
"Oya Bara, besok mama akan menemani Papa mu ke Bali. Kamu sudah tidak apa-apa kan mama tinggal?" Perkataan Reva memecah keheningan waktu bersantai keluarga Wijaya setelah makan malam selesai.
"Bara bukan anak kecil lagi ma, lagi pula Bara sudah pulih. Tapi ada urusan apa papa dan mama ke Bali?"
"Sepertinya kamu lupa, besok adalah acara peresmian hotel baru Aditama Corp yang bekerja sama dengan perusahaan kita" jawab Aldi sambil menyesap teh nya
Bara hampir saja melupakan itu, bukankah itu kerja sama pertamanya dengan perusahaan Keyra setelah ia menjabat CEO.
"Berarti Keyra juga akan ada disana?"
"Tentu saja, sepertinya Keyra cukup sibuk membantu papanya untuk acara peresmian itu. Pram sudah duluan berada di Bali. Sedangkan Keyra, papa dengar sudah berangkat tadi pagi."
"Jadi Keyra belakangan ini benar-benar sedang sibuk? Dan hari ini dia tidak datang karena peresmian itu? Harusnya dia memberi tahuku soal ini. Apa karena kami tidak memiliki hubungan lagi, makanya dia tidak memberi tahuku" gerutu Bara kesal
"Tapi kenapa papa juga tidak memberi tahu Bara?"
"Kamu kan tidak pernah bertanya pada papa, jadi untuk apa papa beritahu?" Jawab Aldi santai
"Aku juga akan ikut ke Bali" putus Bara
"Tapi Bara, kamu baru saja keluar rumah sakit dan masih perlu istirahat" ucap Reva mengingatkan
"Bara baik-baik saja ma dan jika Bara bertemu Keyra, Bara yakin akan jauh lebih baik" Sehari tidak bertemu Keyra, benar-benar membuat Bara merasa sepi. Bara ingin bisa merengkuh Keyra tiap saat dalam dekapannya.
"Jadi Keyra belum mau menerimamu lagi?" Tanya Aldi sambil melihat pada putra nya
Bara tidak menjawab, ia hanya menundukan kepalanya sambil menghela nafas.
"Kamu perlu memberi Keyra kepastian, semua wanita butuh kepastian Bara. Seperti mama mu, dulu saat mama mu marah karena mengira papa mempunyai gadis lain. Papa langsung mengambil tindakan, yang membuat mama mu ada disisi papa sampai sekarang" Aldi tersenyum bangga saat mengatakannya
__ADS_1
Sedangkan Reva merasa malu saat mengingat momen itu, momen yang tidak akan pernah ia lupakan.
Ucapan sang papa seakan berputar terus menerus dikepalanya. Ya, semua wanita butuh kepastian, bahwa hanya ia lah satu-satunya wanita yang diinginkan pria tersebut.
"Ma, pa, sepertinya besok Bara akan butuh restu kalian" kata Bara tersenyum lebar
*******
Di Bali sudah menunjukan pukul 6 sore, sebentar lagi acara peresmian akan dilaksanakan. Keluarga Wijaya telah sampai sejak tadi siang. Saat tiba, Bara sudah langsung ingun bertemu Keyra. Namun sepertinya Keyra sedang sibuk mengurusi beberapa keperluan peresmian, hingga tidak bisa ditemui.
Dan saat ini, Bara sudah sampai di tempat acara. Matanya terus kesana kemari mencari keberadaan Keyra. "Kayaknya kamu udah gak sabar banget mau ketemu Keyra" ucap Reva yang daritadi melihat gerak gerik putranya, sedangkan Aldi tengah sibuk menyapa beberapa orang yang juga kolega bisnis nya.
"Iya ma, dari tadi Bara belum liat Keyra" Bara berkata sambil terus memperhatikan orang-orang
"Nanti juga bakal ketemu, mending sekarang kita ikutin papa buat ketemu Om Pram dulu"
Reva mengikuti Aldi yang sudah berjalan menghampiri Pram dan Bara mengikuti di belakangnya.
"Selamat untuk kita Al, tentu saja semua ini tak lepas dari kerjasama yang kita lakukan" jawab Pram diikuti dengan tawa dan Aldi hanya mengangguk
"Selamat Pram" giliran Reva mengucapkan selamat
"Terima Kasih. Wah, kau selalu cantik Reva. Pantas Aldi tidak pernah berpaling darimu" kata Pram sambil menggoda Reva
"Hahaha.. kau bisa saja, aku sudah semakin tua. Apanya yang cantik" sahut Reva tertawa
"Tidak sayang, Pram benar. Kau memang selalu cantik, karena itu aku tak pernah bisa berjauhan darimu" Aldi menimpali dan merengkuh pinggang istrinya
"Hahaha... Kalian memang pasangan serasi" Pram tertawa melihat tingkah sahabatnya, sedangkan Bara hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan orang tua nya.
__ADS_1
"Selamat Om Pram" kini giliran Bara mengucapkan selamat.
"Oh Bara, om pikir kamu tidak akan ikut. Maaf Om belum sempat menjenguk mu lagi. Apa semuanya sudah baik-baik saja?" Tanya Pram setelah membalas jabatan tangan Bara.
"Tidak apa Om, semuanya sudah baik Dan Bara sudah sehat" Pram mengangguk mendengar jawaban Bara
"Oya Om, Keyra dimana? Bara belum melihatnya dari tadi?" Sambung Bara
"Ahh.. Keyra sepertinya sedikit terlambat, karena dari tadi ia sangat sibuk mengurus beberapa hal yang belum siap. Sekarang sepertinya ia masih bersiap, mungkin sebentar lagi ia..... Oh. Itu dia datang" Ucapan Pram mengalihkan pandangan Bara, ia memutar badannya kearah pandang Pram. Begitu pula Aldi dan Reva
Disana Bara bisa melihat gadis yang dicarinya sedari tadi, baru memasuki ballroom acara. Mengenakan gaun hitam yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih dan dengan rambut panjangnya yang terurai, sangat cantik. Membuat Bara tak mampu memalingkan pandangannya walau sedetik.
"Maaf, Keyra terlambat" ucapnya setelah berada di dekat sang papa.
"Kamu selalu mempesona Key, pantes Bara gak pernah bisa berpaling dari kamu. Liat aja sekarang, kamu sampai bikin Bara gak berkedip gitu daritadi liatin kamu" puji Reva sambil menyindir Bara.
Membuat Aldi dan Pram tertawa, begitu juga Keyra. Namun Bara sepertinya belum menyadari hal itu, karena ia seakan masih terhipnotis dengan penampilan Keyra.
"Bara, tadi kamu nanyain putri Om. Kok sekarang malah bengong gitu?" Kata Pram, mencoba menyadarkan Bara.
"Ehh.. iiyyyaa Om.." jawab Bara tergagap
"Kamu cantik banget Key" sambung Bara
"Makasi Bara. Tapi kamu kok udah disini? Bukannya kamu baru keluar rumah sakit?"
"Dia maksa kesini Key, biar bisa ketemu kamu katanya" sela Reva menjawab pertanyaan Keyra
Keyra tersenyum mendengarnya, sedangkan Bara hanya menggaruk tengkuknya salah tingkah.
*******
__ADS_1