BE MY BABY

BE MY BABY
PART 46


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 7 malam. Semua persiapan yang Keyra kerjakan daritadi telah selesai tepat waktu. Dekorasi, makanan dan juga kue ulang tahun sudah tertata dengan rapi, bahkan Keyra sudah membersihkan diri dan sedikit berdandan untuk menyambut Bara nanti.


 


Harusnya sebentar lagi Bara tiba, karena biasanya Bara tidak pernah lembur lebih dari jam 7.


 


Sudah hampir jam 8, tapi Bara belum juga datang. Hingga akhirnya Keyra memutuskan untuk menghubungi Reno dan menanyakan Bara.


 


"Halo Reno, apa Bara belum pulang juga?" Tanya Keyra langsung saat Reno telah menerima panggilannya"


 


"Belum nona, sebenarnya saat meeting terakhir tadi Tuan sudah akan pulang. Tapi ada beberapa berkas yang harus segera Tuan periksa, jadi Tuan masih di kantor sekarang"


 


"Apa Bara masih lama? Ini bahkan sudah hampir jam 8 malam."


 


"Entahlan nona, kenapa nona tidak langsung telpon Tuan, dan menyuruhnya pulang?" Tanya Reno balik


 


"Aku takut dia curiga, kalau aku tiba-tiba..."


 


"Maaf nona, Tuan memanggil saya, sepertinya ada seseorang yang datang menemui Tuan. Saya matikan dulu nona" ucap Reno memotong perkataan Keyra


 


Siapa orang yang datang ke kantor Bara di jam segini? Gumam Keyra


 


Bahkan Keyra belum sempat bertanya pada Reno siapa yang datang, tapi Reno telah mematikan telponnya sepihak.


 


Sejak jam 5 tadi pesan yang dikirimkan oleh Keyra belum mendapatkan balasan dari Bara. Mungkin itu adalah saat meeting yang tadi Reno katakan. Apa pekerjaan Bara memang sangat banyak hari ini? Sampai-sampai ia lembur dan lupa mengabari Keyra. Begitu banyak pertanyaan yang terlintas di kepala Keyra tentang Bara saat ini.


 


"Kalau gini, kayaknya aku harus ubah rencana. Gimana kalau bawain kuenya ke kantor Bara, setelah itu ajak Bara pulang untuk makan malam disini" Keyra menganggukkan kepalanya dengan ide yang baru saja ia pikirkan.


 


Setelah itu Keyra segera mengambil kotak Kue yang sempat ia persiapkan dan memasukkannya ke dalam paper Bag. Kemudian Keyra segera berangkat menuju perusahaan Bara.


*******


Ceklekk..

__ADS_1


 


Bara mendongakkan kepalanya saat mendengar pintu ruangannya terbuka.


 


"Apa yang kamu lakukan disini???" Tanya Bara dengan wajah tidak suka menatap seseorang yang sudah berjalan mendekati meja kerjanya.


 


"Kamu gak mau nyambut aku? Aku kan udah bilang, kalau aku akan datang. Dan sekarang aku udah disini. Oh ya, aku hampir lupa, selamat ulang tahun sayang"


 


"Renoooo..." Teriak Bara tanpa menghiraukan ucapan orang yang ada di hadapannya.


 


"Kau masih saja seperti dulu, lebih memilih lembur saat ulang tahunmu. Kenapa kamu tidak bersenang-senang dengan kekasihmu? Atau apa kamu sudah berpisah dengannya seperti..."


 


"Diam kau, aku tidak akan pernah berpisah dengan Keyra. Lebih baik sekarang kamu keluar" hardik Bara berdiri dari kursinya.


 


"Maaf Tuan, ada apa?" Ucap Reno setelah masuk ke ruangan Bara.


 


 


Reno segera berjalan ingin menjalankan perintah Bara.


 


"Tunggu.. kamu yakin mau ngusir aku? Aku kesini mau ngomongin hubungan kita Bara"


 


"Tutup mulutmu Grace. Gak pernah ada kata kita, dan aku gak pernah punya hubungan sama kamu" geram Bara murka


 


Grace tertawa kemudian semakin mendekati Bara dan dengan berani menatap mata tajam Bara, "Tidak ada hubungan? Kau melupakan malam..."


 


"Diam kau.. kau menjebakku sialan" Bara mencengkram kuat lengan Grace dan menghimpit tubuh wanita itu ke tembok.


 


Grace merasakan sangat sakit akibat cengkraman Bara, tapi ia tetap memasang senyuman menatap Bara


 


"Ahhh.. apa kamu mau aku mengingatkanmu dengan kejadian malam itu?"

__ADS_1


 


Tanpa menunggu lama lagi, Grace langsung mendaratkan ciumannya pada bibir Bara. Bara yang merasa kaget, melonggarkan cengkramannya pada Grace.


 


Membuat Grace tersenyum miring kemudian memeluk tubuh Bara dengan erat, dan berusaha memperdalam ciuman mereka.


 


Reno yang  masih berada di dalam ruangan itu, hanya diam tidak tahu harus melakukan apa.


 


Ceklekk..


*******


Jalanan malam ini cukup lenggang, membuat Keyra tidak membutuhkan waktu lama untuk tiba di Perusahaan Wijaya Group. Setelah Keyra tiba, ia segera keluar dari mobil dengan membawa paper bag yang berisi kue buatannya dan berjalan memasuki perusahaan tersebut.


 


Suasana kantor sudah cukup sepi. Tentu saja, ini sudah bukan lagi jam kerja. Pikir Keyra.


 


Keyra langsung berjalan menuju lift untuk segera menemui Bara di ruangannya. Senyum Keyra tidak pernah pudar, ia benar-benar berharap Bara menyukai kejutannya dan menyukai kue buatannya.


 


Tingg..


 


Lift yang ia masuki telah sampai di lantai yang dituju. Keyra mengerutkan dahinya saat tidak melihat Reno di meja yang berada di depan ruangan Bara.


 


"Mungkin Reno di ruangan Bara, bukannya tadi Reno bilang Bara memanggilnya" gumam Keyra bermonolog


 


Sampai di depan ruangan Bara, Keyra ragu untuk mengetok pintu atau langsung masuk saja. Karena ruangan Bara yang kedap suara, Keyra tidak tahu apakah tamu yang dimaksud Reno masih ada atau tidak.


 


"Kayaknya langsung masuk aja deh, kan mau kasi kejutan. Kalau diketok dulu, bukan kejutan namanya." Kata Keyra membatin


 


Dengan mantap Keyra segera membuka pintu ruangan Bara.


 


Ceklekk..


*******

__ADS_1


__ADS_2