BE MY BABY

BE MY BABY
PART 63


__ADS_3

Untuk beberapa saat terjadi keheningan di kamar inap VIP itu. Keyra yang posisinya membelakangi Bara, mengira bahwa lelaki itu telah kembali tertidur.


 


Keyra pun mencoba memejamkan matanya, walaupun saat ini perasaan canggung tiba-tiba menyerangnya. Sebuah tangan yang terpasang infus tiba-tiba melingkari perut Keyra, membuat Keyra membeku pada posisinya.


 


"Kamu udah tidur Key? Maaf kalau aku lancang ngelakuin ini, tapi aku sangat merindukanmu Key" Keyra masih terdiam, sejujurnya ia pun merindukan kehangatan yang selalu Bara berikan.


 


"Maafin aku Key..."


 


"Bara udah, kamu udah terlalu banyak bicara dan juga minta maaf hari ini" potong Keyra


 


"Memang itu yang harusnya aku lakuin, aku udah cukup bisa untuk lanjutin semua cerita yang perlu kamu tahu Key. Aku siap ceritain semuanya sama kamu" Bara memang merasakan tenaganya kembali pulih setelah bisa berdekatan lagi dengan Keyra


 


"Aku cuma perlu mastiin 1 hal lagi sama kamu Bara" entah mengapa, terasa berat bagi Keyra untuk melanjutkan perkataannya. Keyra menarik nafas panjang, dan kembali berkata "Apa benar Grace hamil anak kamu?"


 


"Sebelum aku jawab, aku mau kamu berbalik dan liat aku" Keyra pun menurut untuk membalik posisi tidurnya dengan perlahan


 


"Key, kalau anak itu anak aku. aku gak akan punya muka lagi untuk ketemu kamu dan papa mu, apa lagi untuk peluk kamu kayak gini lagi"

__ADS_1


 


"Aku akuin kalau aja Reno belum dapetin bukti CCTV itu, mungkin aku enggak bisa ngejamin Key. Karena malam itu aku gak sadar dan gak bisa nginget apa yang terjadi. Tapi rekaman CCTV itu adalah bukti kuat kalau aku memang gak ngelakuin apa pun dengan Grace malam itu. Kamu bisa liat rekaman itu, kalau kamu mau Key"


 


Keyra menggeleng, "Enggak perlu, mulai sekarang aku akan berusaha untuk lebih percaya sama kamu" Keyra merasa ada beban dalam hatinya yang terangkat, setelah mengetahui semuanya.


 


Kembali terjadi jeda yang cukup lama antara mereka berdua, masing-masing merasa sedikit lega setelah mengungkapkan apa yang mengganjal dalam hatinya. Namun bagi Bara, masih ada penyesalan besar yang ia rasakan.


 


"Aku lelaki bodoh yang udah ngingkarin janjinya untuk gak nyakitin kamu, tapi nyatanya sekarang aku menyakitimu lebih dalam" kata Bara sambil menunduk


 


Terdengar suara Bara yang sedikit bergetar, dengan pelukannya yang semakin terasa erat bagi Keyra.


 


 


Bara tersenyum dengan perlakuan Keyra, "Kamu tahu Key, aku bersyukur dengan sakit ku ini. Karena dengan ini, aku bisa sedekat ini sama kamu. Bahkan aku ingin bisa sakit lebih lama, asal bisa selalu liat kamu didekatku"


 


Keyra menggeleng, "Aku yang gak mau kalau kamu sakit terus Bara, kamu harus cepet sembuh dan cepet keluar dari rumah sakit"


 


Bara menggenggam tangan Keyra yang berada di pipinya dan memandang dalam pada mata hitam Keyra. "Key, apa kamu mau ngasi aku 1 kesempatan lagi? Kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku, aku mohon Key. Aku janji gak akan pernah nutupin apapun lagi dari kamu, dan gak akan hianatin kepercayaanmu lagi"

__ADS_1


 


Keyra memandang dalam mata Bara, dan ketulusan lah yang Keyra temukan. Namun sejujurnya, ia takut kembali dikecewakan.


 


"Bara.. aku mau kamu sembuh dulu, dan selesain semua masalahmu dengan Grace. Setelah itu, aku akan kasih kamu jawabannya"


 


Keyra tersenyum tulus, yang membuat Bara ikut tersenyum. Kalau begini, Bara akan bersemangat untuk segera sembuh dan memastikan Grace tidak akan mengganggunya juga Keyra.


 


Bara mengangguk, "Setelah semua itu, aku akan tagih jawabanmu lagi Key. Tapi sebelum itu, apa boleh malam ini aku tidur meluk kamu kayak gini? Aku butuh vitaminku yang hilang hampir sebluan ini."


 


Keyra sedikit tersipu karena ucapan Bara, diapun tidak ingin menolak hal itu. Biarlah malam ini Keyra juga mengobati rindunya.


 


Keyra pun mengangguk pelan. Dan tanpa menunggu lama, Bara segera membawa Keyra kedalam dekapannya.


 


"Selamat malam Key"


 


Kemudian Bara mengecup pucuk kepala Keyra. Perlahan mereka pun tertidur dengan senyum di bibir masing-masing.


 

__ADS_1


Bukankah takdir itu aneh? Baru beberapa jam yang lalu Keyra menangisi dan ingin pergi jauh dari lelaki yang sedang memeluknya. Tapi sekarang, ia seakan terjatuh kembali pada pesona lelaki ini. Batin Keyra


*******


__ADS_2