BE MY BABY

BE MY BABY
PART 47


__ADS_3

Keyra membeku di tempatnya, kakinya seolah dipaku dan tidak dapat bergerak lagi. Genggaman tangannya semakin mengerat pada paperbag yg ia pegang, saat melihat pemandangan di depannya.


 


Punggung lebar seorang lelaki yang sangat familiar baginya, sedang menghimpit seseorang dan ada sepasang tangan mulus yang sedang mengelus punggung itu dengan sensual.


 


"Nona Keyra.."


 


Ucapan Reno menyadarkan semua orang yang ada di ruangan itu. Keyra mengerjapkan matanya menatap ke arah Reno, ia bahkan tidak sadar dengan kehadiran Reno disana.


 


Dan Bara yang sadar dari keterkejutannya, segera mendorong tubuh Grace kemudian membalikan badannya.


 


Bara melihat Keyra disana dengan tatapan yang sulit diartikan. Keyra pun menatap Bara, dan pandangannya tertuju pada bibir Bara yg sedikit memerah dan masih ada sisa lipstik disekitarnya.


 


Keyra tersenyum miris, dengan melihat itu Keyra tahu apa yang tadi sedang terjadi.


 


"Key, ini gak seperti yang kamu pikirin. Aku bisa jelasin semuanya sama kamu" Bara berucap sambil melangkah untuk mendekati Keyra


 


Keyra merentangkan tangannya ke depan, yang membuat langkah Bara terhenti.


 


"Kamu gak perlu jelasin apa-apa Bar, aku liat semuanya. Apa ini cara kamu untuk jujur ke aku, soal perubahan kamu beberapa hari lalu?" Keyra tersenyum miris, tanpa terasa sebulir air mata membasahi pipinya


 


Bara menggeleng cepat, "Nggak Key, kamu salah paham. Dengerin aku dulu key."


 


"Harusnya kamu cukup bilang ke aku, kalau kamu punya wanita lain Bar" tatapan Keyra tertuju pada wanita yang ada di belakang Bara. Ternyata wanita itu Grace? Batin Keyra.


 


Bara menggelengkan kepalanya lagi, dan berusaha untuk kembali mendakati Keyra. Namun Keyra memundurkan langkahnya.


 


"Awalnya aku kesini pengen ngasi kamu kejutan, tapi malah aku yang terkejut" Keyra tertawa hambar


 


"Aku bingung mau bilang apa lagi sama kamu Bar. Apa aku harus bilang selamat ulang tahun, atau selamat bersenang-senang?" Tanya Keyra sarkas


 

__ADS_1


Keyra sudah tidak mampu menahan dirinya lebih lama lagi, ia kemudian berbalik dan berlari menuju lift. Saat di dalam lift, tubuhnya merosot tidak mampu lagi berdiri. Bahkan kue yang daritadi dia genggam sudah terjatuh di sebelahnya, tidak Keyra hiraukan. Dia menangis terisak dengan menekuk lututnya disana.


 


*******


Bara sudah akan berlari untuk mengejar Keyra keluar. Namun langkahnya terhenti karena ucapan Grace.


 


"Jangan kejar dia Bara, bukankah ini bagus. Jadi kamu tidak perlu memutuskannya, hubungan kalian sudah berakhir"


 


Bara mengepalkan tangannya erat hingga memutih.


 


"Kamu lupa dengan kata-kataku? Jika kamu tidak bisa menjadi milikku, maka tidak akan ada yang bisa. Aku bisa menyebarkan foto-foto kita ke media. Dan bayangkan bagaimana saat orang tua mu melihatnya juga orang tua dari wanita itu. Persahabatan mereka akan hancur, begitu juga dengan kesepakatan bisnis dari kedua perusahaan yang sudah bertahun-tahun. Apa itu yang kamu inginkan?" Ucap Grace dengan seringaian di wajahnya.


 


Bara segera berbalik mendekati Grace dan mencengkram kuat dagu wanita itu.


 


"Aku sempat berbuat bodoh karena mendengarkan ancamanmu itu, tapi aku tidak akan melakukan kebodohan itu lagi" Grace meringis kesakitan karena cengkraman Bara, namun sama sekali tidak Bara pedulikan


 


"Kalau kamu ingin menyebarkan foto-foto itu silahkan lakukan, dan kita lihat siapa yang akan jatuh. Jangan panggil aku Bara Revaldi Wijaya, kalau aku membiarkan wanita sepertimu menghancurkan perusahaan dan juga hubunganku dengan Keyra"


 


 


"Urus wanita sialan itu" kata Bara pada Reno sebelum ia benar-benar meninggalkan ruangannya. Yang dibalas anggukan oleh Reno.


 


Bara segera memasuki lift, dan disana ia melihat paper bag yang tadi sempat dibawa oleh Keyra. Bara mengambil paper bag itu, dan menunggu lift dengan tidak sabaran.


 


Saat sampai di lobi, Bara tidak dapat menemukan Keyra. Bahkan mobil gadis itu sudah tidak terlihat.


 


Bara segera menuju mobilnya untuk mencari Keyra, dimanapun ia harus menemukan Keyra. Bara memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, tempat yang pertama ia tuju adalah apartemen Keyra.


 


*******


Bara sudah mendatangi semua tempat yang mungkin didatangi Keyra, tapi Keyra sama sekali tidak bisa ia temukan. Bara juga sudah sempat menunggu Keyra di apartemen gadis itu lebih dari 3 jam, tapi Keyra tidak juga muncul.


 


Bahkan Bara terpaksa mendatangi kediaman Aditama, berharap bisa bertemu Keyra. Tapi sama sekali tidak membuahkan hasil.

__ADS_1


 


Sekarang waktu sudah menunjukan pukul 3 pagi, sepertinya sekarang Bara harus pulang ke apartemennya. Mungkin ia bisa mencoba tidur sebentar, dan saat matahari terbit kembali mencari Keyra.


 


Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju apartemennya. Dia benar-benar butuh sedikit tidur setelah semua yang terjadi tadi.


 


Turun dari mobil, Bara mengambil paper bag yang tadi Keyra tinggalkan karena ia belum melihat apa isi paper bag tersebut.


 


Masuk ke dalam apartemen, alangkah terkejutnya Bara saat telah menghidupkan lampu. Ada beberapa balon berwarna hitam, pada tembok tergantung hiasan bertuliskan Happy Birthday Bara. Juga meja makan yang sudah tertata rapi dengan berbagai hidangan.


 


Bara terhenyak, ia bahkan hampir melupakan jika hari ini ulang tahunnya. Pagi tadi memang ada beberapa rekan bisnisnya yang mengucapkan selamat, namun karena pekerjaannya yang menumpuk ia tidak terlalu memikirkan hal itu.


 


Bara melangkahkan kakinya makin mendekati meja makan. Menaruh paper bag yang ia bawa diatas meja makan. Ia melihat semua makanan yang ada diatas meja adalah makanan kesukaannnya.


 


Kemudian ia beralih pada paper bag yang Keyra tinggalkan, ia membuka paper bag dan mengeluarkan kotak didalamnya. Ternyata itu adalah chesse cake dengan kondisi yang sudah lumayan rusak karena terjatuh, dan terdapat tulisan Happy Birthday Sayang.


 


"Ya Tuhan, apa yang sudah aku lakukan. Tanpa aku sadari, aku sudah menyakiti Keyra begitu banyak"


 


"Keyra bahkan telah menyiapkan semua ini untukku, tapi aku malah mengecewakannya."


 


Bara terduduk di salah satu kursi, mengusap wajahnya kasar. Menatap kearah meja makan dan kesekeliling apartemennya dengan perasaan bersalah.


 


"Setidaknya, aku harus makan semua yang udah Keyra siapin. Dia pasti udah susah payah buatin ini semua"


 


Akhirnya Bara mulai menyendokkan semua makanan itu ke dalam piringnya. Walaupun semua makanan itu sudah dingin, namun masih terasa lezat bagi Bara.


 


Kalau saja ia menikmati semua ini dengan Keyra, pasti semua ini akan terasa sempurna. Dan Bara akan menjadi pria paling bahagia, tapi dirinya sendiri lah yang telah menghancurkan semuanya.


 


Setelah selesai dengan makanannya, Bara segera beralih pada chesse cake yang ada di hadapannya. Bara tersenyum miris menatap chesse cake yang sudah sedikit rusak itu, yang cukup menjadi saksi bagaimana hancurnya perasaan Keyra saat melihat dirinya bersama Grace di kantor.


 


*******

__ADS_1


Vote Like dan Coment ya... :D


__ADS_2