
Drrtt.. drrtt..
Bara menggeliat pelan dari tidurnya, saat merasakan getaran dari ponselnya. Ia meraba kesekeliling untuk menemukan letak ponselnya, saat sudah menemukan segera ia tempelkan ke telinga tanpa melihat nama penelpon.
"Haloo" sapa Bara dengan suara serak khas bangun tidur
"Selamat pagi Tuan, saya ingin mengingatkan pagi ini anda ada pertemuan dengan Tuan Dion jam 9"
"Batalkan saja"
"Tapi Tuan pertemuan ini sangat penting dan sudah terjadwalkan sejak 2 minggu yang lalu"
"Aaarrgghh... Kalau begitu undur sampai jam makan siang. Aku harus mencari Keyra terlebih dulu. Dan kau ke apartemenku sekarang, antarkan aku ke perusahaan Keyra"
"Baik Tuan"
Bara segera mematikan panggilan dari Reno, kemudian melihat sekelilingnya. Ternyata ia tertidur di sofa, bahkan tanpa mengganti pakaiannya. Entah jam berapa ia tertidur semalam, sampai ia tidak berniat untuk pergi ke kamarnya dan malah tertidur disofa.
Bara memaksakan dirinya untuk bangkit dan segera mandi, tubuhnya terasa sangat kaku karena tertidur disofa. Ia harus menyegarkan dirinya, sebelum menemui Keyra.
Beberapa menit kemudian Bara sudah menyelesaikan ritual mandinya, Reno pun sudah siap menunggu Bara di depan apartemennya. Dan tanpa menunggu lama, Bara segera memerintahkan Reno untuk mengantarnya.
Selama diperjalanan, Bara masih terus mencoba menghubungi ponsel Keyra. Tapi masih sama seperti semalam, ponsel gadis itu tidak aktif.
__ADS_1
Setibanya di perusahaan Keyra, Bara dengan tergesa turun dari mobil dan langsung menuju lift untuk segera ke ruangan Keyra.
Sesampainya di lantai tujuannya, Bara melihat Bella yang berada di balik meja kerjanya dan segera menghampiri wanita itu.
"Aku ingin menemui Keyra" ucap Bara to the point, bahkan Bella yang sedang menundukan kepalanya sempat kaget karena tidak menyadari kedatangan Bara.
"Maaf Tuan Bara, tapi Nona Keyra tidak ke kantor hari ini."
"Keyra tidak ke kantor? Kenapa? Lalu dimana Keyra sekarang?"
"Saya tidak tahu Tuan, saya hanya menerima kabar bahwa nona Keyra tidak akan ke kantor untuk beberapa hari. Dan meminta Lukas untuk menggantikan tugasnya sementara"
Bara mengacak rambutnya frustasi, "Kamu dimana Key, kemana aku harus cari kamu. Kamu harus dengerin penjelasan aku dulu Key" gumam Bara frustasi, yang masih mampu di dengar Bella di depannya.
Dengan langkah lunglai akhirnya Bara meninggalkan tempat itu, dan kembali menuju mobilnya. Kemudian memerintahkan Reno untuk ke perusahaan, bagaimana pun ia mempunyai tanggung jawab besar di perusahaan. Walaupun ia tidak yakin akan bisa berkonsentrasi nanti.
*******
Waktu pertemuan Bara dengan Tuan Dion masih 1 jam lagi, sebelum itu Bara memilih untuk membicarakan beberapa hal dengan Reno di ruangannya.
"Reno, sudah kau persiapkan semua tentang perusahaan papanya Grace? Aku ingin kau secepatnya mencari semua kelemahan perusahaan itu juga bukti-buktinya, dan dapatkan setengah sahamnya dibawah perusahaan Wijaya Group"
"Sedang saya laksanakan Tuan"
__ADS_1
"Aku ingin semuanya selesai, sebelum Grace berhasil menjalankan ancamannya. Aku tau dia wanita yang sangat berambisi, dan bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau"
"Baik Tuan, secepatnya akan saya selesaikan"
"Dan juga semua bukti yang sudah kamu temukan tentang jebakan yang ia lakukan, simpan itu dengan baik untuk senjata kita nanti"
Reno hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban untuk Bara.
"Dia sudah berani mengusik kehidupanku, bahkan membuat Keyra menjauh dariku. Aku tidak akan membiarkannya tenang" geram Bara menggenggam erat sebuah pulpen yang ada di tangannya hingga terbagi menjadi dua.
"Dan satu lagi Ren, segera cari tau dimana Keyra sekarang. Aku tidak mau tahu bagaimana caramu, yang jelas nanti sore kau harus segera memberikan info nya padaku"
"Baik Tuan"
"Sekarang kau boleh keluar"
Reno menganggukkan kepalanya lagi dan segera keluar dari ruangan Bara.
Bara menyandarkan tubuhnya pada kursi kebesarannya, sambil memijit pangkal hidungnya dengan pikiran menerawang atas keberadaan Keyra. Entah dimana gadisnya itu sekarang.
Gadisnya? Apakah ia masih pantas menganggap Keyra sebagai gadisnya, saat ia telah menyakiti Keyra begitu dalam. Batin Bara
Sebentar lagi waktu pertemuannya dengan Tuan Dion, sepertinya Bara harus sedikit menyegarkan wajahnya yang tampak lelah. Bagaimanapun ia harus tetap terlihat profesional di tengah masalahnya, karena itu Bara bangkit dari kursinya kemudian menuju kamar yang berada di ruangannya, untuk sekedar menyegarkan wajahnya.
*******
__ADS_1