
Sesampainya di mobil, Bara segera mencari ponselnya. Dan ternyata ponsel itu terjatuh di bawah. Bara pun segera mengecek ponselnya setelah berada di dalam mobil, dan Reno telah melajukan mobil itu untuk kembali ke perusahaan.
Banyak notif masuk, saat Bara cukup lama meninggalkan ponselnya. Namun hanya 1 notif yang menjadi pikirannya, yaitu telpon dari Keyra.
Bara segera melakukan panggilan pada Keyra. Satu kali, dua kali, sampai lebih dari tiga kali panggilan, namun Keyra tidak juga menjawab panggilannya. Seketika membuat perasaan Bara tak menentu, karena tidak biasanya Keyra begini.
"Apa Keyra sedang bertemu client nya?" pikir Bara kemudian
Tanpa pikir panjang, Bara segera menghubungi ponsel Bella. Untung saja ia sudah pernah bertanya nomor ponsel sekretaris Keyra itu.
"Halo Bella.. Ini saya Bara Wijaya" sapa Bara cepat, saat Bella menganggkat telponnya.
"Iya Tuan Bara, ada apa?"
"Apa sekarang kamu sedang bersama Keyra? Dia tidak mengangkat telpon saya dari tadi. Jadi saya agak khawatir. Apa dia sibuk?"
"Maaf Tuan, tapi nona Keyra tidak ada di tempat. Nona pergi sejak 1jam yang lalu"
"Pergi? Kemana? Apa dia mengatakannya?" tanya Bara khawatir
"Tidak tuan, nona tidak bilang mau kemana. Tapi tadi wajah nona terlihat gelisah dan juga nona Keyra meminta untuk mengatur ulang semua jadwalnya hari ini. Jadi sepertinya nona akan pergi cukup lama" jelas Bella
"Baiklah, terima kasih" Bara langsung mematikan ponselnya
Mendengar penjelasan Bella, membuat Bara makin gelisah. Mencoba untuk kembali menghubungi ponsel Keyra, dan sekarang ponsel itu malah tidak aktif. Perasaan Bara makin tak menentu, terbayamg pikiran pikiran buruk di kepalanya.
Reno pun yang melihat Bara dari kava depan dibuat penasaran dengan kegelisahan tuannya. "Maaf Tuan, apa ada sesuatu yang terjadi?" akhirnya reno memberanikan diri untuk bertanya.
__ADS_1
"Keyra tidak bisa dihubungi, dan sekarang ponselnya tidak aktif. Perasaanku tidak enak" jawab Bara
"Bukankah di cincin tunangan Nona Keyra terdapat GPS? Kenapa anda tidak langsung mengeceknya" Reno memang mengetahui tentang GPS pada cincin Keyra, karena Reno ikut menemani Bara saat memesannya.
"Kau benar, kenapa aku melupakannya"
Bara segera membuka aplikasi pada ponselnya, dan segera mencari dimana posisi Keyra. Tidak berapa lama, Bara akhirnya bisa menemukan dimana posisi Keyra. Titik kordinat itu berada di pinggiran Kota, yang letaknya lumayan dari tempat Bara berada.
"Apa yang dilakukan Keyra disana?" pikir Bara
"Reno, hentikan mobilnya" ucap Bara
Reno pun segera menepikan mobilnya.
"Tapi Tuan.."
Bara langsung memotong ucapan Reno "Kamu hubungi lah polisi, untuk menyusulku kesana. Aku akan mengirimkan lokasinya" Reno pun mengangguk tanpa membantah lagi, dan keluar dari mobil untuk bertukar posisi dengan Bara.
Saat akan memasuki kursi pengemudi, Bara kembali menatap Reno. "Dan hubungi ambulance untuk berjaga-jaga.."
"Walaupun aku berharap ambulance itu tidak akan berguna" sambung Bara dalam hati. Kemudian segera memasuki mobil dan melajukan mobilnya ke tempat Keyra berada. Sedangkan Reno masih berada di pinggir jalan sambil memeriksa ponselnya untuk menghubungi seseorang.
*******
"Aku sudah membantumu untuk membawanya kemari. Setelah ini aku tidak ingin terlibat lagi dengannya" kata seorang wanita di sebuah gedung kosong
__ADS_1
"Hahaha... Kau harusnya bisa lebih berterima kasih padaku. Karena secara tidak langsung, aku akan membantumu
membalaskan dendammu padanya" sahut wanita lainnya sambil memandang korbannya yang tengah terikat di kursi tak sadarkan diri
"Sekarang aku sudah tidak terlalu membencinya, karena aku sadar dia tidak sepenuhnya salah atas apa yang aku alami"
"Itu karena kau terlalu lemah. Sudah lah, kau cukup lihat, apa yang akan aku lakukan. Aku yakin sebentar lagi dia akan sadar" Dan benar saja, tak berapa lama perempuan yang terikat dikursi itu pun mulai bergerak dan membuka matanya perlahan.
"Viona???" Perempuan itu kembali berusaha mengerjapkan kan matanya untuk memfokuskan apa yang dia lihat.
"Grace???" akhirnya ia bisa mengenali wajah orang-orang yang berada di depannya. Walaupun kepalanya masih terasa sakit, sepertinya tadi ia dipukul sesuatu dan menyebabkan dirinya pingsan.
"Apa-apa an ini Viona? Kau menjebak ku? Aku pikir urusan kita sudah selesai, apa kau belum puas juga? Dan sekarang kau bersekongkol dengan Grace?" ada nada kekecewaan saat dirinya mengatakan itu
Grace berdecih, "Kau terlalu polos Keyra, atau mungkin terlalu bodoh?" Grace tertawa dan menggelengkan kepalanya
"Hanya dengan mengatakan soal mama mu, kau langsung pergi kemari tanpa mencurigai apa pun?" Ya, Keyra menyadari kebodohan nya. Karena tidak mencurigai apapun saat Viona menelponnya. Tapi semua itu karena perasaan rindu dan khawatir yang secara bersamaan muncul dalam hatinya.
Bahkan saat Keyra sampai di gedung tua itu, tanpa pikir panjang ia langsung keluar dari mobil. Karena sudah tidak sabar ingin mengetahui keberadaan mamanya. Namun saat baru menutup pintu mobilnya, ada seseorang yang memukulnya dari belakang dan membuatnya pingsan. Ternyata ini semua ulah Grace dan Viona. Sungguh bodoh, Keyra merutuki kebodohannya sendiri.
"Bahkan mama mu sepertinya sudah tidak mempedulikanmu lagi. Dia sudah terlalu sibuk dengan papa ku, aku bahkan tidak tau sekarang mereka dimana" kali ini Viona yang berbicara.
Perasaan Keyra makin terasa sakit saat mendengar ucapan Viona, tapi sekarang bukan saatnya untuk bersedih. Ia harus tau apa yang 2 wanita ini inginkan dengan menyandera nya.
"Lalu apa yang kalian inginkan dengan melakukan ini pada ku?" hardik Keyra
Grace kembali tertawa, "Yang ku inginkan? Tentu saja kematian mu. Apa aku belum pernah mengatakannya padamu? Kalau aku aku sangat membencimu karena telah merebut Bara, tapi sekarang aku juga sangat membenci Bara karena semua yang dia lakukan pada papaku. Dan kamu akan aku jadikan sandera, karena kamu adalah kelemahannya."
*******
__ADS_1