
Author POV
Beberapa jam kemudian pesawat dengan logo Wijaya Group tersebut telah mendarat dengan sempurna, sebelumnya Bara sudah mengabarkan pada asistennya Reno untuk menjemput dirinya dan Keyra di bandara.
Setelah melihat Bara turun dari pesawat, Reno dengan sigap membantu membawa barang-barang Keyra dan Bara untuk dimasukkan ke dalam mobil. Keyra pun hanya bisa mengikuti Bara yang selalu setia menggenggam tangannya setelah mereka turun dari pesawat.
"Key, dimana papamu di rawat?" tanya Bara lembut
"Di City Hospital" tadi bi Minah sudah mengabari Keyra lewat pesan bahwa papanya berada di kamar VVIP 1
"Ren, langsung ke City Hospital" ucap Bara pada asistennya, setelah mereka memasuki mobil
"Baik Tuan"
Waktu jakarta saat ini menunjukan pukul 8 malam, jalanan masih sangat macet. Membuat mobil yang mereka tumpangi tidak bisa segera sampai di rumah sakit. Keyra sangat tidak tenang, dia terus meremas kedua telapak tangan yang berada diatas pangkuannya. Dan hal itu tidak lepas dari penglihatan Bara. Dia pun memegang kedua telapak tangan yang terasa sangat dingin tersebut, mencoba untuk menenangkan sang pemilik.
"Tenang lah Key, Aku akan selalu ada di sisimu" Keyra hanya mengangguk menjawab pernyataan Bara padanya.
Sesampainya di rumah sakit, Keyra berlari kencang meninggalkan Bara dan Reno di parkiran. Bahkan ia sampai menabrak beberapa pengunjung, namun tak ia hiraukan karena tujuannya hanya satu, memastikan keadaan papanya.
Dari jauh, Keyra dapat melihat bi Minah yang berjalan mondar-mandir di salah satu ruang rawat. Keyra semakin berlari mendekati bi Minah.
"Bi, gimana papa bi? papa baik-baik aja kan bi?" ucap Keyra masih terengah engah dan berusaha mengatur nafasnya akibat berlari
__ADS_1
"Non Keyra, syukur lah non sudah sampai. Tadi tuan sempat masuk UGD non, bibi sangat takut. Tuan baru dipindahkan ke ruang rawat 1jam yang lalu, sekarang masih ada dokter yang memeriksa keadaan Tuan di dalam" cerita bi Minah pada Keyra.
"Bagaimana Key?" tanya Bara yang baru datang di belakang Keyra
"Papa di dalam Bar, masih ada dokter di dalam"
"Baiklah, kita tunggu sampai dokter keluar. Sebaiknya kau duduk Key"
Bara menuntun Keyra untuk duduk di salah satu kursi tunggu di depan ruang rawat sang papa. 10 menit kemudian, seorang dokter dan 2 suster keluar dari ruang pemeriksaan papanya. Sontak membuat Keyra berdiri untuk menemui sang dokter dan Bara mengikuti di belakangnya.
"Dokter, bagaimana keadaan papa saya dok? Papa baik-baik aja kan dok?"
"Tapi kondisi fisik Tuan Pram yang cukup lemah, di tambah beban pikiran yang sepertinya akhir-akhir ini beliau alami, ditambah lagi faktor umur yang sudah tidak muda lagi. Menyebabkan tubuh tuan Pram tidak sanggup menerima serangan tersebut, dan mengakibatkan tuan Pram saat ini koma"
Deg..
Seolah Tuhan belum puas memberikan penderitaan pada Keyra, disaat dia ingin menenangkan hatinya dari semua masalah yang menimpanya. Namun belum juga hatinya kembali pulih, sekarang papanya terbaring koma.
Keyra hampir saja terjatuh, bila tidak ada Bara yang dengan sigap menangkap tubuh Keyra dari belakang. Keyra sudah tidak bisa untuk berkata-kata, pikirannya seakan kosong mendengar papanya koma.
"Apa ada jalan lain agar Om Pram bisa segera pulih dok? Sampai kapan om Pram akan sadar dari koma nya?" Tanya Bara seolah menggantikan Keyra yang tak mampu berkata-kata lagi
__ADS_1
"Saat ini, kami akan terus memantau perkembangan pasien untuk memastikan tindakan yang akan diambil selanjutnya. Untuk sadar dari koma nya, itu juga harus dari keinginan pasien sendiri. Disaat pasien koma, orang-orang disekitarnya harus selalu memberikan support kepada pasien. Karena sebenarnya pasien yang koma masih bisa mendengar dan merasakan suara-suara yang ada di sekitarnya. Hanya saja alam bawah sadarnya lebih besar menguasai dirinya. Untuk itu, tugas pihak keluarga untuk bisa membantu pasien keluar dari alam bawah sadarnya tersebut"
"Baiklah dokter. terima kasih"
"Baiklah. Kalau ada apa-apa, bisa langsung hubungi saya. Saya permisi"
Keyra masih terisak dengan Bara sebagai penopang tubuhnya, sampai dokter pergi meninggalkan mereka.
"Ayo Key, kita masuk temui papa mu. Kamu dengarkan yang dokter bilang tadi, kamu harus kasih support ke papa kamu supaya papa kamu cepet bangun. Dan papa kamu masih bisa denger suara-suara di sekitarnya, jadi kamu harus hapus air mata kamu sekarang. Kamu gak mau kan papa kamu sedih, kalau denger suara tangisan kamu."
Seakan tersadar karena kata-kata Bara, Keyra segera menghapus air matanya. Kemudian berusaha untuk berdiri tegak, dan mulai melangkah pelan memasuki ruang rawat papanya yang diikuti Bara dari belakang.
Keyra duduk di kursi sebelah ranjang papanya, menggenggam jemari papanya yang terkulai tak berdaya. Diusap pipi papanya yang sudah banyak keriput disetiap sisinya, papanya memang sudah tak muda lagi tapi Keyra tahu kalau cintanya kepada mamanya tak pernah memudar. Meskipun awal pernikahan mereka tanpa adanya cinta, tapi papa Keyra mulai mencintai istrinya setelah beberapa bulan mereka menikah, tepatnya saat papa Keyra tahu kalau mamanya mengandung Keyra. Namun mamanya tetap tidak bisa mencintai sang papa. Dan beberapa bulan setelah sang mama melahirkan Keyra, mamanya meminta cerai dari papa, tapi ternyata kekasihnya telah menikah lagi, yah ibu dari Viona.
Semua cerita itu Keyra tau dari bi Minah, karena bi Minah dan suaminya pak Ahmad memang sudah bekerja dengan papa semenjak awal pernikahan papa dan mama. Jadi bi minah bisa dikatakan sebagai saksi kebohongan rumah tangga papa.
Bukankah mamanya pemain drama yang hebat? Mampu menutupi semuanya selama 25 tahun, bahkan Keyra pun tidak pernah menyadari kepalsuan dari keluarganya yang selalu terlihat harmonis tersebut.
“Pa… Keyra disini pa… Maafin ara pa, ara nyesal ninggalin papa. Kenapa papa gak pernah bilang ke ara kalau papa sakit?” isak Keyra sambil mencium jemari papa. “Papa harus kuat, papa harus bertahan. Papa gak boleh ninggalin ara, ara akan selalu ada disini nemenin papa. Jadi papa harus cepet bangun”. Tanpa terasa pipi Keyra kembali basah dengan air mata.
"Key, aku tunggu diluar ya. Kalau kamu butuh apapun, cari aku diluar" ucap Bara sambil menyentuh pundak Keyra
*******
Jangan lupa Like & Coment masukannya ya guyyss...
__ADS_1