
"Jadi sekarang, apa boleh saya berubah mode dari rekan bisnis menjadi kekasih yang mengkhawatirkan gadisnya?" Tanya Bara dengan mengedipkan matanya sebelah
Keyra terkekeh mendengarnya, kemudian mengangguk. "Ya tentu"
Bara mendesahkan nafas panjang, "Kenapa kamu tidak mengabariku seharian ini Key? Aku menghawatirkan mu. Dan ku pikir yang sekarang akan aku temui itu papamu, tapi ternyata kamu. Aku sampai tidak bisa fokus dengan meeting kita katena melihatmu yang sesekali meringis menahan sakit. Kenapa kamu gak istirahat aja sih, sampai
keadaanmu benar-benar pulih?" Cecar Bara beruntun
Bella yang merasa dirinya akan menjadi obat nyamuk dalam pembicaraan itu, memilih untuk undur diri dari sana. Begitu juga dengan Reno.
"Kalau begitu saya akan kembali ke perusahaan Nona Keyra."
"Saya juga akan kembali saja Tuan Bara."
"Hm.. Bella apa setelah ini Keyra masih ada agenda lain?" Tanya Bara sebelum Bella berlalu
"Tidak Tuan Bara, ini meeting terkhir nona. Karena Tuan Pram berpesan untuk membatasi aktifitas nona dan tidak membiarkan nona kelelahan"
Bara menganggukkan kepalanya senang, "Kalau begitu, Reno kamu kembali lah dengan Bella memakai mobil yang Keyra gunakan. Nanti saya yang akan langsung mengantar Keyra. Dan tolong reschedule semua jadwal saya setelah ini"
"Baik Tuan" jawab Reno sedangkan Bella hanya menganggukkan kepalanya, kemudian berlalu dari sana.
"Kenapa kamu cepat sekali memutuskan sesuatu, tanpa meminta pertimbanganku sih Bara?" Ucap Keyra sebal dengan mengerucutkan bibirnya
"Karena aku tahu, kamu gak bakal nolak yang aku katakan." Jawab Bara dengan mengedipkan sebelah matanya, "Jadi aku ingin dengar penjelasanmu sayang???" Tanya Bara kemudian
"Aku bosan dirumah sayang, jadi aku meminta papa untuk mengijinkan aku ke kantor hari ini. Dan tadi aku cukup sibuk, jadi tidak bisa memberimu kabar. Lagipula aku pikir kita akan bertemu siang ini, makanya aku tidak terlalu ambil pusing" jawab Keyra dengan cengirannya
"Tidak ambil pusing katamu? Sayanggg... Aku jadi kepikiran sama kamu, karena kamu gak ada kabar" kata Bara dengan geram
"Ya sudah ya, sekarang kan aku sudah ada dihadapanmu. Kita makan aja ya, aku udah laper" pinta Keyra polos tanpa merasa bersalah
Akhirnya mereka pun makan dengan lahap, sesekali diselingi candaan mereka berdua. Tangan Keyra yang masih kaku dan nyeri, membuat Bara lebih perthatian padanya. Bara menyuapi Keyra dengan telaten, dan Keyra pun menerimanya dengan senang. Walaupun Keyra masih bisa melakukan hal itu sendiri, tapi hari ini ia ingin benar-benar menikmati perhatian dan kasih sayang Bara. Begitupun dengan Bara, ia sangat senang dengan sifat Keyra yang hari ini terlihat manja namun menggemaskan baginya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Bara dan Keyra telah selesai dengan makan siang mereka, dan kini mereka sedang bersiap-siap untuk menuju dimana mobil Bara berada. Bara dengan setia selalu merangkul erat pinggang Keyra, seperti tidak ingin gadis cantik itu jauh darinya.
"Hey Bara..."
Saat mereka sudah akan mencapai mobil, tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggil Bara dari samping. Yang sontak membuat Bara dan Keyra menoleh ke asal suara.
Seorang pria berkulit putih dengan rambut kecoklatan dan mata hazelnya terlihat makin mendekat ke arah mereka, memakai setelan jas rapi yang membalut tubuh atletisnya.
"Bara... Lama kita tidak bertemu ya, kau seperti hilang tanpa kabar setelah lulus kuliah"
Bara mengerutkan dahinya bingung, tampak berpikir siapa pria yang ada di depannya sekarang
"Kau melupakanku? Wahhh... Aku tau dulu kita tidak terlalu dekat di kampus, tapi sebagai mahasiswa dari negara yang sama harusnya kau tidak mudah melupakanku" kata pria itu lagi
Bara mengerutkan dahinya makin dalam, sambil memandangi pria di depannya dengan seksama.
"Tepat. Akhirnya kau mengingatku juga" Jerry menjentikkan jarinya senang Bara telah mengingatnya, "Kau sudah akan pulang? Bagaimana kalau kita ngobrol sebentar? Kita sudah lama tidak bertemu. Lagipula aku sendirian sekarang, sangat tidak enak makan siang sendirian." Kata Jerry lagi dengan memelas
Sebenarnya Bara memang tidak terlalu dekat dengan Jerry, walaupun saat kuliah dulu mereka berasal dari negara yang sama. Itu karena Jerry orang yang sangat banyak bicara dan lebih suka bermain di club saat itu, sedangkan Bara lebih suka menghabiskan waktu di apartemen dan sesekali ke club hanya jika dipaksa. Dan sekarang saat mereka bertemu, Bara bisa melihat kalau daritadi Jerry berusaha curi pandang dengan Keyra. Membuat Bara makin tidak suka pada pria ini. Tapi sepertinya tidak ada salahnya jika hanya mengobrol sebentar.
Bara sedikit melihat pada Keyra yang daritadi hanya diam disebelahnya, seolah meminta ijin pada gadis itu. Dan Keyra pun hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Oke. Tapi aku hanya bisa sebentar" kata Bara menyetujui. Kemudian mereka bertiga kembali berjalan memasuki restaurant.
Setelah duduk Jerry segera memanggil pelayan dan mengatakan pesanannya, sedangkan Bara memesan americano dan Keyra memesan greentea latte..
"Jadi kau kemana saja selama ini Bar? Sama sekali tidak terdengar kabarnya setelah kelulusan" Jerry membuka suara setelah pelayan meninggalkan meja mereka
"Aku langsung kembali ke Indonesia untuk belajar memimpin perusahaan papa" jawab Bara
__ADS_1
"Oh ya, aku baru ingat minggu lalu papaku bilang menghadiri pesta Wijaya Group sekaligus peresmianmu sebagai CEO. Aku ucapkan selamat untuk itu Bara, kau memang hebat"
"Thanks Jer"
Jerry menganggukkan kepalanya, "Ngomong-ngomong kau tidak ingin mengenalkanku pada gadis cantik yang ada di sebelahmu itu Bar?"
"Dia Keyra, Kekasihku" tekan Bara pada kata terakhir
"Keyra? Nama yang cantik secantik wajahnya. Aku Jerry, Jerry Hudson" Jerry mengedipkan sebelah matanya kemudian mengulurkan tangan pada Keyra dan di balas ramah oleh Keyra
"Keyra Alenzy Aditama" balas Keyra dengan tersenyum
"Aditama? Aku seperti pernah mendengar nama itu?" Jerry mengetuk-ngetukkan jari telunjuk pada dagunya, berusaha mengingat
"Oh ya.. papa ku bilang saat di pesta Wijaya Group ia bertemu dengan putri cantik keluarga Aditama, ternyata itu dirimu?" Tunjuknya pada Keyra, "Harusnya saat itu aku juga datang, tapi karena aku masih di Paris jadi hanya papa yang datang" sambungnya lagi sambil memandang lekat wajah cantik Keyra
Keyra yang ditunjuk pun hanya menatap bingung pada Jerry, karena tidak tau harus merespon apa. Sedangkan Bara sudah sangat bosan melihat tingkah Jerry yang secara terang-terangan selalu memerhatikan kekasihnya.
"Ya, dan gadis cantik ini adalah kekasihku" geram Bara
"Ya itu benar, sayang sekali" kata Jerry sambil menggeleng pelan
"Tapi Bar, aku pikir kau akan bersama dengan Grace. Karena saat kuliah bukannya kau sempat beberapa kali berkencan dengannya? Dan yang ku tahu, Grace sangat mencintaimu." Lanjut Jerry lagi
"Tapi aku sama sekali tidak pernah mencintainya." Hardik Bara
Sudah cukup, Bara sudah benar-benar tidak suka dengan perbincangan ini. Ia segera bangkit dengan menarik lengan Keyra.
"Silahkan nikmati sendiri makan siangmu. Aku dan kekasihku ada urusan lain" setelah mengatakan itu, Bara segera berlalu tanpa menunggu jawaban Jerry.
Jerry pun hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Bara, sangat posesif menurutnya. Heyy.. jangan salahkan mata Jerry yang memandang lekat Keyra, karena ia tidak ingin melewatkan ciptaan indah Tuhan yang ada di depan matanya.
*******
__ADS_1