
"Bagaimana Reno, apa kamu sudah mendapat informasi yang aku minta?"
"Maaf Tuan, saya belum mendapatkan apa pun. Orang suruhan kita sedang mengusahakannya"
Bara memijat kepalanya pening, ini bahkan sudah cukup lama dari kejadian itu. Masalah ini membuat ia seakan menjauhi Keyra, padahal gadis itu bahkan tak tahu apa-apa.
"Tapi Tuan, terakhir kali orang-orang kita sudah mendapatkan rekaman CCTV di lorong hotel tempat anda menginap. Ada seorang pria yang membantu saat kejadian itu, dan saat ini orang-orang kita di Jerman sedang mencari pria itu untuk bisa kita introgasi" lanjut Reno
"Lakukan secepatnya, sebelum wanita itu benar-benar datang kesini dan lebih mengacaukan segalanya. Aku sudah
sulit menahan diriku untuk tidak bertemu Keyra, karena aku tidak ingin tersiksa dengan perasaan bersalah saat menemuinya"
Bara mengacak rambutnya frustasi, masalah ini benar-benar membuat kepalanya ingin pecah. Bara sangat merindukan Keyra, tapi dia tidak bisa menemui gadisnya.
"Baik Tuan, secepatnya saya akan menemukan pria itu"
Bara menganggukkan kepalanya singkat, "Setelah ini apa jadwalku?"
"Ada meeting dengan tim marketing tuan, dan mereka sudah menunggu di ruang meeting."
Bara mengangguk kemudian merapikan sedikit penampilannya yang berantakan, sebelum ia berjalan meninggalkan ruangannya menuju ruang meeting diikuti Reno di belakangnya.
*******
Kini Keyra telah sampai di perusahaan Wijaya Group, ini adalah pertama kalinya ia mendatangi perusahaan
Bara. Karena selama ini hanya Bara yang datang ke perusahaannya.
Keyra segera melangkah menuju receptionis untuk mengetahui dimana ruangan Bara.
"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu nyonya?" Sapa seorang perempuan muda dengan nametag bernama Devi
"Saya ingin bertemu dengan Bara Revaldi Wijaya, apa bisa?" Tanya Keyra sopan
"Maaf, apa sebelumnya sudah ada janji?" Tanya perempuan bernama Devi tersebut
"Belum, bisa sampaikan saja jika Keyra ingin bertemu?"
"Mohon maaf Nona, Tuan Bara sedang ada meeting sekarang dan tidak bisa diganggu"
"Hmm.. bisa sampaikan pada asistennya Reno saja? Jika Keyra ingin bertemu Bara?"
"Baik Nona, silahkan tunggu sebentar"
Sekitar 10 menit menunggu, akhirnya Keyra dijinkan untuk menuju ruangan Bara dengan diantar oleh Devi atas
suruhan Reno.
__ADS_1
Keyra telah sampai di ruangan Bara, ruangan yang lebih besar dari miliknya dengan nuansa abu-abu dengan sofa besar dan juga meja di tengahnya.
Meeting yang Bara lakukan mungkin akan selesai sekitar 30menit lagi, itu yang disampaikan Devi tadi, jadi Keyra harus menunggu sementara di ruangan ini. Kembali Keyra melihat lihat sekeliling ruangan Bara.
Ada beberapa pigura foto diatas meja kerja Bara, dan salah satunya ternyata adalah foto dirinya. Karena penasaran, Keyra mengambil figura itu untuk melihat lebih dekat.
Sepertinya ini foto saat pesta ulang tahun Wijaya Group, bagaimana Bara bisa mendapatkan foto ini? Batin Keyra.
*******
"Keyra... Kamu disini?"
Ternyata kurang dari 30 menit, orang yang Keyra tunggu-tunggu akhirnya datang.
"Iya aku disini. Sepertinya sangat sulit bertemu denganmu akhir-akhir ini Bara?" Tanya Keyra sarkas
Bara sudah akan berjalan mendekati Keyra untuk memeluk gadis yang amat ia rindukan, tapi ia seakan tak
sanggup. Jadi ia memilih berjalan menuju sofa di seberang Keyra, duduk tenang menatap Keyra.
"Ada apa kamu datang tanpa mengabari ku Key?"
Keyra mengernyitkan kening mendengar pertanyaan Bara, "Apa aku tidak bisa menemui kekasihku? Yang
2 hari ini seolah menghindariku?"
"Bukan begitu Key, maksud ku..."
"...."
"Ada apa Bara? Apa yang terjadi? Apa aku berbuat salah padamu?"
"Enggak Keyra, ini sama sekali bukan salahmu. Ini kesalahanku, aku yang bodoh." Batin Bara
"Enggak ada yang terjadi Key, semua baik-baik aja. Dan kamu sama sekali gak ada salah."
"Lalu apa? Apa arti perubahan sikapmu ke aku Bara? Kenapa kamu ngindarin aku?" Tanya Keyra berusaha menahan emosi nya.
"Aa... ku gak pernah ngindarin kamu, aku cuma sibuk belakangan ini. Karena kepergianku ke Jerman, jadi banyak kerjaan yang harus aku selesaikan" jawab Bara gugup, kemudian berdiri dari sofa dan berjalan mendekati meja kerjanya dan menumpukan tangannya disana.
Keyra ikut berdiri mengikuti Bara, dan berdiri di belakang punggung Bara
"Apa gak ada yang kamu sembunyiin dari aku Bar?"
"...."
__ADS_1
Karena tidak mendapat jawaban dari Bara, Keyra membalik badan Bara untuk menghadap dirinya. Memegang lengan Bara dan memandang matanya lekat.
"Tatap mata aku, dan bilang kalau emang gak ada yang kamu sembunyiin" tekan Keyra dengan mata berkaca-kaca
Bara melepaskan genggaman Keyra pada lengannya dan kembali berbalik membelakangi Keyra.
"Gak ada yang aku sembunyiin dari kamu" kata Bara pelan dengan kepala menunduk
Keyra mengangguk lemah, ternyata Bara memang tidak mau mengatakan apapun.
"Oke, kamu pernah bilang ke aku untuk kita saling percaya. Jadi aku akan percaya sama kamu" walaupun
hatiku bilang kalau kamu bohong, sambung Keyra dalam hati.
"Kalau gitu, sekarang aku akan pergi. Kayaknya kedatangan aku ganggu kamu"
Keyra berbalik, mengambil tasnya yang ada diatas meja. Kemudian berjalan keluar ruangan Bara, tanpa menunggu
jawaban Bara.
Keyra sudah tidak dapat menahan air matanya, bahkan ia sudah hampir terisak saat keluar dari ruangan Bara. Keyra tidak menyangka orang yang selama ini ia percaya, tapi sekarang pun telah membohongi nya.
Setelah berhasil masuk dalam lift, Keyra tidak bisa menahan air matanya. Ia hanya bisa menunduk untuk menutupi wajahnya yang mulai dipenuhi air mata. Sampai lift berhenti, ia keluar masih dengan menundukan kepala. Sehingga tidak terlalu memerhatikan orang yang ia lewati.
Bruukk..
"Nona Keyra, nona tidak apa apa?"
Keyra segera menghapus kasar air matanya kemudian tersenyum, "Ahh Reno, maaf aku tidak melihatmu. Aku tidak
apa-apa terima kasih" Keyra segera berjalan cepat menuju mobilnya.
Reno pun yang melihat kepergian Keyra merasa cukup bingung, dengan penampilan Keyra yang bisa dikatakan tidak baik. Reno menggeleng pelan dan melanjutkan perjalanannya menuju ruangan Bara.
Tokk.. tokk.. Tokk..
"Tuan, ini saya sudah bawakan makan siang seperti yang Tuan minta" ucap Reno yang hanya dijawab anggukan ringan oleh Bara dari kursi kebesarannya dengan tangan yang menutupi wajahnya.
"Maaf Tuan. Apa ada sesuatu yang terjadi antara anda dan nona Keyra? Hmm.. tadi saya melihat nona Keyra
menangis di lift." Ucap Reno lagi
Mendengar itu, Bara langsung mengangkat wajahnya cepat kemudian segera mengambil kunci mobilnya dan berlari meninggalkan ruangannya.
"Bodoh kamu Bara, kalau kamu tidak bisa jujur dengan Keyra. Setidaknya jangan buat dia menangis. Bodoh. Bodoh. Bodoh" rutuk Bara dalam hati
Namun saat Bara sampai di lobi, terlihat mobil Keyra telah meninggalkan kantornya. Akhirnya Bara memutuskan
__ADS_1
mengejar Keyra, untuk berbicara dengannya. Bara berpikir pasti Keyra akan kembali ke kantornya, jadi Bara memutuskan untuk ke kantor Keyra.
*******