BE MY BABY

BE MY BABY
PART 58


__ADS_3

"Tuan, kita sudah sampai" ucaip Reno dari balik kemudi


 


Seruan Reno, membuat Bara terbangun dari tidurnya. Sepertinya obat tadi cukup membantu menghilangkan sedikit sakit kepalanya dan bisa membuat dia tertidur walau sebentar. Bara melihat keluar jendela, dan menyadari kemana Reno membawanya.


 


"Kenapa kau membawaku ke rumah Ren? Kau kan tahu, bagaimana watak mama, ia past panik jika tahu aku tidak enak badan"


 


"Maaf Tuan, tadi Tuan tidak mengatakan ingin diantar kemana. Lagi pula, saya pikir jika diapartemen tidak


ada yang bisa merawat Tuan. Jadi saya bawa Tuan ke rumah"


 


Benar juga apa yang Reno katakan, sendirian di apartemen dalam keadaan seperti ini, bukanlah ide yang bagus.


 


"Ya sudah, kau boleh kembali ke kantor. Terima kasih Ren. Dan tolong jadwalkan ulang meeting yang harus aku hadiri hari ini"


 


"Baik Tuan"


 


Bara turun dari mobil, masih dengan memijat ringan kepalanya. Kemudian berjalan pelan memasuki rumah mewah


keluarganya. Sepertinya ia benar-benar butuh istirahat, untuk menghilangkan sakit kepalanya.


 


Saat sampai di dalam, ia melihat sang mama tengah duduk di ruang tengah dengan majalah ditangannya


 


"Ma..." Sapa Bara pelan


 


Reva yang mendengar panggilan itu, segera menoleh, dan sedikit terkejut dengan kehadiran Bara.


 


"Bara.. kamu pulang? Kok tumben?"


 


"Maksud mama? Mama gak seneng Bara pulang?" tanya Bara balik


 


"Bukan itu, tapi ini kan masih siang"


 


Reva berjalan mendekati putranya, dan baru diperhatikannya dari dekat, wajah Bara yang terlihat pucat.


 


"Kamu sakit sayang?" tanya Reva mulai khawatir


 


Reva mengulurkan tangannya untuk menyentuh kening Bara, dan terasa cukup panas


 


"Aku gak apa-apa ma. Cuma pusing, kurang istirahat aja" Bara melepaskan sentuhan Reva pada keningnya.

__ADS_1


 


"Tapi kamu pucat banget dan badanmu panas, mama panggil dokter aja ya?"


 


"Gak perlu ma, Bara bukan anak kecil. Dibawa istirahat aja sembuh kok. Bara cuma kecapean aja, mama gak perlu khawatir"


 


Reva masih menatap cemas putra semata wayangnya.


 


"Kamu ya..."


 


"Selamat siang..."


*******


 


Pembicaraan antara Bara dan mamanya terhenti, saat mendengar sapaan seseorang.


 


Reva melihat pada seseorang yang sudah memasuki ruang tengah rumahnya.


 


"Kamu siapa?" Tanya Reva menaikan sebelah alisnya


 


Bara yang membelakangi orang tersebut, segera membalikkan badannya untuk melihat siapa yang datang. Alangkah terkejutnya Bara, setelah melihat siapa orang yang datang.


 


 


"Bara? Aku pikir kau masih ada di kantor, aku tidak menyangka kau ada di rumah?"


 


"Aku tanya, sedang apa kau berada di rumahku!!" Ucap Bara menaikkan nada suaranya, bahkan ia sudah tidak


memikirkan kepalanya yang makin berdenyut karena kemarahannya.


 


"Aku? Tentu saja aku ingin bertemu dengan calon mertuaku. Karena sampai sekarang, kau belum mau memperkenalkanku. Jadi aku berinisiatif datang sendiri kesini"


 


"Calon mertua? Apa maksudnya ini Bara?" Tanya Reva menaikkan nada suaranya


 


"Bukan ma..."


 


"Ada apa ini??? Kenapa ribut sekali?"


 


Aldi yang mendengar suara ribut-ribut, langsung menuju ruang tengah dan menginterupsi perkataan Bara. Aldi berjalan kesebelah istrinya untuk mengetahui apa yang terjadi.


 


"Ah.. Apakah mereka orang tua mu Bara? Perkenalkan saya Grace Jackson, calon istri Bara"

__ADS_1


 


Grace memperkenalkan dirinya dengan sangat percaya diri, membuat Reva dan Aldi melototkan matanya tak percaya. Kemudian Grace berjalan berusaha mendekati orang tua Bara. Namun Bara mencegahnya.


 


"Omong kosong, aku tidak akan pernah menikah denganmu"


 


Grace tersenyum simpul mendengar perkataan Bara. Harusnya rencananya hari ini bisa berjalan lancar, jika Bara tidak di rumah. Tapi dengan adanya Bara, sepertinya tidak terlalu buruk. Pikir Grace.


 


"Apakah begini kelakuan dari pewaris Wijaya Group? Yang hanya ingin bersenang-senang, tanpa bertanggung jawab?"


 


Bagi orang yang mendengarnya, pasti akan mengira bahwa Grace adalah wanita lemah yang sedang tersakiti.


 


"Kau..."


 


Bara maju mendekati Grace dan mencengkram keras lengannya, membuat Grace meringis kesakitan


 


"Bara lepaskan dia, kau tidak boleh menyakiti wanita"


 


Perkataan Aldi, membuat Bara melepaskan cengkramannya pada grace.


 


"Jelaskan apa dari maksud kata-katamu itu nona Grace" pinta Aldi


 


Grace tersenyum dalam hati, ia merasa telah berhasil mendapatkan simpati orang tua Bara.


 


"Maafkan saya Om, Tante. Tapi saya dan Bara telah melakukan hal terlarang Om, dan..."


 


"Pa.. wanita ini.." potong Bara


 


"Diam Bara, biarkan dia melanjutkan ucapannya. Silahkan lanjutkan perkataanmu Nona" perintah Aldi


 


Reva yang berada disamping Aldi hanya terdiam, ia marasakan kecemasan sejak Grace memasuki rumahnya.


 


"Begini Om Tante, sebenarnya saya datang kesini untuk memberitahukan. Kalau saya HAMIL, dan ini anak Bara"


 


Semua orang diruangan itu syok setelah mendengar apa yang  Grace katakan.


 


Tidak terkecuali seseorang yang sedang bersembunyi dibalik pilar ruangan itu. Dan tidak ada yang menyadari kehadirannya disana.


*******

__ADS_1


__ADS_2