BE MY BABY

BE MY BABY
PART 70


__ADS_3

"Jadi, apa yang terjadi dengan Grace? Kamu belum menceritakan padaku Bara. Apa dia benar-benar tidak akan menganggu hubungan kita lagi?"


 


Bara dan Keyra sudah berada di salah satu restaurant favorit mereka. Dan memilih ruangan VIP agar tidak ada yg menganggu waktu kebersamaan mereka. Sambil menunggu pesanan datang, sedari tadi Bara hanya terus memperhatikan wajah Keyra yang ada di sampingnya. Sambil sesekali mengelus lembut pipi dan rambut Keyra.


 


"Sayang, tidak bisakah kita menikmati makan siang ini tanpa membahas wanita itu? Aku sangat malas membicarakannya" jawab Bara sambil merenggut


 


"Ayolahh sayang, kali ini saja. Aku hanya ingin tahu, setelah itu aku tidak akan membicarakan tentang dia lagi" Keyra memasang wajah memelasnya, dan tidak lupa dengan panggilan sayang yang pasti bisa meluluhkan Bara.


 


"Baiklah.. baiklah.. kamu memang sangat pintar merayu ya" Keyra hanya terseyum lebar dengan ucapan Bara


 


"Grace sekarang sudah kembali ke negaranya, ia sedang diselidiki atas apa yang telah dia lakukan padaku di Jerman. Dia juga sedang menghadapi masalah pada keluarga dan juga perusahaannya. Karena aku melaporkan kelakuan curang papanya, sehingga papanya masuk penjara. Dan sebagian besar saham perusahaannya itu, sudah berada di bawah Wijaya Group"


 


"Lalu tentang kehamilannya?"


 


"Tentu saja itu bukan anak ku. Berani-beraninya dia mengakui bayi itu sebagai keturunan Wijaya"


 


"Jadi..."


 


Bara segera memotong ucapan Keyra "Sudah lah Key, aku sudah menceritakan semuanya. Dan mulai sekarang, aku tidak mau ada pembahasan tentang wanita itu. Oke"


 


Ucapan Bara tidak terbantahkan lagi, membuat Keyra menelan kembali kata-kata yang ingin diucapkannya. Kemudian Keyra merebahkan kepalanya pada dada bidang Bara dan setengah memeluknya.


 

__ADS_1


"Baraaa.." panggil Keyra manja


 


"Hmmm"


 


"Waktu kamu ngelamar aku di depan banyak orang gitu, apa kamu gak takut kalau aku tolak?" tanya Keyra penasaran


 


"Sebenarnya aku sempat berpikir tentang hal itu, tapi aku mengingat saat memelukmu di rumah sakit. Aku pikir, hal itu adalah yang aku inginkan sepanjang malam saat aku tertidur. Dan juga aku mengingat saat Dokter itu terlihat sangat ingin mendekatimu sedangkan aku tak berhak melarangnya, aku merasa sangat cemburu dan aku tak ingin ada lelaki lain lagi yang melakukan itu padamu. Jadi karena semua itulah, aku memberanikan diri untuk menjadikanmu secepatnya milikku dengan segala resikonya. Dan terbukti kamu menerimaku kan" jawab Bara panjang lebar


 


"Saat itu sebenarnya aku ingin menolakmu" Bara langsung menatap tajam Keyra yang masih berada


di pelukannya, namun Keyra sama sekali tidak merasa takut akan tatapan itu.


 


"Tapi karena aku cukup terkesan dengan suara indahmu, jadi aku menerima mu" goda Keyra, tentu saja ia berbohong. Karena sebenarnya ia pun masih sangat mencintai Bara dan nyanyian itu hanya nilai plus nya


 


 


"Setelah kita menikah nanti, aku akan sering menyanyi dan tentunya hal itu aku lakukan khusus untukmu" Bara mengecup kepala Keyra sayang, membuat senyum lebar terukir di wajah Keyra


 


"Terima kasih Bara. Aku belum sempat bilang terima kasih kan?" Bara mengernyit bingung atas ucapan Keyra.


 


"Terima kasih untuk apa sayang?"


 


"Terima kasih udah berusaha ngeyakinin aku, bukan menyerah dan pergi. Terima kasih untuk semuanya. Dan maaf karena sempat gak percaya sama kamu" kata Keyra tulus


 

__ADS_1


Bara melepas pelukan Keyra untuk melihat wajah manis yang sudah menjadi candu baginya. "Hey, dalam sebuah hubungan tidak ada yang namanya Maaf dan terima kasih. Dan tentu aku gak akan nyerah untuk dapetin cintaku lagi"


 


Setelah mengatakan itu, perlahan Bara mencondongkan tubuhnya semakin mendekati Keyra. Keyra pun hanya terdiam menunggu apa yang akan Bara lakukan. Saat wajah Bara semakin mendekat, tanpa sadar Keyra memejamkan matanya. Dan saat hidung mereka hampir bersentuhan.


 


"Maaf Tuan... Pesenannya sudah siap"


 


Mendengar itu reflek Keyra menjauhkan wajahnya, kemudian menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah. Sedangkan Bara sudah mengeram kesal karena hampir saja bisa mencicipi bibir merah muda milik Keyra, bibir merah muda yang ssangat ia rindukan. Tapi semuanya gagal.


 


Ahhh.. kenapa dia sampai lupa kalau sedang berada di restaurant. Beruntung ia memesan tenpat VIP, dan hanya ada mereka ber dua. Bukan, bukan berdua. Sekarang berempat, dengan kehadiran 2 pelayan yang membawa pesanan mereka.


 


"Cepat sajikan, dan segera pergi" ketus Bara


 


2pelayan itu pun segera menyajikannya dengan cepat dan segera pergi, melihat mata tajam Bara benar-benar membuat mereka merinding.


 


"Sudah sayang, mereka sudah pergi. Sekarang kita makan, dan aku akan langsung mengantarmu kembali"


 


Keyra mendongak dan melihat Bara, "aku malu sekali Bara" bahkan muka Keyra masih memerah saat mengatakannya.


 


"Tidak apa, nanti aku akan membereskannya"


 


Kemudian mereka segera menikmati makanan yang tersedia, setelah itu mereka meninggalkan restaurant tersebut. Namun sebelumnya Bara meminta bertemu dengan 2 pelayan tadi, dan memberikan beberapa lembar uang agar mereka tidak mengatakan apa yang mereka lihat pada siapapun.


 

__ADS_1


Bagaimanapun ia tidak ingin melihat berita 'CEO Wijaya Group berbuat mesum di sebuah restaurant'. Membayangkannya saja sudah memalukan


*******


__ADS_2