sedikit lagi. Jika dalam beberapa hari keadaan anda sudah stabil, anda bisa pulang"
Dokter tersebut tersenyum ramah setelah selesai mengecek keadaan Bara, kemudian tatapannya beralih pada Keyra. "Sepertinya kehadiran kekasih anda, sangat membantu dalam pemulihannya"
Keyra tersenyum manis pada dokter itu. Baru Keyra benar-benar memperhatikan Dokter ini, terlihat masih cukup muda dan cukup tampan. Saat pertama kali Keyra bertemu dengannya, ia tidak sempat memperhatikan karena rasa khawatirnya pada Bara. dan baru sekarang ia mengetahui bahwa namanya Dokter Andrian sesuai name tag yang dia pakai.
"Ehemm.. saya kira pemeriksaannya sudah selesai dok" Suara Bara menginterupsi dokter tersebut, dan berusaha menormalkan perlakuannya yang tanpa ia sadari daritadi terus memperhatikan Keyra tanpa berkedip.
"Kalau begitu saya permisi dulu" Ucap sang dokter agak gugup dan segera meninggalkan ruangan, diikuti oleh susternya.
"Kamu jangan pernah senyum kayak gitu lagi ke laki-laki lain Key"
Keyra yang masih mengupas apel, mengernyit bingung mendengar perkataan Bara. "Senyum kayak gimana maksudnya?"
"Ya kayak tadi, yang sampai buat dokter itu gak berkedip liatin kamu"
"Aku laki-laki Key, dan aku tau tatapan dokter tadi ke kamu itu karena terpesona"
"Lagian kalaupun senyuman aku bikin dokter itu terpesona, memang kenapa? Aku juga kan lagi single, jadi gak ada yang salah kan sama hal itu?" kata Keyra menggoda Bara
Bara yang mendengar jawaban Keyra, tidak mampu berkata apa lagi. karena apa yang Keyra katakan memang benar. Mood Bara yang awalnya sangat bahagia karena kehadiran Keyra, berubah drastis karena perkataan Keyra tadi.
Perubahan itu pun, sangat dirasakan oleh Keyra. Bara masih terlihat menggemaskan, walaupun saat cemberut karena cemburu seperti saat ini. Membuat Keyra tertawa dalam hati.
*******
Hari ini tepat 5 hari Bara di rawat, dan tadi pagi ia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Kata dokter kondisi Bara sudah membaik dan tidak menunjukan gejala yang menghawatirkan.
__ADS_1
Dia sangat senang bisa keluar lebih cepat. Karena ia tidak suka dengan dokter Andrian yang sangat terlihat sering mencuri pandang pada Keyra. Entah bagaimana, kunjungan dokter Andrian selalu tepat saat Keyra menjenguknya.
Dan sudah beberapa kali Keyra sempat terlibat beberapa obrolan dengan dokter Andrian, hal itu sangat membuat Bara cemburu, namun tak bisa berbuat banyak. Mengingat kata-kata Keyra ketika ia mengatakan, jika kemungkinan dokter itu terpesona dan menyukainya.
Untunglah hari ini dia sudah boleh pulang, jadi dia tidak akan lagi melihat dokter Andrian yang berusaha tebar pesona di depan Keyra.
"Ma, kok Keyra gak datang hari ini? Dia tau kan kalau hari ini Bara keluar rumah sakit?" Bara bertanya pada mamanya dalam perjalanan pulang ke mansion keluarga Wijaya.
Reva yang sedang memainkan ponselnya di sebelah sang putra, sedikit menoleh pada Bara. "Keyra tahu, kamu pulang hari ini. Mungkin dia lagi ada urusan, jadi gak datang. Lagian dia kan baru kemarin jenguk kamu"
Bara menghembuskan nafas pelan. "Walaupun kemarin udah jenguk, aku tetep pengen liat Keyra tiap hari" gumam Bara pelan
"Katanya kamu gak suka kalau ngeliat Keyra datang dan ada dokter Andrian disana" Bara tak menjawab lagi perkataan mamanya, ia terlihat menerawang entah apa yang i pikirkan
Reva memasukan hpnya ke dalam tas, kemudian memfokuskan dirinya pada Bara.
"Sebenarnya hubungan kalian sekarang gimana? Kalian belum pacaran lagi?"
Bara menghembuskan nafas lemah, "Aku belum bisa ngeyakinin Keyra buat balik sama aku lagi. Katanya aku harus selesaiin urusanku sama Grace dulu"
"Itu keputusan tepat" jawab Reva singkat
"Tapi ma, sejak awal Bara dan Grace tidak ada apa-apa"
"Dan kenyataannya sekarang wanita itu yang menyebabkan hubungan kalian bermasalah, jadi kamu memang harus menuntaskan permasalahan itu"
"Sekarang kamu harus secepatnya nyelesaiin urusanmu sama Grace, kamu gak mau kan kalau sampai ada Andrian, Andrian lain yang gantiin posisi kamu. Kamu liat aja dokter Andrian cuma beberapa kali ketemu, udah kelihatan banget kalau Dokter Andrian itu suka sama Keyra. Ya kalau kamu gak mau posisimu digantiin, harusnya kamu tahu apa yang harus kamu lakuin Bara" Reva tersenyum setelah mengatakannya.
__ADS_1
Sedangkan Bara tidak menjawab. Ia memilih melihat keluar jendela dan memikirkan apa yang mamanya katakan. Dan semua yang mamanya katakan memang benar.
*******