BE MY BABY

BE MY BABY
PART 93


__ADS_3

Grace masih berada di ruangan ICU, ada 2 orang polisi yang berjaga di depan ruangannya. Saat Bara dan Keyra memasuki ruangan itu, hanya suara pendeteksi jantung yang terdengar. Dan diatas tempat tidur terlihat seseorang dengan perban di kepalanya dan beberapa alat terpasang ditubuhnya, juga wajah yang penuh luka.


 


Di dasar hatinya, Keyra sangat prihatin dengan apa yang menimpa Grace. Semua ini terjadi karena obsesi dan keinginan balas dendamnya.


 


"Apa sebelum hari ini, kamu pernah datang kesini Bara?" tanya Keyra pelan


 


"Tidak. Untuk apa aku melihat keadaan orang yang hampir merenggut nyawa orang yang paling aku cinta. Aku hanya mendengar keadaannya dari dokter yang menangani nya"


 


"Lalu bagaimana keadaannya, apa ada perkembangan untuk kondisinya?"


 


Bara menggeleng, "Sama sekali tidak ada perkembangan dari hari pertama ia masuk. Dokter bilang kemungkinan hidupnya kecil. Kalau dia bisa sadar, dia mungkin tidak bisa hidup normal seperti sebelumnya"


 


Keyra menutup mulutnya tak percaya, separah itukah kecelakaan yang Grace alami. Apakah Tuhan sendiri yang ingin langsung menghukumnya, batin Keyra.


 


"Bagaimana dengan keluarganya?"


 


"Reno sudah mengabarkan keluarganya. Grace anak tunggal, papa nya sedang berada di penjara dan ibunya pingsan saat mengetahui keadaannya, tidak ada yang bisa dilakukan"


 


Untuk beberapa saat, ia masih memperhatikan Grace. Ia tidak menyangka dengan semua yang terjadi, betapa malang nasib yang menimpa Grace.


 


"Ya sudahlah sayang, sebaiknya kita pergi sekarang" Bara menggenggam tangan Keyra untuk meninggalkan ruangan ICU.


*******


 


"Baraaa..."


 


"Ya sayang?" jawab Bara sambil tetap fokus mengemudi dengan kecepatan sedang


 


"Apa kamu tidak terlalu kejam pada Grace dan keluarganya?"


 

__ADS_1


"Maksud kamu?"


 


"Tentang papanya yang di penjara dan perusahaannya?"


 


"Sayang, kamu harus tahu. Aku bahkan belum ngelakuin apa pun. Papa nya dipenjara karena kesalahannya sendiri, dia tidak berbisnis dengan jujur. Dia menghalalkan segala cara untuk memuluskan bisnisnya, dari penggelapan pajak sampai penipuan terhadap beberapa investor. Karena itulah ia dipenjara, aku cuma membantu dalam mengumpulkan bukti-bukti nya. Bahkan Wijaya Group termasuk membantu perusahaan itu, dengan mengakuisisi nya. Jika tidak, perusahaan itu sudah tinggal nama"


 


"Jadi, itu semua bukan karena kamu?"


 


"Tentu bukan sayang, aku memang membencinya karena membuat kita sempat berpisah. Tapi aku tidak mungkin membuat-buat masalah yang tidak ada, agar papanya dipenjara atau agar perusahaannya hancur"


 


"Maaf sayang, aku pikir..."


 


"Gak apa-apa sayang, karena aku juga enggak pernah ceritain masalah ini sama kamu. Dan untuk yang menimpa Grace juga Hans, itu mungkin memang takdir yang mereka pilih. Kalau sejak awal ia mau menerima hukuman penjebakan yang mereka lakukan padaku di Jerman. Mungkin mereka hanya akan dipenjara untuk beberapa tahun, dan itu harusnya waktu yang cukup untuk mereka introspeksi diri. Tapi mereka memilih cara lain agar bebas, dan malah ingin mencelakaimu lagi sehingga mereka mendapat ganjaran atas semua itu" jelas Bara panjang lebar


 


Keyra mengangguk mengerti, ternyata semua yang terjadi memang karena kesalahan mereka bukan karena disengaja. Setidaknya Keyra tidak terlalu merasa bersalah setelah mengetahui semuanya.


*******


 


 


"Bibi... Keyra juga kangen banget sama bibi" Keyra memeluk Bi Minah, yang sudah merawatnya sejak kecil


 


"Maaf ya non, bibi gak bisa jagain non selama di rumah sakit. Karena bibi harus jagain suami bibi yang juga lagi sakit"


 


"Iya bi, enggak apa-apa. Terus sekarang keadaan pak Ahmad gimana? Udah sehat kan bi?"


 


"Sudah non, itu lagi di belakang lagi nyuci mobil"


 


"Syukur kalau gitu. Bilang sama pak Ahmad buat jangan capek-capek dulu, kan baru sembuh"


 


"Iya non. Oh iya, non Keyra sama den Bara pasti belum makan kan? Itu bibi udah masakin, langsung ke ruang makan aja. Barang-barang nya non, biar bibi yang rapihin di kamar" Bi Minah segera mengambil barang-barang yang masih berada di tangan Bara untuk dibawa ke kamar Keyra.

__ADS_1


 


"Terima kasih Bi" kata Bara yang dijawab anggukan dari bi Minah


 


"Ya udah, kita makan yuk. Aku kangen banget masakannya bibi" Keyra menarik lengan Bara untuk membawanya ke ruang makan


*******


 


Selesai makan, Bara dan Keyra memilih menghabiskan waktu bersama di taman belakang. Sambil menikmati kue yang dibawakan bi Minah


 


"Besok aku boleh langsung ngantor ya sayang?" tanya Keyra penuh harap


 


"Nggak sayang, kamu harus istirahat di rumah beberapa hari lagi"


 


"Tapiii.."


 


"Nggak ada tapi tapi an Key"


 


"Aku bosen banget sayang. Aku udah baik-baik aja sekarang. Boleh ya" Keyra memohon


 


"Enggak sayang, karena papa kamu lagi di luar negeri. Jadi aku yang bakal ketat buat nggak bolehin kamu ke kantor dulu" mendengar itu membuat Keyra murung


 


"Apa kamu yakin udah baik-baik aja?" Keyra mengangguk mantap menjawab pertanyaan Bara


 


"Sebenarnya setelah kamu sadar, dari pihak kepolisian mau minta keterangan sama kamu soal kejadian kemarin. Tapi aku pikir kamu masih belum sehat, jadi aku tunda. Kamu mau kesana besok?"


 


"Boleh. Aku bakal ngasi kesaksian besok" jawab Keyra dengan tersenyum


 


"Kalau gitu, sekarang kamu istirahat lagi. Besok aku jemput untuk ke kepolisian" kata Bara yang sudah berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya pada Keyra. Keyra pun menerima uluran itu dan berjalan bersama menuju kamarnya.


*******


Beberapa part lagi menuju end. Terima kasih buat yang udah baca dan ngasi like nya :*

__ADS_1


Maaf kalau jarang update belakangan ini. semoga masih seneng baca sampai end ya. :D


__ADS_2