
FLASHBACK ON
Hari ini adalah hari keempat Bara berada di Jerman, dan dia sudah sangat merindukan kekasihnya. Walaupun sejak ia sampai disini, setiap harinya mereka selalu melakukan video call. Tapi itu tidak akan bisa dibandingkan jika bertemu secara langsung.
"Hay Bara.."
Bara memutar bola matanya jengah, mendengar sapaan itu.
"Kenapa aku harus selalu melihatmu disini?"
"Kau lupa? Aku juga menginap di hotel ini, jadi wajar saja jika kita sering bertemu"
"Harusnya aku langsung pindah hotel, saat mengetahui kau ada disini Grace"
Tiap melihat Grace, entah mengapa membuat Bara merasa bersalah pada Keyra. Bukan karena Bara memiliki rasa pada Grace, tapi karena ia tidak pernah menceritakan pada Keyra jika ia bertemu Grace disini. Itu pun Bara lakukan karena tidak ingin Keyra khawatir atau berpikir yang tidak-tidak.
Grace terkekeh dengan perkataan Bara, ia sama sekali tidak tersinggung karena ucapan Bara. Grace mengambil tempat duduk dihadapan Bara, saat ini mereka sedang sarapan di restaurant hotel sebelum melakukan aktivitas masing-masing.
"Oya Bar, nanti malam bagaimana kalau kita ke Club? Kau ingat Zeyn? Teman kita saat di kampus dulu, dia mengadakan pesta disana. Dan kemarin saat dia mengundangku, aku mengatakan kalau kau juga sedang di Jerman. Jadi dia memintamu agar datang juga. Bagaimana?"
"Aku sibuk"
"Ayolah Bara, hanya sebentar. Hitung-hitung reuni kecil-kecilan, bukankah sudah lama kita tidak berkumpul?"
Bara segera menyelesaikan sarapannya dan beranjak dari tempat duduk meninggalkan Grace.
"Nanti malam aku akan menunggu di depan kamarmu, kita berangkat bersama" teriak Grace pada Bara, namun sama sekali tidak di gubris.
Dan malam harinya Grace benar-benar menunggu Bara di depan pintu kamarnya.
"Ahh.. harusnya tadi aku tidak langsung kembali ke hotel saat pekerjaannku selesai. Sial" gumam Bara
__ADS_1
"Hay Bara, cepatlah, aku akan menunggumu bersiap-siap" ucap Grace, saat Bara telah sampai di depan pintu kamar hotelnya
"Aku sudah bilang, aku tidak akan ikut denganmu Grace" jawab Bara ketus
"Aku akan menunggumu terus di depan sini, sampai kau siap untuk berangkat. Akan banyak orang yang melintas disini, dan aku bisa berpura-pura menangis agar mereka mengira bahwa kau tega menelantarkan seorang wanita sepertiku" Grace menyeringai puas dengan rencananya, sedangkan Bara tidak menyangka Grace sudah merencanakan sampai sejauh itu.
Akhirnya Bara segera masuk dan mengganti pakaiannya, kemudian dengan terpaksa mengikuti Grace pergi ke club, jika tidak wanita itu pasti akan melakukan apa yang ia katakan.
Sesampainya di Club, sudah banyak teman-teman mereka yang berada disana. Dan untuk sesaat Bara
tenggelam dengan obrolan bersama temen-temannya, sehingga tidak menyadari saat Grace memasukan sesuatu kedalam minumannya.
Baru minum beberapa teguk, Bara merasakan kepalanya teramat sakit dan pandangannya mulai buram.
Grace yang menyadari efek obatnya mulai beraksipun, menawarkan untuk mengantar Bara kembali. Bara yang tidak bisa mengelak lagi karena kepalanya sudah sangat sakit, hanya mampu mengikuti Grace yang memapahnya keluar club.
"Guyyyss.. kayaknya aku harus bawa Bara balik duluan, dia udah mulai mabuk. See you ya" pamit Grace pada teman-temannya yang hanya dibalas anggukan dari semuanya.
Grace segera merogoh ponselnya di dalam tas, untuk menelpon seseorang. "Cepet kesini, bantuin bawa Bara balik ke hotel"
Tak berapa lama sebuah mobil hitam berhenti di depan Grace dan keluar seorang lelaki dengan tubuh tinggi atletis dan tato di bagian lengannya. Tanpa banyak bicara lelaki itu langsung membawa Bara masuk kedalam mobil, dan Grace menyusul di belakangnya.
Setibanya di hotel, lelaki itu membantu memapah tubuh Bara untuk memasuki kamar hotelnya. Dan sesampainya dikamar hotel, Bara langsung diletakkan di kasur begitu saja.
"Sekarang sesuai rencana, ambil foto sebanyak banyaknya aku dan Bara di atas kasur. Aku bakal buka semua pakaianku, dan kau bantu buka pakaian Bara"
"Tapi ingat Grace, setelah ini kau harus membayarku dengan setimpal. Kau harus memuaskan ku sampai pagi" kata lelaki itu dengan tersenyum jahat.
"Iya, aku ingat. Cepat lakukan"
__ADS_1
Dengan cepat Grace melakukan semua rencananya. Setelah itu ia meninggalkan Bara yang belum sadarkan diri dengan masih tidak berpakaian.
Keesokan harinya Bara terbangun dengan kepala yang seperti baru saja dipukul godam, dan betapa terkejutnya dia saat mendapati dirinya tidak memakai pakaian sama sekali. Tapi ia sama sekali tidak bisa mengingat apa yang telah terjadi.
Tak berapa lama ponselnya bergetar, menandakan ada pesan masuk. Mata Bara melotot melihat foto yang dikirimkan Grace, foto dirinya berpelukan diatas ranjang dengan Grace tanpa berpakaian.
Belum sepenuhnya sadar dari sakit kepala dan foto yang ia lihat, telpon dari Grace kembali menganggunya. Segera Bara mengangkatnya.
"Halo Bara sayang, gimana tidurnya nyenyak?"
"Apa maksud semua ini Grace?" Geram Bara menahan amarah dan sakit kepalanya
"Gak ada maksud apa-apa, aku cuma mau ngingetin kamu. Kalau-kalau kamu lupa sama apa yang kita lakuin semalam" jawab Grace santai
"Bullshit.. aku gak mungkin ngelakuin itu sama kamu"
Grace terkekeh, "Bukti-buktinya udah jelaskan? Apanya yang gak mungkin? Kamu semalem mabuk banget, dan kamu maksa aku Bara" jawab Grace dengan sedikit terisak
"Sialan.. kamu ngejebak aku Grace"
"Bara.. Bara apanya yg ngejebak? Yang jelas kita udah ngelakuin itu, jadi kamu harus nikahin aku"
"Aku gak akan pernah nikahin wanita seperti kamu"
"Terserahmu Bar, kalau tidak foto-foto itu akan tersebar di media. Bayangkan bagaimana dampaknya kepada keluarga dan perusahaanmu. Ahh, dan satu lagi putuskan hubunganmu dengan kekasihmu. Secepatnya aku juga akan ke Indonesia, bukankah aku harus bertemu dengan calon mertua ku?" Grace menyeringai puas dibalik telpon
Bara mematikan sambungan telpon begitu saja, kemudian mencengkram kuat ponselnya dengan penuh kemarahan.
FLASHBACK OFF
*******
Waaahhh.. udah lama gak update gara-gara ada hari raya :D
__ADS_1
Vote, Like dan Komen ya :*