
"Gimana urusan di Jerman Bara? Semua lancarkan?"
Aldi membuka pembicaraan pertama di meja makan, saat ini mereka semua tengah menyantap hidangan makan malam. Terkecuali Pram yang tidak ada disana, karena sedang ada urusan lain.
"Semua lancar pa, pegawai yang melakukan penggelapan juga sudah diurus pihak berwajib beserta bukti-bukti yang akan memberatkannya. Dan Bara sudah minta untuk pimpinan kita disana untuk lebih memperketat prosedur pencairan dana perusahaan"
Aldi pun hanya menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Bara, ia percaya bahwa putranya pasti bisa menyelesaikan semua masalah perusahaan dengan baik.
"Oh ya Bara, papa pikir bagaimana kalau kamu dan Keyra segera bertunangan saja? Kemudian menikah secepatnya? Papa pikir kalian sudah pantas untuk menikah, papa juga sudah sempat membicarakannya sama papanya Keyra. Bagaimana menurutmu?"
"...."
Bara tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Sehingga membuat Mama Reva dan Keyra memperhatikan Bara dan penasaran ingin tahu jawaban Bara.
"Hmm pa, kayaknya Bara belum siap. Masih banyak yang harus Bara selesaikan, selain itu Bara juga baru menjabat sebagai CEO jadi ada tanggung jawab lain yang Bara punya."
Kecewa. Entah kenapa Keyra kecewa mendengar jawaban Bara itu, walaupun Keyra tidak tahu kenapa dia kecewa. Apa karena sekarang ia berharap agar bisa segera menikah dengan Bara?
"Kenapa? papa pikir kalian sudah sama-sama saling mencintai, jadi untuk apa ditunda? Kalau soal perusahaan, papa akan menghendle nya sementara kamu mempersiapkan pertunangan dan pernikahan nanti"
"Maaf pa, Bara sudah selesai. Bara masih capek, Bara langsung istirahat ya ke kamar." pamit Bara tidak menjawab pertanyaan Aldi, ia langsung meninggalkan meja makan menuju kamarnya. Bahkan tanpa menoleh pada Keyra, seakan ia menghindari pembicaraan itu.
"Ada apa dengan sikap anak itu? Bahkan tadi saat di Bandara, dia langsung melewati kita dan memeluk Keyra erat. Tapi sekarang, ia bahkan langsung pergi begitu saja" tanya mama Reva bingung melihat tingkah Bara yang menurutnya aneh
__ADS_1
"Gak apa-apa kok ma, Bara pasti emang lagi capek setelah penerbangan dari Jerman. Keyra gak apa-apa" Keyra berusaha menunjukan senyum terbaiknya agar tidak terlihat sedih. Padahal kenyataannya ia cukup merasa terluka dengan sikap Bara yang berubah padanya.
"Ya udah ma pa, Keyra pamit dulu ya"
Keyra segera berdiri berjalan mendekati tempat Aldi dan Reva, kemudian mencium tangan mereka bergantian. Setelah itu segera pergi meninggalkan rumah tersebut.
*******
"Aaaarrrrggghhh... kalau aja kejadian itu gak terjadi. Aku pasti akan langsung mengiyakan ucapan papa. Maafin aku Key, aku pasti udah buat kamu kecewa banget sekarang"
Bara mengacak-acak rambutnya frustasi, dia benar-benar merasa jadi lelaki terbodoh sekarang. Dengan membuat wanita yang paling ia cintai kecewa.
"Tunggu aku Key, aku harus menyelesaikan sesuatu untuk bisa bersamamu. Setelah itu aku akan ceritakan semuanya sama kamu. Aku cuma berharap setelah kamu tahu semuanya, kamu tetap percaya sama aku dan masih mau nerima aku. Karena aku bener-bener cinta sama kamu dan aku ingin kita selalu bersama." lirih Bara bermonolog diatas ranjang King size nya sambil memejamkan mata. Karena rasa lelah pada raga dan pikirannya, tidak lama ia pun terlelap.
*******
"Iya Ma, ada apa?"
"Key, mama mau tanya, apa kamu sama Bara lagi ada masalah?"
"...."
Apa perubahan sikap Bara setelah dari Jerman bisa disebut masalah? Pikir Keyra. Bahkan ini sudah 2hari dari
pulangnya Bara, tapi mereka belum bertemu kembali. Hanya sekedar berbalas pesan singkat, dan itu tidak seperti biasanya.
Awalnya Keyra ingin memberikan Bara waktu untuk bisa menceritakan apa yang terjadi, tapi sepertinya Bara tidak
__ADS_1
berniat menjelaskan apa pun.
"Halo Key, kamu denger mama?" Tanya mama Reva lagi, karena tidak mendapat jawaban dari Keyra
"Iya ma, Keyra denger. Keyra sama Bara gak ada masalah kok ma. Memang ada apa?" Akhirnya Keyra memilih
berbohong, ia tak ingin membuat Mama Reva khawatir dengan prasangka nya yang belum terbukti.
"Mama pikir, kalian ada masalah. Karena setelah pulang dari Jerman, Bara gak pernah pulang ke rumah lagi tapi selalu ke apartemen"
Jadi Bara selalu pulang ke apartemen? Keyra bahkan tidak tahu soal itu.
"Hmm.. sepertinya kerjaan Bara memang sedang menumpuk ma, apa lagi setelah lama ia tinggal ke Jerman" jawab Keyra berkilah
"Iya sepertinya kamu benar Key, mungkin mama yang terlalu khawatir. Bagus lah kalau kalian baik-baik saja. Ya sudah kalau begitu, mama tutup ya. Bye sayang"
"Iya, Bye ma"
Setelah menutup telpon tersebut, Keyra sejenak merenung ia tidak mungkin membiarkan semuanya berlarut begini.
"Sepertinya aku harus menemui Bara sekarang" gumam Keyra
Kemudian ia beranjak dari kursi kebesarannya dan terlebih dahulu mengabari Bella bahwa ia akan pergi ke perusahaan Wijaya Group.
*******
Vote, Comment dan Like nya ya guysss
__ADS_1