BE MY BABY

BE MY BABY
PART 84


__ADS_3

"Berhenti..."


 


Ddddooorrr...


 


"Tuan Bara"


 


Belum sempat Grace melakukan ucapannya, suara tembakan dan teriakan Reno menghentikan pergerakannya. Orang-orang suruhan Grace yang masih selamat, segera menyerang polisi yang datang bersama Reno. Sedangkan Reno segera berlari mendekati Bara yang berusaha berdiri.


 


"Tuan, bagaimana keadaan anda?"


 


"Aku baik" jawab Bara singkat, kemudian ia berjalan perlahan mendekati Keyra yang masih terikat di kursi. Namun tanpa mereka sadari Grace sudah tidak ada di dekat mereka.


 


"Keyra..." Bara segera membuka semua ikatan pada tubuh Keyra.


 


"Maafin aku, maaf karena aku terlambat sayang. Maaf" setelah melepas semua ikatan itu, hanya kata maaf yang bisa Bara ucapkan sambil terus mendekap Keyra Dan Keyra pun hanya mampu membalas dekapan Bara dengan erat, untuk mencari keamanan yang sangat ia perlukan


 


"Maaf Tuan, sepertinya dalang dari penculikan ini kabur. Tapi semua anak buahnya akan kami bawa ke kantor" kata kepala polisi mendekati Bara


 


"Dia pasti belum jauh dari sini, atau bisa saja dia masih bersembunyi di salah satu sudut gedung ini"


 


"Tolong segera temukan dia pak, dan saya ingin dia dihukum seberat-beratnya"


 


"Baiklah Tuan, saya dan beberapa bawahan saya akan terlebih dulu mengecek gedung ini" Polisi itu segera pergi dan berpencar


 


"Tuan, mari kita segera bawa nona Keyra ke rumah sakit. Dan anda juga harus segera mendapat perawatan. Seharusnya ambulance yang saya panggil sudah tiba"

__ADS_1


 


Bara hanya mengangguk atas perkataan Reno, kemudian dengan sisa tenaga yang ia punya, ia segera menggendong Keyra ala bridal.


*******


 


"Apa yang kau lakukan! Kenapa kau membawa ku pergi?" marah Grace


 


"Harusnya kau berterima kasih, karena aku datang tepat waktu. Kau tidak melihat ada banyak polisi yang sudah mengepung? Dan semua anak buah yang kita bawa, sudah tertangkap. Kalau aku tidak membawamu, kau juga akan tertangkap" balas Hans dengan marah


 


Sekarang mereka sedang bersembunyi di salah satu sudut gedung, yang mereka anggap aman dari jangkauan polisi.


 


"Harusnya aku langsung menembak kepala mereka semua tadi" murka Grace


 


"Sudahlah, sebaiknya kita pikirkan untuk segera pergi dari sini. Setelah itu, kita bisa pikirkan rencana selanjutnya" kata Hans mencoba tenang


 


 


"Kau gila?! Apa kau ingin mati?" bentak Hans marah


 


Grace tidak mempedulikan perkataan Hans, dia berjalan untuk keluar dari gedung itu dengan sebuah pistol yang masih berada di tangannya.


 


"Dasar wanita bodoh, apa dia benar-benar ingin mempertaruhkan nyawanya?" Hans benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang Grace pikirkan.


 


"Tidak, aku tidak bisa membiarkannya. Sekarang dia sedang mengandung anakku. Setidaknya aku memikirkan anak itu" Setelah berkata begitu, Hans memutuskan untuk menyusul Grace. Ia mengeluarkan pistol yang ia bawa, mengecek pelurunya dan pergi menyusul Grace.


*******


 


Bara, Keyra dan Reno sudah berada di luar gedung. Namun ternyata ambulance yang Reno hubungi belum datang. Sedangkan jarak mobil yang mereka bawa cukup jauh dari tempat mereka berdiri.

__ADS_1


 


"Kenapa ambulance itu belum tiba Reno?"


 


"Saya tidak tahu Tuan"


 


"Bara turunkan aku" pinta Keyra lirih


 


"Tapi kau terluka sayang, dan kau masih lemah"


 


"Aku sudah tidak apa-apa" Akhirnya Bara menurunkan Keyra dari gendongannya.


 


"Kita harus segera ke rumah sakit. Tidak perlu menunggu ambulance itu lagi. Gunakan mobilku saja"


 


"Baik Tuan, saya akan membawa mobil anda kesini. Agar anda dan nona Keyra tidak perlu berjalan jauh" Bara segera mengambil kunci mobilnya dan menyerahkan pada Reno


 


Setelah Reno pergi, Bara memperhatikan Keyra yang berada di sebelahnya. Bara melihat semua luka yang terdapat pada wajah Keyra dan menyentuhnya dengan lembut.


 


"Maafkan aku sayang, aku terlambat menyelamatkanmu. Harusnya luka-luka ini tidak pernah ada" Keyra menggenggam tangan Bara yang berada di wajahnya dan memandang Bara yang berda di depannya dengan lekat.


 


"Yang penting sekarang, kamu sudah disini. Aku sudah baik-baik saja" Keyra tersenyum lembut untuk menenangkan Bara


 


Bara mendekap Keyra dengan pelan "Aku berjanji, kejadian ini tidak akan pernah terjadi lagi" Tepat pada saat itu, Keyra melihat Grace menodongkan pistolnya di balik punggung Bara.


 


Dddooorrr...


*******

__ADS_1


__ADS_2