BE MY BABY

BE MY BABY
PART 27


__ADS_3

Keyra POV


Sesampainya di parkiran rumah sakit, aku segera berlari menyusuri lorong rumah sakit. Aku bahkan mengabaikan kata-kata Bara yang menyuruhku untuk berhati-hati. Sungguh aku hanya ingin cepat bertemu dengan Papa, aku ingin segera memastikan keadaan papa.


 


Tiba di depan ruang rawat papa, aku langsung membuka pintu dengan tidak sabaran. Disana aku lihat papa tengah bersandar di kepala ranjang dan berbicara dengan dokter. Aku tidak bisa lagi menahan diriku, aku berlari dan menubruk dada papa. Memeluk tubuh papa dengan erat, seakan meyakinkan bahwa semua ini bukan mimpi.


 


"Aww.. sayang... kamu memeluk papa terlalu erat" kata papa sambil mengelus sayang kepalaku yang berada di dadanya


 


"Hikkss... hikksss... papa... aku kangen papa.. papa jangan pernah tinggalin aku pa" kataku masih terus memeluk papa


 


"Kenapa kamu nangis sayang, papa disini. Papa gak akan ninggalin kamu. Maafin papa udah bikin kamu khawatir, jangan menangis lagi ya"


 


Aku mengangguk, menghapus sisa air mataku dengan tangan dan mulai melepaskan pelukanku pada papa. Namun masih terus menggenggam tangannya.


 


"Hm... sayang, siapa laki-laki yang ada di belakangmu?" tanya papa padaku


 


Aku menoleh, ternyata Bara sudah ada di belakangku. Aku bahkan tidak menyadari keberadaan Bara yang sudah berdiri di belakangku. Dan ternyata dokter yang tadi berbicara dengan papa sudah tidak ada.


 


"Hm... Dia Bara pa.. Dia.."


 


"Selamat siang Om Pram, saya Bara, kekasih putri kesayangan Om" ucap Bara percaya diri


 


Aku melotot pada Bara, kaget dengan perkataan Bara yang langsung memperkenalkan dirinya sebagai kekasihku pada papa. Jujur saja aku takut dengan dengan sikap papa, jika mengetahui aku memiliki kekasih. Jadi aku sempat ragu mengatakannya tadi.

__ADS_1


 


Tapi setelah mendengar perkataan Bara itu, papa tidak terlihat kaget. Papa malah memandangku dan Bara sambil tersenyum penuh makna. Aku bahkan tak mengerti maksud dari senyuman papa.


 


"Jadi dia Bara yang menemanimu selama di Jerman sayang? Kalian sudah menjadi kekasih?" tanya papa padaku


 


Aku bingung, bagaimana papa bisa tahu kalau Bara yang menemaniku selama di Jerman? Jangan-jangan papaa...


 


"Papa menyuruh orang untuk memata-mataiku selama di Jerman?" tebakku pada papa. Dan papa hanya menggangguk kan kepalanya membenarkan ucapanku.


 


"Pa.. itu menganggu privacy ku. Kenapa kalian para lelaki sangat suka memata-matai perempuan?" tanya ku


 


Papa mengernyitkan alisnya bingung atas ucapanku, aku yang mengkap kebingungan papa langsung menjawab, "Bara juga pernah melakukan itu padaku, bahkan ia memata-mataiku lebih dari 5 tahun. Karena saat itu ia berada jauh dari sini" jelasku menjawab kebingungan papa.


 


 


Saat papa mengatakan itu, aku langsung melihat Bara. Bara hanya menggaruk belakang kepalanya kaku.


 


"Benar Om, saya memang sangat mencintai putri Om. Dan akhirnya setelah perjuangan saya lebih dari 5 tahun, Keyra akhirnya mau menerima saya" ucap Bara


 


"Om senang, akhirnya putri kesayangan om ini mau belajar membuka hatinya lagi. Dan om harap kamu benar-benar bisa menjaganya, jangan pernah sekalipun menyakitinya. Jika sampai itu terjadi, kamu tau akibatnya Bara" kata papa tegas


 


"Tentu Om, saya akan menjaga Keyra dengan segenap jiwa saya dan tidak akan menyakitinya. Om tenang saja." jawab Bara yakin


 

__ADS_1


Papa hanya menganggukkan kepalanya, dan aku hanya mendengar obrolan kedua lelaki ini tanpa menyela.


 


"Bagaimana kabar papa dan mama mu? mereka sehat kan?" tanya papa lagi


 


"Mereka sehat Om, tadi saya sudah sempat mengabarkan pada papa dan mama kalau Om sudah sadar. Mungkin sebentar lagi mereka akan datang" jawab Bara


 


"Papa mengenal orang tua Bara juga? sejak kapan?" akhirnya aku mengeluarkan pertanyaan, setelah hanya mendengarkan obrolan mereka dari tadi.


 


"Tentu saja papa mengenalnya, siapa yang tidak mengenal keluarga Wijaya? Kau tau kan bahwa perusahaan kita banyak melakukan kerja sama dengan Wijaya Group? dan selain itu, orang tua Bara juga merupakan sahabat papa semasa kuliah" jelas papa panjang lebar


 


Aku hanya menganggukkan kepala ku tanda mengerti.


 


"Kamu tidak ke kantor sayang? bukannya ini sudah lewat dari jam masuk kantor?" tanya papa padaku


 


"Tadi aku sudah mengabari mbak Bella kalau hari ini aku gak ke kantor, dan mereschedule semua jadwalku untuk besok. Aku ingin menemani papa disini, aku masih kangen papa" sahutku manja


 


Papa hanya geleng-geleng kepala dengan sikapku. Dan aku hanya tersenyum kecil.


 


Tokk.. Tokk.. Tokk


 


Ceklekk...


*******

__ADS_1


__ADS_2