
"Hay pa..." Sapa Keyra pada sang papa yang sedang membaca buku di sebuah sofa yang terdapat di ruang santai, kemudian duduk di depan papa nya
"Hay sayang, bagaimana tidurmu? Sepertinya tidak terlalu nyenyak, melihat kantung matamu yang agak menghitam. Dan saat kamu tiba, matamu terlihat sembab tapi papa tidak sempat menanyakannya padamu." Pram memicingkan matanya menatap Keyra
Keyra hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan papanya. Keyra kira papanya tidak menyadaari matanya yang sembab semalam. Dan saat tiba disini dengan pesawat terakhir, Keyra tidak bisa memejamkan matanya. Karena setiap ia memejamkan matanya, bayangan Bara yang menghimpit Grace selalu terlintas.
Tidak mendapat jawaban dari sang anak, Pram menutup buku yang ia pegang kemudian meletakkannya di meja sebelahnya.
"Jadi boleh papa tahu, kenapa putri papa tiba-tiba mengunjungi papa ke Singapura saat hampir subuh dan tanpa memberitahu papa. Bahkan kamu hanya membawa satu tas tangan saja, tanpa ada koper atau sejenisnya?"
Ya, sekarang Keyra berada di Singapura. Mengunjungi sang papa yang sudah 3hari berada disana untuk melakukan pemeriksaan jantung atas rekomendasi Aldi.
Karena ada beberapa proses pemeriksaan yang cukup panjang, sehingga Pram memutuskan untuk tetap di Singapura sampai ia mengetahui semua hasil pemeriksaannya.
Dan semalam setelah kejadian di kantor Bara, Keyra segera menelpon Bella untuk memintanya mencarikan tiket ke Singapura dan tidak boleh memberitahu pada siapapun keberadaannya.
Keyra berusaha memberikan senyuman terbaiknya, agar tidak membuat Pram curiga.
"Tentu saja untuk menemui Papa. Keyra tiba-tiba ngerasa kangen banget sama papa waktu di kantor, jadi Keyra langsung nyusulin papa kesini" bohong Keyra
Pram menaikan sebelah alisnya, ia tahu putrinya sedang berbohong dan sangat terlihat bagaimana Keyra memaksakan senyumannya.
Pram menepuk sisi sebelah sofanya, meminta agar Keyra duduk disana. Keyra pun mengerti dan segera duduk di sebelah papanya, kemudian menjatuhkan kepalanya dipundak Pram.
__ADS_1
Pram mengelus lembut rambut hitam Keyra, "Kamu tahu sayang, waktu papa membiarkan kamu pergi ke Jerman. Papa merasa menjadi papa yang buruk, karena tidak tahu apa yang sebenarnya kamu rasakan dan apa yang kamu tutupi. Dan papa baru tahu semuanya setelah beberapa hari kamu di Jerman, itupun dari orang suruhan papa."
Pram menarik nafasnya pelan, ia selalu merasa buruk bila mengingat kejadian itu.
"Enggak pa, papa itu papa terbaik yang Keyra punya. Keyra cuma gak mau buat papa khawatir" Keyra memeluk erat Pram, jauh di lubuk hatinya ia merasa berdosa membuat papanya merasa buruk
"Kalau kamu tidak mau papa khawatir, setidaknya bagi masalahmu dengan papa. Jangan buat papa merasa lebih buruk lagi sayang, atau apa perlu papa menyuruh orang untuk mencari tahu yang kamu tutupi?"
Keyra menghembuskan nafas gusar, sepertinya sekarang papanya benar-benar ingin tahu apa yang terjadi.
"Pa, mungkin Keyra sama Bara memang gak berjodoh" akhirnya Keyra memutuskan untuk menceritakannya
Keyra menggeleng, "Entahlah pa, mungkin sekarang sudah tidak lagi" Keyra merasakan dadanya berdenyut saat mengatakan itu.
"Yang jelas sekarang hubungan Keyra dan Bara sudah berakhir" tanpa bisa dicegah air mata mulai jatuh membasahi pipinya
"Apa Bara menyakitimu sayang? Katakan pada papa" ucap Pram dengan sedikit menjauhkan Keyra dari pelukannya, sehingga dapat ia lihat air mata yang memenuhi wajah Keyra.
Keyra kembali memeluk papanya untuk menyembunyikan air matanya, "Mungkin ini juga salah Keyra pa"
Pram tidak tahu harus mengatakan apa, dia berpikir apa yang telah dilakukan Bara sampai membuat putrinya seperti ini.
__ADS_1
"Dulu waktu Bayu menghianati Keyra, rasanya tidak sesakit ini pa. Tapi kenapa sekarang rasanya sangat sakit?" Keyra masih terisak dalam dekapan papanya
Pram merasakan sakit di dadanya mendengar isakan Keyra yang sangat menyakitkan baginya
"Apa yang harus papa lakukan untuk mu sayang? Jangan siksa papa dengan tangisanmu. Apa perlu papa memberi pelajaran pada Bara, karena telah membuatmu menangis seperti ini?" Kata pram menahan emosinya
Keyra segera mengangkat wajahnya menatap sang papa, dengan cepat ia menghapus sisa air mata di wajahnya.
"Enggak pa, papa gak perlu ngelakuin apapun. Gimana pun papa dan papa Aldi sudah bersahabat lama, juga perusahaan kita yang sudah lama menjadi rekan bisnis. Keyra gak mau, karena masalah ini jadi ada sesuatu yang berubah antara persahabatan papa atau pun hubungan perusahaan kita. Kan papa yang bilang kita harus profesional?"
Pram tersenyum bangga dengan sikap dewasa putrinya. Dia memang tidak boleh mencampur adukkan urusan pribadi putra putri mereka dengan perusahaan ataupun dengan persahabatan dirinya dengan Aldi.
"Keyra cuma butuh waktu buat mikirin semuanya, makanya Keyra kesini. Lagi pula hubungan kami baru sebentar, jadi pasti akan lebih mudah" harap Keyra
"Kamu butuh liburan? Papa bisa menyiapkan semuanya buat kamu. Dan soal perusahaan, setelah papa kembali ke Indonesia, papa yang akan mengurusnya jadi kamu bisa istirahat lebih lama"
"Gak perlu pa,Keyra gak perlu liburan. Keyra akan ikut papa pulang saat semua pemeriksaan papa disini selesai. Tapi untuk istirahat dari perusahaan, sepertinya Keyra mau" jawab Keyra dengan tersenyum kecil.
"Tentu sayang, apa pun untuk putri kesayangan papa"
Pram kembali memeluk sayang Keyra, ia tidak menyangka Keyra akan mengalami hal seperti ini lagi. Padahal ia pikir Bara akan mampu memberikan kebahagiaan untuk Keyra, tapi ternyata lelaki itu pun menyakiti putri kesayangannya.
__ADS_1
*******