BE MY BABY

BE MY BABY
PART 94


__ADS_3

Hari hari pun berlalu begitu saja. Setelah hari Keyra memberikan keterangan pada polisi, ia terus berusaha meyakinkan Bara dan papa nya agar mengijinkannya kembali bekerja.


 


Dan dengan segala bujuk rayu yang Keyra keluarkan, akhirnya dua lelaki terpenting dalam hidpunya itu mengijinkannya kembali bekerja. Tapi tentu saja dengan banyak syarat.


 


Diantaranya tidak boleh menyetir sendiri, tiap berangkat dan pulang kantor harus ditemani Bara, pekerjaan yang diberikan juga terbatas dan masih ada syarat-syarat lainnya. Namun Keyra bersedia menerima semua syarat itu, yang penting dia tidak bosan di rumah. Jadi ia bisa menyelesaikan pekerjaannya sebelum menikah.


 


Beberapa hari setelah Keyra mulai bekerja, Bara memberinya kabar bahwa Grace telah meninggal dunia. Semua upaya yang dilakukan dokter, tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.


 


Saat mendengar kabar itu, di sudut hatinya Keyra benar-benar merasa sedih dan iba. Walaupun ia tak mengenal Grace dengan baik selama ini, tapi baginya Grace adalah wanita yang cantik dan berbakat. Kalau saja dia tidak dibutakan dengan obsesi dan rasa dendamnya, mungkin semuanya akan berbeda sekarang.


 


Tidak sampai disitu saja, beberapa hari setelah kabar kematian Grace. Keyra mendapat kabar bahwa suami dari mama nya yang juga papa dari Viona, meninggal dunia karena penyakit yang di deritanya. Berita itu sungguh mengejutkan semua orang, termasuk Keyra dan papa nya.


 


Jika boleh dikatakan, masih ada sedikit perasaan sakit yang ia rasakan saat pertemuan terakhirnya di rumah sakit dengan sang  mama. Tapi ia tak ingin kembali larut dalam rasa sakit dan kebencian pada mamanya. Jadi ia memutuskan untuk datang ke acara pemakaman suami mamanya itu, bersama Pram juga Bara.


 


Awalnya Pram menolak untuk pergi, mengingat bagaimana perlakuan mantan istrinya itu pada Keyra. Namun karena tidak ingin mengecewakan Keyra, jadi ia memutuskan untuk datang.


 

__ADS_1


Kembali Keyra mengingat hari dimana ia pergi menemui mamanya dan juga Viona di acara pemakaman itu. Rasa sakit dan kecewa nya karena pertemuan terakhir mereka, seakan pergi entah kemana. Saat melihat betapa rapuh dan terlukanya sang mama saat itu. Dan ia tak ingin menambah luka mamanya lagi, jika menunjukan rasa kecewanya. Apa lagi saat mamanya meminta maaf kepadanya dengan tatapan penuh rasa bersalah, membuat Keyra benar-benar melupakan semua yang telah terjadi di kamar rawat inapnya itu.


*******


 


FLASHBACK ON


 


"Ma... Keyra turut berduka" panggil Keyra pelan saat melihat mamanya tertunduk lemah di depan sebuah peti mati


 


Diana yang mendengar panggilan itu, perlahan mengangkat kepalanya. "Keyra... Pram... Bara..." ucapnya terbata diselingi isakan. Terlihat mata bengkak, dan juga sisa-sisa air mata dipipinya.


 


"Aku turut berduka cita, atas kehilanganmu" kata Pram pelan


 


 


Diana mengangguk lemah, "Mungkin ini karma dari Tuhan untukku, karena aku meninggalkan kalian saat itu. Dan sekarang akupun ditinggalkan, bahkan ditinggal ke dunia yang berbeda" isakan tangis kembali mengiringi kata-kata yang Diana ucapkan


 


Keyra memeluk tubuh mamanya yang terasa sangat rapuh, "Mama enggak boleh ngomong gitu, ini semua udah takdir ma. Kita semua harus ikhlas dalam menjalaninya, hidup dan mati seseorang sudah diatur oleh Tuhan"


 

__ADS_1


“Maafin Mama, mama terlalu banyak salah sama kamu Keyra. Kamu anak mama yang baik, tapi mama udah banyak nyakitin kamu selama ini. Sekarang mama harus nanggung semuanya kayak gini"


 


Keyra menggeleng, “Udahlah ma, semuanya udah berlalu. Keyra udah enggak masalahin itu lagi, Keyra udah maafin mama” Keyra mengusap punggung mamanya naik turun, untuk menenangkan tangisannya.


 


Diana melepas pelukan Keyra, “Kamu bener udah maafin mama? Dengan semua kesalahan mama sama kamu?” Tanya Diana memastikan dan dijawab anggukan Keyra.


 


“Kamu memang anak mama yang berhati emas, tapi mama kamu yang bodoh ini malah nyia-nyiain kamu dan selalu menyakiti kamu” Diana menaruh sebelah tangannya pada pipi Keyra


 


“Udah ma, yang berlalu biar aja berlalu. Kita bisa jadikan itu pelajaran, sekarang kita cuma perlu melangkah kedepan” Keyra tersenyum dan melihat ke sekeliling, “ Viona dimana ma? Keyra pengen ketemu Viona”


 


“Viona? Sejak papa nya meninggal, ia selalu menangis dalam kesendirian dan tidak mau bicara pada siapapun. Mama juga tidak tahu dia dimana, mungkin dia sedang menyendiri diluar”


 


“Kalau gitu, Keyra mau nyari Viona sebentar ya ma. Biar papa dan Bara yang nemenin mama disini”


 


“Biar aku nemenin kamu Key” ucap Bara


 

__ADS_1


“Gak perlu Bara, kamu disini aja. Aku bakal nyari Viona di sekitar sini dan ngobrol sebentar sama dia” Bara pun hanya mengangguk dengan ucapan Keyra


*******


__ADS_2