
"Hahhh.. kalau tau begini aku akan lebih memilih melamar Keyra secara pribadi saja. Itu pasti lebih romantis, dan tidak malah menjadi hambatan untuk ku" gerutu Bara kesal
"Tapi Tuan ini juga terjadi, karena anda dan nona Keyra adalah pewaris tunggal perusahaan terbesar dan terkaya. Tentu saja para media sangat senang memberitakan nya"
"Ya, kau benar Reno. Itu juga lah yang dikatakan papa. Tapi yang paling menyebalkan, karena aku tidak bisa leluasa bertemu dengan calon istriku setelah acara lamaran itu"
Setelah kepulangan keluarga Aditama dan Wijaya dari Bali, keesokan harinya semua media benar-benar sibuk memberitakan kedua keluarga itu.
Bagaimana tidak, penyatuan 2 keluarga terkaya itu tentu mampu menyita perhatian banyak orang. Bahkan ada beberapa media Internasional juga ikut memberitakannya, karena kejayaan kedua keluarga itu memang sudah sampai di mancanegara terutama perusahaan Wijaya yang juga memiliki beberapa perusahaan di beberapa negara besar.
Hal itu membuat Bara tidak bisa leluasa bertemu dengan Keyra, karena di rumah dan perusahaan mereka selalu saja ada wartawan yang menunggu. Terhitung sudah 3 hari Bara belum bertemu Keyra setelah kepulangan mereka, dan itu cukup membuat Bara sangat merindukan pujaan hatinya.
"Bahkan aku sudah menggelar konfrensi pers kemarin, tapi kenapa mereka semua tidak berhenti juga memberitakannya" gerutu Bara lagi
"Itu karena masyarakat masih banyak yang ingin tahu tentang hubungan kalian, karena mereka masih berpikir bahwa hubungan ini karena perjodohan dan hal hal lainnya" jawab Reno lagi
"Ya sudah lah, aku tidak peduli lagi. Hari ini aku akan menemui Keyra di kantornya, tolong suruh sopir siapkan mobil" perintah Bara
"Tapi Tuan..."
"Aku bilang, aku tidak peduli. Aku tetap akan menemui Keyra, aku sudah sangat merindukannya"
Akhirnya Reno hanya mampu menganggukkan kepalanya dan berlalu dari ruangan Bara. Sejak kembali dari Bali, Keyra memang sudah kembali bekerja di perusahaan. Menurutnya sudah cukup waktu liburannya, dan sekarang giliran sang papa yang beristirahat.
Bara merapikan sedikit penampilannya, kemudian melangkah dengan gagah meninggalkan ruangannya. Ia akan memberi kejutan pada Keyra karena kedatangannya.
*******
__ADS_1
"Sialannn... Berani beraninya mereka berbahagia diatas penderitaanku" teriak murka seorang wanita
Prang..
Ia membanting ponsel yang tadi menampilkan berita tentang Lamaran Romantis Pewaris Tunggal Wijaya Group
"Ahh... Aku tidak akan membiarkan kalian bahagia dengan mudah"
Prang..
Prang..
Wanita itu membanting semua barang-barang yang berada di dekatnya. Matanya memancarkan amarah yang mendalam.
"Kau?? Bagaimana kau bisa ada disini. Bukannya..."
"Aku dipenjara? Kau pikir pamanmu bisa seenaknya menjatuhkan semua perkara padaku dan membebaskanmu begitu saja?"
"Hahaha... Kau harus tau Grace, pekerjaanku di dunia hitam membuatku mengenal banyak orang. Termasuk orang untuk membebaskanku dari tuduhan atas semua kesalahanmu" Grace terdiam mendengar ucapan itu, seketika ia merasa takut dengan aura lelaki yang kini ada dihadapannya.
Lelaki itu makin mendekati Grace dan mengelus pipinya, "Apa sekarang kau ketakutan?"
"Jadi apa yang kau inginkan Hans?"
__ADS_1
Nama lelaki itu adalah Hans, mantan kekasih dari Grace yang masih mencintai wanita itu. Karena itu ia bersedia membantu Grace saat menjebak Bara.
"Tenang saja, aku tidak akan membalasmu walaupun kau memberatkan semua tuduhan yang harusnya kau terima padaku. Anggap saja aku melakukan itu karena kesalahanku juga, yang sudah memberi tahu semuanya pada orang suruhan Bara saat di Jerman."
"Apa??? jadi kau yang sudah memberitahu semuanya pada orang-orang Bara? Apa yang kau pikirkan?" teriak Grace marah
"Ssssstttt... kecilkan suaramu, kau tidak ingin ada orang-orang yang mencurigai kita karena mendengar teriakanmu kan?" kata Hans santai. "Aku mengatakan semuanya saat itu, karena aku pikir itu cara termudah agar bisa bisa membuatmu menyerah soal lelaki bernama Bara itu"
"Bodoh... ini semua tidak akan terjadi, kalau kau tidak mengatakan semuanya pada orang-orang Bara. Dan sekarang Bara pasti sudah menjadi milikku" yakin Grace
"Bagaimana caranya? dengan mengakui anakku sebagai anak pria itu? Bukankah kau yang bodoh disini?" kata Hans dengan senyumannya yang menakutkan bagi Grace.
Grace reflek memegang perutnya yang masih rata, bagaimana Hans tau jika ia sedang hamil. Bahkan ia belum memberi tahu keluarganya soal ini.
"Sayang sekali pamanmu tidak bisa mengeluarkan papamu dengan mudah, karena banyaknya bukti yang memberatkannya. Tapi sepertinya membalaskan semua itu ke keluarga Wijaya cukup bisa mengobati kemarahanmu bukan?" Tanya Hans dengan senyuman liciknya
"Aku akan membantumu, asalkan kau menuruti semua perkataanku. Anggap saja semua ini aku lakukan karena bayi yang ada di kandunganmu. Dan juga karena aku tahu, bahwa sekarang kau telah membenci lelaki itu karena telah menjebloskaan Papa mu ke penjara dan membuatmu kehilangan perusahaanmu. Bagaimana?"
"Baiklah, aku akan menurutimu" jawab Grace cepat
"Bagus. Yang pertama jaga bayi itu baik-baik, karena bagaimanapun berengseknya aku. Aku tetap mengharapkan keturunan. Yang kedua, setelah aku membantumu jangan pernah berharap untuk lepas dariku atau bahkan bermimpi untuk memiliki lelaki itu lagi. Kau mengerti?"
"Tentu saja aku tidak akan memikirkan untuk memilikinya, karena sekarang aku hanya ingin membalaskan semua yang telah dia lakukan. Baiklah, aku akan turuti kemauanmu" putus Grace.
Hans menyeringai dengan jawaban Grace, "Sekarang aku akan mengurus segalanya, agar kita bisa pergi ke Indonesia untuk memudahkan rencana kita nanti" kemudian ia berlalu meninggalkan Grace
__ADS_1
"Untuk saat ini, aku sebaiknya mengikuti semua perkataan Hans. Karena sepertinya hanya dia yang bisa membantuku untuk menghancurkan Bara, setelah apa yang ia lakukan dengan keluargaku. Ternyata bayi ini cukup berguna, walaupun tidak berhasil menipu Bara tapi ia berhasil memperalat Hans" batin Grace sambil mengelus perutnya
*******